Top 10+ Wisata Sejarah di Malang, Ada Museum dan Masjid Tertua

wisata sejarah, Malang, 10 Wisata Sejarah di Malang, Ada Museum dan Masjid Tertua, 1. Museum Singhasari, 2. Museum Brawijaya, 3. Museum Mpu Purwa, 4. Indonesian Old Cinema Museum, 5. Kelenteng Eng An Kiong, 6. Kawasan Ijen, 7. Museum Ganesya, 8. Monumen Juang 45, 9. Kayutangan Heritage, 10. Masjid Bungkuk

 Kota Malang memiliki beragam destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi saat libur Lebaran.

Tak hanya menawarkan nilai edukasi, tempat-tempat ini juga menyuguhkan pengalaman wisata yang kaya akan cerita masa lalu.

Berikut 10 rekomendasi wisata sejarah di Malang: 

1. Museum Singhasari

wisata sejarah, Malang, 10 Wisata Sejarah di Malang, Ada Museum dan Masjid Tertua, 1. Museum Singhasari, 2. Museum Brawijaya, 3. Museum Mpu Purwa, 4. Indonesian Old Cinema Museum, 5. Kelenteng Eng An Kiong, 6. Kawasan Ijen, 7. Museum Ganesya, 8. Monumen Juang 45, 9. Kayutangan Heritage, 10. Masjid Bungkuk

Museum Singhasari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Museum ini menjadi tempat penting untuk mengenal peninggalan Kerajaan Singasari atau Tumapel.

Berlokasi di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, museum seluas sekitar 3.000 meter persegi ini menyimpan berbagai artefak bersejarah.

Pengunjung dapat melihat arca Mahakal, Mahisha, Ganesha, Durga gaya Singasari, hingga Prajna Paramita yang terkenal dengan nilai seni tinggi.

Koleksi tersebut menggambarkan kejayaan kerajaan Hindu-Buddha di masa lampau, sekaligus menjadi sarana edukasi tentang sejarah Jawa Timur.

2. Museum Brawijaya

wisata sejarah, Malang, 10 Wisata Sejarah di Malang, Ada Museum dan Masjid Tertua, 1. Museum Singhasari, 2. Museum Brawijaya, 3. Museum Mpu Purwa, 4. Indonesian Old Cinema Museum, 5. Kelenteng Eng An Kiong, 6. Kawasan Ijen, 7. Museum Ganesya, 8. Monumen Juang 45, 9. Kayutangan Heritage, 10. Masjid Bungkuk

Museum Brawijaya di Kota Malang

Terletak di Jalan Besar Ijen No. 25A, museum ini menyimpan koleksi benda militer dari masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Melansir Asosiasi Museum Indonesia, koleksi yang ditampilkan mencakup senjata, kendaraan perang, hingga dokumentasi sejarah.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Gerbong Maut, gerbong besi yang digunakan untuk mengangkut puluhan pejuang dari Bondowoso ke Surabaya dalam kondisi tertutup tanpa ventilasi.

Peristiwa tersebut menjadi simbol kekejaman penjajah sekaligus pengingat perjuangan para pahlawan.

3. Museum Mpu Purwa

wisata sejarah, Malang, 10 Wisata Sejarah di Malang, Ada Museum dan Masjid Tertua, 1. Museum Singhasari, 2. Museum Brawijaya, 3. Museum Mpu Purwa, 4. Indonesian Old Cinema Museum, 5. Kelenteng Eng An Kiong, 6. Kawasan Ijen, 7. Museum Ganesya, 8. Monumen Juang 45, 9. Kayutangan Heritage, 10. Masjid Bungkuk

Museum Mpu Purwa di Malang

Museum ini menampilkan koleksi artefak purbakala dari berbagai kerajaan di Pulau Jawa. Mulai dari arca, prasasti, hingga patung dengan nilai sejarah tinggi dapat ditemukan di sini.

Nama Mpu Purwa diambil dari tokoh religius dalam masyarakat Jawa kuno, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Museum ini cocok bagi pengunjung yang ingin memahami perkembangan budaya dan kepercayaan masyarakat masa lalu secara lebih mendalam.

4. Indonesian Old Cinema Museum

wisata sejarah, Malang, 10 Wisata Sejarah di Malang, Ada Museum dan Masjid Tertua, 1. Museum Singhasari, 2. Museum Brawijaya, 3. Museum Mpu Purwa, 4. Indonesian Old Cinema Museum, 5. Kelenteng Eng An Kiong, 6. Kawasan Ijen, 7. Museum Ganesya, 8. Monumen Juang 45, 9. Kayutangan Heritage, 10. Masjid Bungkuk

Sejumlah proyektor layar tancap yang ada di Indonesian Old Cinema Museum di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (14/2/2018).

Melansir Kompas.com (15/11/2022), museum ini menghadirkan nostalgia dunia perfilman Indonesia, khususnya era layar tancap.

Pengunjung dapat melihat berbagai koleksi seperti gulungan film, layar putih, proyektor, hingga perlengkapan bioskop keliling yang dulu populer di berbagai daerah.

Tempat ini memberikan gambaran bagaimana masyarakat menikmati hiburan sebelum era bioskop modern berkembang.

5. Kelenteng Eng An Kiong

wisata sejarah, Malang, 10 Wisata Sejarah di Malang, Ada Museum dan Masjid Tertua, 1. Museum Singhasari, 2. Museum Brawijaya, 3. Museum Mpu Purwa, 4. Indonesian Old Cinema Museum, 5. Kelenteng Eng An Kiong, 6. Kawasan Ijen, 7. Museum Ganesya, 8. Monumen Juang 45, 9. Kayutangan Heritage, 10. Masjid Bungkuk

Kelenteng Eng An Kiong di Kota Malang, Jawa Timur.

Kelenteng yang berdiri sejak 1825 ini merupakan salah satu situs bersejarah penting di Malang.

Terletak di Jalan R.E. Martadinata, kelenteng ini menjadi tempat ibadah bagi penganut Buddha, Konghucu, dan Taoisme.

Selain sebagai tempat ibadah, bangunan ini juga ditetapkan sebagai cagar budaya. Arsitekturnya yang khas dengan ornamen Tionghoa klasik menjadi daya tarik tersendiri.

Pendiri kelenteng ini adalah Letnan Kwee Sam Hway.

6. Kawasan Ijen

Kawasan Ijen dikenal sebagai area bersejarah dengan deretan bangunan peninggalan kolonial Belanda.

Salah satu ikon di kawasan ini adalah Gereja Katedral Santa Theresia atau Gereja Ijen.

Dibangun sejak 1935 oleh arsitek Belanda Herman Thomas Karsten, kawasan ini memiliki tata kota yang rapi dengan jalan-jalan lebar.

Nama-nama jalannya diambil dari gunung-gunung terkenal di Indonesia seperti Ijen, Bromo, dan Semeru, menambah nilai unik kawasan ini.

7. Museum Ganesya

Berbagai koleksi di Museum Ganesya, Kota Malang, Selasa (14/1/2020)

Museum yang dibuka pada 2019 ini menghadirkan koleksi artefak dari masa Kerajaan Majapahit dan Singasari.

Berlokasi di kawasan Hawai Water Park, museum ini menampilkan berbagai benda seperti genteng, guci, anglo, hingga banaspati.

Selain itu, terdapat pula replika pusaka kerajaan yang dibuat menyerupai aslinya.

Museum ini cocok untuk wisata edukasi keluarga karena penyajiannya cukup menarik dan mudah dipahami.

8. Monumen Juang 45

Monumen yang terletak di kawasan Stasiun Kota Malang ini menjadi simbol perjuangan rakyat Malang dalam mempertahankan kemerdekaan pada 1945–1949.

Bentuk monumen berupa patung yang menggambarkan rakyat melawan sosok raksasa yang melambangkan penjajah.

Keberadaan monumen ini mengingatkan generasi muda akan pentingnya menghargai jasa para pahlawan.

9. Kayutangan Heritage

wisata sejarah, Malang, 10 Wisata Sejarah di Malang, Ada Museum dan Masjid Tertua, 1. Museum Singhasari, 2. Museum Brawijaya, 3. Museum Mpu Purwa, 4. Indonesian Old Cinema Museum, 5. Kelenteng Eng An Kiong, 6. Kawasan Ijen, 7. Museum Ganesya, 8. Monumen Juang 45, 9. Kayutangan Heritage, 10. Masjid Bungkuk

Wisata Kampung Kayutangan Heritage menjadi marget kunjungan wisata di Kota Malang pada tahun 2025. (KOMPAS.com/ Putu Ayu Pratama Sugiyo)

Kawasan yang juga dikenal sebagai Kampoeng Heritage Kajoetangan ini menyajikan suasana kota lama dengan bangunan kolonial Belanda yang masih terjaga.

Bangunan-bangunan tersebut dibangun antara 1870 hingga 1920, dengan sekitar 22 struktur cagar budaya yang masih difungsikan sebagai rumah tinggal maupun tempat usaha.

Jalanan kecil dan suasana klasik menjadikan kawasan ini cocok untuk wisata sejarah sekaligus fotografi.

10. Masjid Bungkuk

wisata sejarah, Malang, 10 Wisata Sejarah di Malang, Ada Museum dan Masjid Tertua, 1. Museum Singhasari, 2. Museum Brawijaya, 3. Museum Mpu Purwa, 4. Indonesian Old Cinema Museum, 5. Kelenteng Eng An Kiong, 6. Kawasan Ijen, 7. Museum Ganesya, 8. Monumen Juang 45, 9. Kayutangan Heritage, 10. Masjid Bungkuk

Tampak dalam masjid Bungkuk, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Masjid At-Thohiriyah atau Masjid Bungkuk merupakan masjid tertua di Malang.

Melansir Kompas.com (20/4/2022), masjid ini didirikan oleh Kyai Hamimuddin atau Mbah Bungkuk, seorang laskar Pangeran Diponegoro.

Awalnya, masjid ini hanya berupa gubuk sederhana di tengah hutan.

Kini, masjid tersebut menjadi simbol penyebaran Islam di kawasan Singosari.

Di bagian belakang masjid terdapat makam Mbah Bungkuk yang kerap diziarahi oleh masyarakat.

Beragam destinasi tersebut menawarkan pengalaman wisata sejarah yang tidak hanya menambah wawasan, melainkan juga memberikan cara berbeda dalam menikmati libur Lebaran di Malang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang