Trik Bugar di Usia 40 an ala Marsha Timothy dan Mita Soedarjo
Memiliki tubuh dan pikiran yang sehat, sekaligus penampilan fisik yang memukau, membutuhkan usaha.
Bagi perempuan dengan jadwal pekerjaan yang padat, menemukan waktu luang untuk melakukan perawatan diri secara rutin sering menjadi tantangan tersendiri.
Untuk menjawab tantangan efisiensi tersebut, mengombinasikan rutinitas berolahraga mandiri dengan perawatan medis berbasis teknologi terkini menjadi pendekatan yang banyak dipilih setidaknya oleh aktris Marsha Timothy dan Direktur MRA Media, Mita Soedarjo.
Bagi keduanya, langkah ini dinilai efektif untuk mencapai tujuan kesehatan dan estetika secara efisien tanpa harus menghabiskan banyak waktu.
Rahasia menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas harian
Tantangan menjaga konsistensi di tengah jadwal syuting yang padat
Marsha Timothy dalam acara HER: Intelligent Beauty: The Kartini Collective Edit di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Bagi Marsha, menjaga penampilan fisik dan kebugaran tubuh di usianya yang ke-47 ini, tidak datang dengan sendirinya tanpa usaha nyata.
"Sebenarnya tantangannya itu adalah lebih ke konsistensi dan disiplin. Itu yang susah ya," ungkap dia dalam acara "HER: Intelligent Beauty: The Kartini Collective Edit" di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Marsha menjelaskan bahwa rasa malas kerap muncul lebih dulu saat mendapat hari libur, sehingga niat untuk tetap berolahraga atau melanjutkan perawatan klinik yang tertunda karena rutinitas syuting harus dilawan dengan tekad yang kuat.
Seni mendengarkan sinyal tubuh seiring bertambahnya usia
Kebijaksanaan dalam mengenali kondisi fisik juga menjadi kunci penting agar rutinitas sehat tidak justru memicu kelelahan ekstrem.
Untuk Mita, misalnya, bertambahnya usia membawa kesadaran baru tentang pentingnya merawat diri tanpa harus memforsir tenaga hingga kelelahan ekstrem.
Mita Soedarjo, Direktur MRA Media yang menaungi Harper's Bazaar Indonesia, Cosmopolitan Indonesia, dan Her World Indonesia, dalam acara HER: Intelligent Beauty: The Kartini Collective Edit di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
"Aku gara-gara mungkin sudah menuju 40 tahun, jadi lebih aware lagi sih. Jadi aku harus lebih prioritize harus lebih dengerin tubuh aku," ucap Direktur MRA Media ini.
Sebagai figur pimpinan yang membawahi banyak karyawan dan jadwal acara padat, ia menyadari bahwa tubuhnya memiliki batasan. Hal ini mendorongnya untuk mulai mempraktikkan self-love harian.
"Misalkan sudah lagi capek, mungkin besoknya aku cancel olahraga. Jadi lebih pilih-pilih mana yang harus dilakukan duluan," jelas Mita.
Curi waktu perawatan di sela jam makan siang
Untuk menyiasati momen saat tubuh terasa lelah atau waktu yang sempit, perawatan klinik menggunakan inovasi terkini menjadi jalan pintas yang aman dan efisien bagi wanita karier.
Untuk Mita, ia mengunjungi klinik kecantikan milik dr. Arini Astasari Widodo, Sp.D.V.E, FINSDV, yang memiliki beragam alat kecantikan yang prosedur penggunaannya tidak sampai 30 menit.
"Itu sangat-sangat praktis. Dan itu cuma takes 20 menit. You can do it at lunch time atau pulang kantor, sebelum pulang ke rumah," tutur dia.
dr. Arini Astasari Widodo, Sp.D.V.E, FINSDV dalam acara HER: Intelligent Beauty: The Kartini Collective Edit di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Kebutuhan untuk tetap tampil prima meski memiliki waktu terbatas juga dirasakan oleh Marsha. Ia pun cukup sering "mencuri waktu" di sela kesibukan syuting demi tetap bisa melakukan self-care.
"Sering kali ke Dermalogia benar-benar curi-curi waktu banget karena kadang-kadang kalau aku libur, dari sebulan, pengen waktunya (beraktivitas) dibagi ke satu hari itu banyak banget," ungkap Marsha.
Menjaga kekencangan otot tanpa harus olahraga berat
Pendekatan teknologi ini tidak hanya menyentuh aspek kecantikan wajah, tetapi juga menjadi solusi bagi mereka yang ingin menjaga massa otot saat kondisi tubuh sedang tidak memungkinkan untuk berolahraga berat. Salah satu inovasi yang membantu adalah Power Body Sculpting.
Alat ini memungkinkan otot bekerja secara pasif, sehingga sangat membantu individu yang sedang dalam masa pemulihan atau sekadar ingin menjaga kebugaran di tengah rasa lelah yang melanda.
"Jadi kalau kita injured gara-gara paddle, tennis elbow, ini sekarang semuanya dia juga punya recovery system buat building the muscle, tapi juga improve recovery," papar dr. Arini.
Keunggulan teknologi ini menjadi jembatan bagi wanita dengan mobilitas tinggi yang tak ingin performa fisiknya menurun hanya karena harus beristirahat.
"Jadi pada dasarnya, pas kita resting, itu sebenarnya kita bisa pakai machines," tambahnya.
Pada akhirnya, fokus utama dari seluruh rangkaian perawatan kini bergeser dari sekadar memperbaiki penampilan, menuju komitmen kesehatan jangka panjang yang dapat dijalankan secara fleksibel sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang