Terpopuler: Momen Haru Ronaldo ke Indonesia, Menteri hukum Kebut RUU Kewarganegaraan Demi Lindungi Pemain Naturalisasi
- 5. Dibantai 3 Gol Tanpa Balas! Rivaldo Jadi Bintang, Barca Legends Tekuk DRX di GBK
- 4. Final Kepagian di Etihad: Ambisi Manchester City Pangkas Jarak dan Misi Balas Dendam Arsenal
- 3. Menteri Hukum Supratman Kebut RUU Kewarganegaraan demi Lindungi Pemain Naturalisasi
- 2. Shin Tae-yong: VO2 Max Pemain Timnas Indonesia di Bawah 30
- 1. Momen Haru Ronaldo ke Indonesia, Datang Pertama sebagai Remaja Kembali Jadi Legenda Dunia
Persaingan di lapangan hijau dan isu kebijakan olahraga mendominasi daftar berita terpopuler pada Sabtu, 18 April 2026. Laga nostalgia Clash of Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi sorotan utama setelah Barcelona Legends sukses menundukkan DRX World Legends dengan skor telak.
Selain itu, panasnya perebutan takhta Premier League antara Manchester City dan Arsenal serta perkembangan RUU Kewarganegaraan untuk pemain naturalisasi juga menjadi topik yang paling banyak diikuti pembaca.
Berikut lima berita bola terpopuler sepanjang Sabtu, 18 April 2026:
5. Dibantai 3 Gol Tanpa Balas! Rivaldo Jadi Bintang, Barca Legends Tekuk DRX di GBK
Pertandingan Barca Legend vs DRX World Legends di SUGBK
Laga penuh nostalgia bertajuk Clash of Legends 2026 benar-benar menyajikan hiburan berkelas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu 18 April 2026. Ribuan penonton dibuat puas setelah Barcelona Legends tampil dominan dan menundukkan DRX World Legends dengan skor telak 3-0.
Meski berstatus laga ekshibisi, tensi pertandingan sudah terasa sejak menit awal. DRX World Legends langsung menggebrak lewat situasi bola mati yang dieksekusi Keisuke Honda pada menit kelima. Kemelut di depan gawang sempat tercipta, tetapi lini belakang Barca Legends masih sigap mengamankan situasi.
Tekanan terus berlanjut. Alessandro Del Piero bahkan sempat dijatuhkan di depan kotak penalti pada menit ke-10, namun eksekusi tendangan bebasnya belum menemui sasaran. DRX tampil lebih agresif di awal laga, memaksa Barcelona Legends kesulitan keluar dari tekanan.
Namun perlahan, tim asal Spanyol mulai menemukan ritme permainan. Momentum itu datang pada menit ke-35. Umpan matang dari sisi kiri berhasil disambut sundulan tajam Rivaldo yang tak mampu dijangkau kiper Sebastien Frey. Gol tersebut menjadi pembeda sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 untuk Barca Legends.
Memasuki babak kedua, DRX mencoba bangkit. Peluang sempat hadir melalui Irfan Bachdim pada menit ke-50, tetapi masih bisa diamankan kiper. Alih-alih menyamakan skor, DRX justru kembali kebobolan tiga menit berselang.
4. Final Kepagian di Etihad: Ambisi Manchester City Pangkas Jarak dan Misi Balas Dendam Arsenal
Manajer Manchester City, Pep Guardiola
Genderang perang perebutan takhta Premier League 2025/26 kembali bertabuh. Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan keyakinan penuh bahwa anak asuhnya mampu menundukkan Arsenal dalam laga krusial matchday ke-33 yang akan digelar di Stadion Etihad, Minggu 19 April 2026.
Laga ini digadang-gadang sebagai penentu arah gelar juara musim ini. Arsenal saat ini masih bertengger di puncak klasemen dengan 70 poin, namun posisi mereka terancam oleh Manchester City yang membayangi di posisi kedua dengan 64 poin. Kemenangan bagi The Citizens tidak hanya memangkas selisih menjadi tiga angka, tetapi juga memberi tekanan psikologis luar biasa karena City masih mengantongi satu laga tunda.
Menanti Replikasi Final Piala Liga Inggris
Guardiola merujuk pada performa impresif timnya saat mengalahkan Arsenal 2-0 di final Piala Liga baru-baru ini sebagai tolok ukur. Ia berharap Erling Haaland dkk. mampu mempertahankan intensitas permainan tersebut sepanjang laga.
“Bila kami bermain seperti babak kedua di final Piala Carabao selama 95 menit, kami akan menang. Sepak bola memang sulit diprediksi, tetapi kami ingin laga ini berlangsung ketat sesuai rencana kami,” ujar Guardiola sebagaimana dikutip dari The Guardian.
3. Menteri Hukum Supratman Kebut RUU Kewarganegaraan demi Lindungi Pemain Naturalisasi
Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas di Kompleks Parlemen, Senayan
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menargetkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kewarganegaraan Republik Indonesia rampung pada 2026. Menurutnya RUU bisa memberikan kepastian hukum bagi pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri, menyusul polemik administrasi yang sempat mencuat, termasuk kasus “Passportgate”.
“Pemerintah sedang menyusun dan menyelesaikan finalisasi RUU-nya. Tentu nanti kami mendengar semua masukan, termasuk dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, terkait pengaturan kewarganegaraan,” kata Supratman dikutip dari tvOnenews Sabtu, 18 April 2026.
Ia menegaskan bahwa proses penyusunan regulasi dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak. Koordinasi lintas kementerian disebut menjadi kunci agar aturan yang dihasilkan mampu menjawab persoalan di lapangan.
Pembahasan RUU saat ini berlangsung intensif bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Pemerintah membuka ruang masukan guna memastikan regulasi tersebut dapat melindungi status hukum atlet diaspora yang berkarier di luar negeri.
Sebelumnya, sejumlah pemain Timnas Indonesia seperti Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Dean James, dan Tim Geypens sempat menghadapi polemik dokumen kewarganegaraan yang berdampak pada izin kerja dan status mereka di kompetisi Eropa, termasuk Liga Belanda.
2. Shin Tae-yong: VO2 Max Pemain Timnas Indonesia di Bawah 30
Shin Tae Yong, Timnas Indonesia vs Australia di Kualifikasi Piala Dunia
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkap kondisi kebugaran pemain saat awal menangani skuad Garuda pada 2020. Menurutnya, saat itu nilai VO2 max para pemain berada di bawah standar, bahkan di bawah 30.
Shin menjelaskan bahwa VO2 max merupakan indikator penting dalam mengukur kemampuan tubuh menggunakan oksigen saat aktivitas intens, yang sangat berpengaruh terhadap daya tahan pemain di lapangan.
“Sebagai seorang pemain, seharusnya rata-rata VO2 Max di angka 60 lebih. Tetapi, saat itu ketika dites, mereka cuma berada di bawah 30 dan ada juga yang 35,” kata Shin Tae-yong, dikutip VIVA.co.id dari YouTube Vindes, Sabtu 18 April 2026.
Menurut Shin, angka tersebut tergolong sangat rendah dan bahkan setara dengan tingkat kebugaran anak usia sekolah dasar (SD) hingga menengah pertama (SMP). Ia juga menilai kondisi itu mencerminkan lemahnya daya tahan fisik pemain, yang berdampak pada performa selama pertandingan.
Selain faktor kebugaran, Shin turut menyoroti aspek disiplin latihan. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah pemain dinilai kurang maksimal dalam menjalani latihan fisik dan cenderung mudah menyerah saat menghadapi intensitas tinggi.
1. Momen Haru Ronaldo ke Indonesia, Datang Pertama sebagai Remaja Kembali Jadi Legenda Dunia
Ronaldo Nazario
Legenda hidup sepak bola dunia, Ronaldo Nazario, akhirnya kembali menginjakkan kaki di Indonesia. Momen ini bukan sekadar kunjungan biasa—ini adalah perjalanan penuh nostalgia setelah hampir tiga dekade berlalu.
Kehadiran Ronaldo di Tanah Air kali ini dalam rangka memimpin DRX World Legends menghadapi Barcelona Legends dalam laga ekshibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu 18 April 2026.
Jauh sebelum menjadi ikon dunia, Ronaldo pernah merasakan atmosfer Indonesia sebagai pemain muda. Tepatnya pada 1996, saat ia masih berseragam PSV Eindhoven.
Saat itu usianya baru 19 tahun. Ia datang dalam tur pramusim klub dan mulai mencuri perhatian dunia. Meski tak tampil di semua laga—sempat absen lawan Persebaya Surabaya—Ronaldo tetap merasakan pengalaman berharga saat menghadapi Persma Manado.
Kini, segalanya berubah. Ia datang bukan lagi sebagai pemain muda penuh mimpi, melainkan legenda besar dengan segudang prestasi.