Restorasi Candi Dipercepat untuk Majukan Pariwisata Budaya Indonesia
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya percepatan restorasi bangunan candi sebagai upaya memperkuat pariwisata budaya, sejarah, dan religi di Indonesia.
Komitmen tersebut ia sampaikan dalam kunjungan kerjanya ke Candi Sewu dan Keraton Ratu Boko pada Jumat (17/4).
Menurut Fadli, percepatan restorasi tidak bisa dilakukan tanpa kerja sama lintas sektor.
“Strategi diperlukan secara proaktif mencari dukungan dari berbagai pihak, yakni pemerintah pusat, daerah, dan swasta, untuk mendanai pemugaran lebih lanjut,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Potensi besar Candi Sewu dan pentingnya restorasi
Dalam kunjungannya, Fadli menyoroti besarnya potensi Candi Sewu sebagai destinasi pariwisata budaya. Kompleks candi yang tercatat dalam Prasasti Manjusrigrha bertahun 792 M ini terdiri dari satu candi induk, delapan candi apit, dan 240 candi perwara.
Ia menilai restorasi yang lebih cepat akan membuat nilai sejarah dan estetika kompleks candi semakin utuh dalam beberapa tahun ke depan.
Upaya ini sekaligus diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan kunjungan wisatawan.
Keraton Ratu Boko: Simpul warisan dan daya tarik wisata
Dalam kesempatan yang sama, Fadli juga meninjau Keraton Ratu Boko, situs seluas sekitar 16 hektar yang menjadi aset cagar budaya nasional di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia menjelaskan bahwa daya tarik situs ini terletak pada arsitektur gerbang, area petirtaan, pendopo–pringgitan, serta perpaduan otentik antara struktur Hindu–Buddha.
Ilustrasi wisatawan di Ratu Boko di Yogyakarta.
Berdasarkan prasasti yang ditemukan, kawasan ini dibangun pada abad ke-8 Masehi dan hingga kini mempertahankan lanskap alami yang memukau.
Fadli menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan kebudayaan nasional yang berkelanjutan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih banyak berkunjung ke situs-situs sejarah, khususnya Keraton Ratu Boko.
“Kita berharap semakin banyak masyarakat yang berkunjung ke Keraton Ratu Boko ini. Karena di sini kita bisa menikmati satu perjalanan semacam 'time travel' ke masa lalu dengan peninggalan-peninggalan nenek moyang kita yang luar biasa,” ungkapnya.
Dengan percepatan restorasi dan dukungan multisektor, pemerintah berharap kompleks candi dan situs bersejarah lainnya dapat kembali tampil megah, sekaligus menjadi pilar penting bagi pariwisata budaya Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang