Pelatih Mbappe Sebut Indonesia Punya Talenta, Harus Disiram seperti Bunga

PSSI, Indonesia, Perancis, Jean-Claude Lafargue, Kylian Mbappe, Mbappe, Pelatih Mbappe Sebut Indonesia Punya Talenta, Harus Disiram seperti Bunga

Pelatih Perancis yang pernah membina Kylian Mbappe, Jean-Claude Lafargue, menyebut talenta ada di mana saja, termasuk Indonesia. Bakat harus disiram seperti tanaman.

Jean Claude-Lafargue terlibat langsung dalam kerja sama PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) dan Federasi Sepak Bola Perancis, FFF.

FFF mendukung PSSI mendorong perkembangan sepak bola putri melalui program Next Goal.

Program Next Goal melibatkan 400 talenta muda pesepak bola putri dan 60 pelatih sepak bola putri.

Sesi klinik pelatihan sudah digelar di Lapangan Sidolig, Bandung, 11-12 April silam. Pesepak bola putri belia dan pelatih putri Indonesia mendapatkan bimbingan langsung dari para pakar milik FFF, termasuk Jean-Claude Lafargue yang malang-melintang di dunia pembinaan usia muda.

"Kerja sama ini sangat penting untuk berkembang. Pertukaran pengetahuan dalam berbagai jenis perbedaan, pendekatan yang berbeda, juga memperkaya kami," kata Kepala Internasional FFF, Jean-Claude Lafargue, kepada KOMPAS.com.

Sebelum menempati jabatan sebagai Kepala Internasional FFF, Jean-Claude Lafargue bertugas di akademi sepak bola kenamaan Perancis, INF (Institut National du Football) Clairefontaine.

Ia pernah menduduki posisi sebagai Direktur Pengawas sekaligus pelatih di INF Clairefontaine.

INF Clairefontaine dikenal sebagai pabrik talenta sepak bola Perancis, mengentaskan nama-nama besar semodel Thierry Henry, Nicolas Anelka, Marcus Thuram, dan tentu Kylian Mbappe.

Kendati memiliki akademi kelas satu, Perancis mau terus berkembang. Caranya adalah dengan membuka diri terhadap kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kemitraan PSSI dan FFF juga mencakup sesi Training Camp yang akan dijalani Timnas U17 Putri Indonesia di Clairefontaine pada 3-9 Mei mendatang.

"Itulah keindahannya. Dalam pertukaran itu kami bertumbuh," ujar Jean-Claude Lafargue kala ditanya KOMPAS.com soal pentingnya menjalin kerja sama dengan Indonesia.

Ia juga menyebut Indonesia dibekali dengan talenta. Cuma, Jean-Claude Lafargue menekankan perlunya kesabaran untuk menemukan dan mengembangkan bakat-bakat tersebut.

"Talenta itu ada di mana saja. Hal tersebut perlu ditemukan," kata pelatih yang pernah menempa langsung pesepak bola top Perancis seperti Kylian Mbappe dan Blaise Matuidi tersebut.

"Itu seperti bunga, seperti tanaman. Jika Anda menyiraminya dengan baik, apabila Anda menaruhnya ke tempat yang tepat, itu akan bertumbuh," ucap pria yang pernah berkarier sebagai pemain bersama Paris FC tersebut.

Namun, talenta semata tak akan cukup. Dalam pembinaan pemain muda, Jean-Claude Lafargue, menyebut pentingnya sarana pendukung.

"Tidak ada negara yang lebih unggul," tutur Jean-Claude Lafargue.

"Ini murni karena apa yang kami tempatkan di sekitarnya, apa yang kami sebut dengan dukungan di negara kami yang memungkinkan kami mengembangkan pesepak bola putra dan putri ini menjadi talenta bagus," tutur pelatih yang juga pernah membesut Christopher Nkunku (AC Milan) dan Mathys Tel (Tottenham Hotspur) di Clairefontaine tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang