Gagal ke Final AFF Futsal 2026, Pelatih Vietnam Curhat Rasanya Didepak Indonesia

Vietnam, Diego Giustozzi, Gagal ke Final AFF Futsal 2026, Pelatih Vietnam Curhat Rasanya Didepak Indonesia

Timnas Futsal Vietnam gagal melaju ke final ASEAN Futsal Championship 2026 setelah kalah 2-3 dari Timnas Futsal Indonesia pada babak semifinal.

Laga yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026) itu berjalan ketat. Namun demikian, Vietnam akhirnya harus menerima hasil negatif.

Pelatih Vietnam, Diego Giustozzi, mengaku kecewa dengan performa timnya, terutama pada awal pertandingan.

"Saya rasa kami tidak memulai pertandingan dengan baik. Kami bermain bagus, tetapi 5-10 menit pertama sangat buruk," kata Diego Giustozzi.

Ia menilai timnya sebenarnya mampu bersaing setelah melewati fase awal laga. Namun, kesalahan di awal membuat situasi menjadi sulit.

"Setelah itu, saya rasa kami tidak pantas kalah, tetapi ketika kami tidak bermain 100%, kami tidak cukup baik. Itulah yang terjadi.”

Sulit Mengejar Ketertinggalan

Giustozzi juga menyoroti kesulitan timnya saat mencoba mengejar ketertinggalan. Ia menilai Indonesia tampil solid setelah unggul.

"Ketika mereka unggul, itu sangat sulit karena mereka bermain agresif, kuat, dan taktis, sehingga sulit untuk membalikkan keadaan," ujarnya.

Menurutnya, permainan Indonesia membuat ruang gerak Vietnam menjadi terbatas.

Vietnam, Diego Giustozzi, Gagal ke Final AFF Futsal 2026, Pelatih Vietnam Curhat Rasanya Didepak Indonesia

Aksi Mohammad Rizky Fauzan (7) dalam laga semifinal ASEAN Futsal Championship 2026 Timnas Futsal Indonesia vs Vietnam di Nonthaburi Hall, Bangkok, Thailand, Jumat (10/4/2026).

Situasi tersebut membuat upaya menyamakan skor tidak berjalan sesuai rencana.

Selain faktor lawan, kondisi internal tim juga memengaruhi jalannya pertandingan.

Giustozzi menyebut bahwa performa tim tidak berada pada level terbaik saat laga penting tersebut.

Rotasi dan Cedera Pengaruhi Tim

Giustozzi menjelaskan bahwa timnya sedang menjalani proses perubahan skuad.

Banyak pemain muda diberi kesempatan tampil pada turnamen ini.

“Kami sedang mengubah susunan pemain, memberikan lebih banyak kesempatan kepada para pemain," kata Giustozzi lagi.

"Sekitar 60-70% dari skuad adalah pemain baru, pemain muda. Ini adalah proses untuk mencapai tujuan kami."

Ia menegaskan bahwa pemain muda membutuhkan waktu untuk berkembang di level internasional.

"Kami perlu memberi mereka waktu, memberi mereka kesempatan, dan membiarkan mereka bermain lebih banyak untuk mendapatkan pengalaman."

Selain itu, beberapa pemain inti juga mengalami cedera. Kondisi ini membuat tim kehilangan pengalaman di momen penting.

“Kami memiliki 2-3 pemain kunci yang cedera. Beberapa absen selama 9-10 bulan dan baru saja kembali untuk turnamen ini."

Giustozzi juga menyinggung peran pemain senior.

“Oleh karena itu, ini adalah saatnya bagi para pemain bintang untuk lebih bertanggung jawab, untuk bermain lebih banyak."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang