Profil Mgr Paskalis Bruno Syukur: Uskup Bogor yang Mengundurkan Diri, Sempat Tolak Jadi Kardinal
Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Keputusan ini diumumkan Keuskupan Bogor melalui laman resminya pada Senin (19/1/2026).
Vatikan sudah menugaskan Uskup Purwokerto Mgr Christophorus Tri Harsono sebagai administrator apostolik sede vacante et ad nutum Sanctae Sedis di keuskupan yang sama.
Keuskupan Bogor menegaskan bahwa pengunduran diri Mgr Paskalis bukan akhir, melainkan sebuah transisi rohani yang membuka bab baru dalam sejarah keuskupan.
Seluruh umat juga diajak berdoa dan mendukung transisi kepemimpinan agar pelayanan pastoral di Keuskupan Bogor tetap berjalan lancar.
"Sebuah transisi rohani yang membuka bab baru dalam sejarah Keuskupan Bogor," tulis keuskupan pada laman resminya.
Profil Mgr Paskalis Bruno Syukur
Jauh sebelum menjadi uskup, Mgr Paskalis Bruno Syukur memulai perjalanan rohaninya dengan melakukan profesi kekal pada 22 Januari 1989.
Ia kemudian menerima tahbisan imamat pada 2 Februari 1991 di Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat, Cipanas, Jawa Barat.
Setelah ditahbiskan, ia mengawali pelayanan sebagai Pastor Pembantu di Paroki Moanemani, Keuskupan Jayapura, hingga 1993.
Mgr Paskalis sempat melanjutkan studi spiritualitas Fransiskan di Universitas Kepausan Antonianum, Roma, Italia, dari 1993 hingga 1996.
Setelah kembali ke Indonesia, Mgr Paskalis ditugaskan sebagai magister novis untuk frater calon OFM di Novisiat OFM Depok, Jawa Barat, sekaligus bertugas di Paroki Santo Herkulanus, Depok Jaya.
Dilansir dari laman Keuskupan Bogor, ia juga menjadi imam pendamping komunitas OFM dan anggota Dewan Provinsi OFM Indonesia serta Dewan Penasihat Keuskupan Agung Jakarta di masa Mgr Kardinal Julius Darmaatmadja dan Mgr Ignatius Suharyo.
Pada saat itu, Kardinal Julius masih menjadi Uskup Agung Jakarta, sementara Mgr Ignatius Suharyo mengemban tugas sebagai Uskup Agung Koajutor.
Pada 2001, Mgr Paskalis terpilih sebagai Provinsial OFM. Tugas ini terus ia jalankan hingga 2007.
Pada 2009, ia diangkat sebagai Definitor General OFM untuk wilayah Asia dan Oseania, meliputi India, Pakistan, Jepang, Australia-Selandia Baru, serta Indonesia.
Sebagai Definitor General OFM, Mgr Paskalis bertugas di Generalat OFM Roma, Italia.
Paus Fransiskus kemudian menunjuk Mgr Paskalis sebagai Uskup Bogor pada 21 November 2013.
Ia menggantikan Mgr Cosmas Michael Angkur yang memasuki masa pensiun.
Mgr Paskalis ditahbiskan menjadi Uskup Bogor pada 22 Februari 2014 di Sentul International Convention Center.
Sebagai uskup baru, ia menggunakan moto “Magnificat anima mea dominum” atau “Jiwaku memuliakan Tuhan,” sebagai refleksi perjalanan hidupnya dan penghormatan kepada Bunda Maria.
Mgr Paskalis Bruno Syukur Tolak Jadi Kardinal
Sebelum mundur, Mgr Paskalis sempat menolak diangkat menjadi kardinal.
Penolakan ini ia sampaikan secara pribadi kepada Paus Fransiskus, meski pengumuman pengangkatannya sebagai kardinal sempat diumumkan pada doa Angelus di Lapangan St Petrus, Vatikan pada 6 Oktober 2024.
Konsistori yang seharusnya menjadikannya kardinal keempat Indonesia dijadwalkan pada 8 Desember 2024, bertepatan Pesta Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda.
Pada saat itu, Ketua KWI/Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC meminta umat menghargai dan mendoakan keputusan Mgr Paskalis.
“Kita hargai keputusan Mgr Paskalis. Pasti ia tahu yang terbaik bagi dirinya, keuskupannya, dan Gereja. Kita doakan,” ujarnya dikutip dari Kompas.id, Rabu (23/10/2024).
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang