Drama Timnas Kamerun Jelang Piala Afrika 2025: Punya Dua Pelatih dan Dua Skuad 

Timnas Kamerun, Piala Afrika 2025, FECAFOOT, Samuel Eto'o, Marc Brys, Drama Timnas Kamerun Jelang Piala Afrika 2025: Punya Dua Pelatih dan Dua Skuad 

Drama Timnas Kamerun menuju Piala Afrika 2025 memasuki babak baru usai dikabarkan memiliki dua skuad yang berbeda.

Timnas Kamerun tengah dilanda krisis paling luar biasa dalam sejarah sepak bolanya jelang laga pertama Piala Afrika 2025 melawan Gabon pada Kamis (25/12/2025).

Mengutip laporan dari BEIN Sports, Timnas Kamerun saat ini tengah terpecah akibat konflik antara Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun (FECAFOOT) Samuel Eto'o dengan pihak Kementerian Olahraga.

Marc Brys merasa belum dipecat oleh federasi sehingga masih memimpin tim nasional. Meski Samuel Eto'o telah mengumumkan pemecatannya, Marc Brys merasa masih dipekerjakan oleh Kementerian Olahraga.

Sementara itu, Samuel Eto'o telah menunjuk David Pagou sebagai pelatih baru bagi tim Singa Perkasa, dan telah menentukan 28 pemain yang berbeda untuk Piala Afrika 2025.

Singkirkan Onana dan Aboubakar

Marc Brys menuduh Samuel Eto'o ingin mendapat perhatian di Timnas Kamerun dan menilai lebih memprioritaskan kepentingan pribadi daripada negara.

Keretakan di antara keduanya bermula saat pertemuan pertama mereka dan Brys menilai Eto'o telah mencari cara untuk menyingkirkannya sejak awal. 

Dalam daftar pemain pilihan Eto'o untuk Piala Afrika 2025, pemain bintang seperti Andre Onana, Eric Choupo-Moting, dan Vincent Aboubakar sengaja disingkirkan.

Seakan menolak untuk dipecat, Brys menanggapi dengan merilis daftar skuadnya sendiri dan menyatakan bahwa dia masih kepala pelatih yang sah kecuali ada dekrit presiden resmi yang menyatakan sebaliknya. 

Skenario yang belum pernah terjadi sebelumnya ini membuat para pemain, staf, dan penggemar tidak yakin siapa yang sebenarnya akan memimpin Kamerun dan skuad yang akan bermain di Piala Afrika 2025.

Timnas Kamerun, Piala Afrika 2025, FECAFOOT, Samuel Eto'o, Marc Brys, Drama Timnas Kamerun Jelang Piala Afrika 2025: Punya Dua Pelatih dan Dua Skuad 

Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun (Fecafoot), Samuel Eto'o, tampil di televisi untuk memberikan penjelasan mengenai tudingan miring yang diarahkan kepada negaranya di Piala Afrika 2021.

Kontroversi Jabatan Eto'o

Samuel Eto'o memulai masa jabatan di periode keduanya sebagai Presiden FECAFOOT dengan kebijakan kontroversial.

Menurut laporan dari BSN Sports, keputusan memecat Marc Brys menjadi kebijakan Eto'o di awal kepemimpinannya pada periode kedua.

Ketegangan internal selama berminggu-minggu antara FECAFOOT dan kementerian olahraga mengenai manajemen tim nasional menjadi alasan di balik pemecatan pelatih asal Belgia itu.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar memperlihatkan Eto'o dan Brys terlibat adu mulut yang panas pada bulan Mei 2024 lalu.

FECAFOOT kemudian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan untuk mengganti Brys telah diambil menyusul pertemuan darurat pada hari Selasa, yang diadakan oleh Eto'o karena "perilaku tidak pantas" dari Brys dan asistennya.

Setelah kekalahan Kamerun oleh Kongo bulan lalu, Brys akhirnya digantikan oleh pelatih berusia 56 tahun David Pagou, yang ditunjuk sebagai pelatih kepala klub Kamerun Coton Sport FC pada 22 September.

Eto'o, yang terpilih kembali sebagai presiden FECAFOOT minggu lalu di tengah kontroversi, tampaknya bertekad untuk merestrukturisasi tim nasional beberapa saat menuju Piala Afrika 2025.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang