Menteri Perdagangan Nilai Pasar Kendaraan Indonesia Masih Baik
Budi Santoso, Menteri Perdagangan mengungkap bahwa pasar kendaraan di Indonesia dinilai masih baik. Pasalnya jelang periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 terjadi peningkatan penjualan.
Hal ini diklaim mencermintan daya beli masyarakat yang membaik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Pemicu peningkatan penjualan kendaraan bermotor didorong oleh kebutuhan mobil masyarakat Indonesia yang ingin mudik. Angka ini menunjukkan indikasi daya beli masyarakat masih terjaga sepanjang Ramadan dan Idul Fitri," ungkapnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales pada Februari 2026 memang tumbuh dibanding bulan sebelumnya.

Pada periode tersebut tercatat ada 81.159 unit berhasil dikirim dari pabrik ke diler. Jumlah itu meningkat 22,1 persen dari Januari yang cuma 66.472 unit.
Sementara penjualan retail atau dari diller ke konsumen juga mengalami peningkatan. Pada Februari 2026 distribusi mobil ke pelanggan mencapai 78.219 unit atau naik 16,7 persen dibandingkan Januari 2026 yang sebanyak 66.447 unit.
Selain mobil, pasar motor juga mengalami pertumbuhan. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) wholesales sepeda motor pada Februari 2026 mencapai 587.354 unit atau naik 1 persen dari Januari 2026 yang cuma 577.763 unit.
Tingginya angka penjualan membuat dirinya optimis pasar otomotif bakal kembali tumbuh di Maret 2026.
"Di bulan Maret 2026 diprediksi secara optimis bahwa diharapkan kenaikan penjualan mobil dan motor meningkat 15 hingga 20 persen dibandingkan dengan bulan Februari," ujarnya.
Namun pendapat berbeda diutarakan Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi dan Pengamat Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurutnya peningkatan penjualan di dua bulan pertama tidak bisa dijadikan sebagai indikator akhir pulihnya daya beli masyarakat.
Ia menilai ada beberapa faktor pendorong positifnya tren penjualan mobil Februari 2026.
“Lebih banyak berasal dari akumulasi penyelesaian pesanan pameran di akhir 2025 dan Februari 2026,” ungkapnya pada KatadataOTO beberapa waktu lalu.

Ia bahkan mengungkap di kuartal kedua situasi harus lebih diwaspadai.
“Memasuki kuartal kedua, kondisi pasar perlu diwaspadai. Validasi pemulihan daya beli yang lebih nyata baru akan terlihat jika segmen entry level bisa tumbuh secara berkelanjutan tanpa bergantung pada promo jangka pendek,” ungkap Yannes.