Chef Indonesia Jadi Pastry Chef Terbaik Asia 2026, Angkat Bahan Lokal
Chef asal Indonesia, Ardika Dwitama berhasil meraih gelar Chef Pastry Terbaik se Asia, Asia's Best Pastry Chef Award 2026, yang disponsori oleh Valrhona, bagian dari 50 Restoran Terbaik se-Asia 2026.
"Sangat terinspirasi oleh seni, pengaruh global Jakarta, dan keindahan terroir Indonesia, kreativitas dan bakat Dwitama telah memenangkannya Penghargaan Koki Pastry Terbaik Asia, yang disponsori oleh Valrhona, sebagai bagian dari 50 Restoran Terbaik Asia 2026," dikutip dari laman resmi The Worlds 50 Best, Senin (303/2026).
Lebih lanjut disampaikan, Ardika Dwitama dikenal dengan pendekatan terhadap bahan-bahan Indonesia yang terinspirasi secara global.
Dwitama ialah seorang kepala koki pastry di sebuah restoran bernama August Jakarta, di Jakarta.
Pada November 2021, Dwitama berkolaborasi dengan Chef Hans Christian dan pemilik restoran Budi Cahyadi untuk membuka August Jakarta.
Di August Jakarta, Dwitama mencoba menyajikan pastry dengan pendekatan imajinatif, ke sebuah restoran mewah di kawasan Sudirman, Jakarta.
Sebelumnya, Dwitama juga telah memenangkan penghargaan Koki Pastru Terbaik Tatler 2025, sebagai bagian dari Penghargaan Terbaik di Kelas Tatler untuk Indonesia.
Kilas balik dunia pastry Dwitama
Jauh sebelum memenangkan ajang penghargaan se Asia ini, Dwitama pernah mengenyam pendidikan di Le Cordon Bleu College of Culinary Arts Sydney pada 2010.
Kemudian, Dwitama melanjutkan studi manajemen bisnis internasional di Le Cordon Bleu di Adelaide pada tahun 2012, dengan tujuan bekerja di bidang perhotelan.
Namun di tengah perjalanan, Dwitama menemukan bahwa passion-nya terletak di dapur. Sehingga dimulailah perjalanan Dwitama di dunia pastry.
Seiring menjajaki dunia kuliner, Dwitama pernah bekerja dengan koki TV Australia, Darren Purchese, di studio pastry terkenalnya di Melbourne, Burch & Purchese.
Kemudian, Dwitama kembali ke Indonesia pada tahun 2014, dan menjadi bagian dari tim pembukaan restoran Will Goldfarb yang terkenal di Ubud, Room 4 Dessert.
Kini, di August, pemenang penghargaan One To Watch Award, sebagai bagian dari Asia's 50 Best Restaurants 2023, Dwitama menciptakan hidangan penutup yang modern, berlapis, dan sangat dipengaruhi oleh budaya dan lingkungan Indonesia.
Ardika Dwitama, Chef Indonesia yang berhasil meraih gelar Chef Pastry Terbaik se Asia, Asia's Best Pastry Chef Award 2026.
alih mengandalkan gula rafinasi dan bahan-bahan impor, ia mengalihkan fokusnya ke rasa manis alami menggunakan madu, gula aren, dan gula kelapa dalam hidangannya.
Gula halus pada hidangannya ini digunakan dengan cara yang sama seperti garam.
Ia menggunakan gula halus dalam jumlah kecil untuk menekankan cita rasa bahan-bahan, bukan untuk menutupi rasa lainnya.
Jika berkunjung ke August, pengunjung akan menikmati beberapa hidangan seperti teh melati sencha dengan jeruk dan yogurt, es krim sourdough dengan murbei dan kacang mete, atau puding ketan dengan granita markisa, jeli nanas fermentasi, dan minyak thyme.
Apa itu Asia's 50 Best Restaurant?
Asia's 50 Best Restaurant merupakan penghargaan terhadap restoran di Asia yang dinilai oleh lebih dari 350 pakar industri restoran di Asia.
Penilaian di sini diserahkan kepada para penikmat kuliner terpercaya dan berpengalaman.
Penghargaan ini dibagi menjadi tujuh wilayah yang mewakili restoran di Asia.Di antaranya yaitu wilayah: India & Subkontinen; Asia Tenggara – Selatan; Asia Tenggara – Utara; Hong Kong, Taiwan & Makau; Tiongkok Daratan; Korea; dan Jepang.
Juri dalam penghargaan ni terdiri dari penulis dan kritikus makanan, koki, pemilik restoran, dan penikmat kuliner yang berpengalaman.
Bagaimana sistem penilaiannya?
Sistem penilaiannya, setiap juri diminta memilih 10 restoran, dengan setidaknya empat di antaranya berasal dari luar negara asal mereka.
"Pemungutan suara ini bersifat sangat rahasia sebelum pengumuman daftar," katanya.
Aturan penilaiannya, para juri harus pernah makan di restoran yang mereka nominasikan dalam 18 bulan terakhir.
Pemilih tidak diperbolehkan untuk memilih restoran milik mereka, atau restoran yang masih berhubungan dengan kepentingan finansial di dalamnya.
Nominasi harus diajukan untuk restorannya, bukan untuk pemilik restoran atau koki.
Para juri nantinya menyampaikan pilihan mereka sesuai urutan preferensi, tujuannya untuk menentukan posisi jika terjadi seri.
Setiap restoran harus menerima suara dari lebih dari satu negara/wilayah agar dapat masuk dalam daftar nominasi.
Artinya dalam metode penilaian ini, restoran tidak dapat mengajukan diri untuk masuk dalam daftar, tidak dapat dinominasikan, dan tidak ada pengaruh eksternal, termasuk dari sponsor.
Ini juga berarti bahwa setiap restoran di Asia memenuhi syarat, kecuali jika restoran tersebut tutup pada saat daftar diumumkan.
Atau, pihak penyelenggara menerima pemberitahuan bahwa restoran tersebut akan tutup dalam waktu dekat.
Tidak ada kriteria khusus yang harus dipenuhi oleh sebuah restoran. Mereka tidak harus menjual produk tertentu.
Tidak ada batasan waktu operasional restoran untuk masuk ke dalam nominasi, dan tidak perlu memenangkan penghargaan kuliner lain sebelumnya.
Tidak satu pun karyawan dari sponsor yang terkait dengan penghargaan ini, termasuk sponsor utama, yang memberikan suara atau memiliki pengaruh apa pun terhadap hasilnya.
Kriteria ini dirancang untuk memungkinkan para juri memberikan suara secara luas. Mereka dapat memilih restoran kecil yang tidak dikenal di lokasi terpencil, atau memilih tempat paling terkenal di negara atau wilayah mereka sendiri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang