Kapal Perang Baru TNI AL Tiba di Indonesia, Intip Spesifikasi ‘Monster Laut’ KRI Prabu Siliwangi-321
Penguatan pertahanan maritim Indonesia sedang mendapat dorongan signifikan. Kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut, KRI Prabu Siliwangi-321, resmi memasuki perairan nasional setelah menuntaskan pelayaran panjang lintas samudera.
Kapal jenis Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) itu terdeteksi melintasi Selat Sunda sebagai bagian akhir dari Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26. Kehadirannya langsung disambut unsur TNI AL lainnya, KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I.
Momen penyambutan tersebut tidak sekadar seremoni. Kedua kapal melaksanakan passing exercise atau Passex, sebuah manuver taktis di laut yang menjadi indikator kesiapan tempur serta profesionalisme prajurit.
Latihan berjalan lancar dan menunjukkan soliditas antar unsur. Koordinasi dan komunikasi antar kapal terlihat terjaga, menjadi sinyal penting bahwa integrasi sistem tempur TNI AL terus berkembang di tengah tuntutan keamanan maritim yang semakin kompleks.
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di laut, KRI Prabu Siliwangi-321 melanjutkan pelayaran menuju Dermaga Panjang, Lampung untuk pengisian logistik sebelum dijadwalkan menjalani peresmian di Jakarta pada akhir Maret 2026.
Kedatangan kapal ini bukan sekadar penambahan alutsista. Lebih dari itu, ini menjadi simbol keberhasilan pelayaran lintas samudera yang menempuh rute panjang melewati Samudera Atlantik hingga Samudera Hindia, sekaligus menegaskan kesiapan Indonesia dalam mengoperasikan kapal perang berteknologi tinggi.
Dirancang untuk Multi-Misi, dari Patroli hingga Perang Modern
KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal perang multiguna yang dibangun oleh galangan Italia, Fincantieri. Platform PPA yang diusung dikenal fleksibel karena mampu dikonfigurasi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari patroli keamanan laut hingga operasi tempur intensitas tinggi.
Desainnya mengadopsi konsep modern dengan haluan wave-piercing bow yang meningkatkan stabilitas saat menghadapi gelombang besar, sekaligus menjaga efisiensi bahan bakar dalam pelayaran jarak jauh.
Dari sisi ukuran, kapal ini tergolong besar di kelasnya. Panjang mencapai 143 meter dengan lebar 16,5 meter dan draft 5,2 meter. Bobotnya bisa mencapai lebih dari 6.000 ton dalam kondisi penuh, menjadikannya salah satu kapal tempur paling bertenaga di kawasan Asia Tenggara.
Kecepatan maksimum yang mampu ditembus mencapai 32 knot atau sekitar 59 km per jam. Sementara itu, jangkauan operasionalnya mencapai 5.000 mil laut, memungkinkan kapal beroperasi dalam waktu lama tanpa perlu sering kembali ke pangkalan.