Turis Malaysia Doyan Wisata ke PIK, sampai Buka Jastip Barang Lokal

Turis Malaysia Doyan Wisata ke PIK, sampai Buka Jastip Barang Lokal

Pantai Indah Kapuk (PIK) menjadi salah satu destinasi wisata di Jakarta yang digemari banyak turis asal Malaysia.

Berdasarkan data PIK Tourism Board, turis Malaysia mendominasi angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke PIK sepanjang tahun.

"Jadi kalau Malaysia ya mungkin monoton kali ya, selalu ada sepanjang tahun," kata Tourism Planning PIK Tourism Board, Ricky Adiputra, ketika ditemui Kompas.com di PIK, Sabtu (21/3/2026).

Tanpa menyebutkan angka pasti kunjungan turis Malaysia ke Indonesia, kata Ricky, turis Malaysia dikenal gemar berbelanja.

Aktivitas wisata ini hampir selalu dilakukan turis asal negara tetangga itu setiap kali berkunjung ke kawasan PIK.

Bukan hanya belanja pribadi, mereka juga diketahui membuka layanan jasa titip (jasa titip) barang lokal untuk dibawa kembali ke negaranya.

"Mereka suka ke By The Sea, ke sana jam-jam sore, dari siang ke sore, semua bawa koper. Jadi either mereka dari airport nyampe langsung belanja atau sebelum mereka pulang ke Malaysia, mampir ke sini," ungkap Ricky.

By The Sea PIK merupakan ritel bernuansa tropis di PIK yang menjual berbagai produk merek lokal.

Turis Malaysia Doyan Wisata ke PIK, sampai Buka Jastip Barang Lokal

Salah satu pintu masuk East Coast By The Sea di Golf Island PIK.

Saat mampir ke tempat belanja ini, turis Malaysia biasanya membeli parfum, busana, sampai produk perawatan kulit (skincare).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), turis Malaysia memang mendominasi kunjungan turis asing ke Indonesia sepanjang 2025.

Malaysia menjadi negara penyumbang wisman paling besar dengan total 17,3 persen, seperti dilaporkan .

Diikuti oleh Singapura dengan 14,5 persen, Australia sebanyak 11 persen, Timor Leste sebanyak 8 persen, lalu China, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris, serta negara lainnya.

Sebagian besar turis asal Malaysia masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang, Banten.

Turis lain di PIK

Turis Malaysia Doyan Wisata ke PIK, sampai Buka Jastip Barang Lokal

Bernama Kota Belanda alias La Riviera, spot wisata di PIK 2 ini menawarkan pengalaman ala Eropa yang dapat diakses secara gratis, bahkan mudah dijangkau dengan transportasi umum seperti TransJakarta. Foto diambil pada Rabu (4/2/2026).

PIK Tourism Board mencatat jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan PIK mencapai 18 juta orang pada 2025.

Tahun ini, kawasan wisata elit di pesisir utara Jakarta dan Tangerang itu menargetkan 31 juta turis sepanjang 2026.

Selain turis asal Malaysia, PIK juga mencatat tingginya kunjungan turis asal Brunei Darussalam.

Secara spesifik, Ricky mengungkapkan bahwa turis asal Brunei Darussalam juga memiliki kebiasaan serupa dengan turis Malaysia, yakni berbelanja, tepatnya mengincar produk tas merek lokal.

Ada pula turis asal China yang gemar berwisata ke PIK. Namun, Ricky mengatakan bahwa turis asal China dan Taiwan juga sering kali datang untuk berbisnis.

Selagi berbelanja, turis-turis dari berbagai negara tersebut juga tidak lupa berkunjung ke spot wisata lain di PIK, seperti Aloha, Pantjoran, sampai Sunset Pier.

Adapun untuk turis domestik, kebanyakan berasal dari daerah Jabodetabek, Bandung, hingga Lampung. Kunjungan turis domestik ini dipengaruhi oleh akses transportasi umum menuju PIK yang terus meningkat.

"Sekarang itu Bandung juga sudah connect ke PIK pakai City Trans, direct. Selain wisatawan, sebenarnya banyak juga karyawan sini yang orang Bandung," kata Ricky.

Begitu juga dengan moda transportasi umum TransJakarta T31 rute Blok M-PIK 2 yang memudahkan kunjungan wisatawan Jabodetabek ke PIK.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang