Menlu Iran: Kematian Ali Larijani Tak Goyahkan Kekuatan Pertahanan Teheran

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi

 Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, merespon kabar kematian  Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani. Araghchi menyebut bahwa pembunuhan terhadap Larijani tidak akan melemahkan pemerintahan Tehran.

Dalam wawancaranya dengan Al Jazeerah, Araghchi menjelaskan bahwa pemerintahan di Iran dibangun atas institusi, bukan individu, dan menegaskan bahwa serangan AS dan Israel terhadap para pemimpin tertinggi Iran tidak akan mengguncang sistem yang tetap berjalan meski Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah tewas pada serangan pertama 28 Februari lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya tidak tahu mengapa Amerika dan Israel masih belum memahami hal ini Republik Islam Iran memiliki struktur politik yang kuat dengan institusi politik, ekonomi, dan sosial yang mapan. Keberadaan atau ketiadaan satu individu tidak akan memengaruhi struktur ini,” kata dia dalam wawancara tersebut dikutip Rabu 18 Maret 2026.

Araghchi menyebut memang setiap individu memiliki pengaruh dan memainkan perannya masing-masing ada yang lebih efektif, ada yang kurang. Tetapi yang paling penting adalah sistem politik Iran tetap kuat dan stabil, sehingga kehilangan seorang pemimpin tidak akan menggoyahkan keseluruhan struktur pemerintahan.

Makna Pernyataan Abbas Araghchi

Militer Iran dibangun berdasarkan doktrin yang disebut sebagai “Pertahanan Mozaik,” sebuah strategi yang dikembangkan selama bertahun‑tahun oleh pemikir militer Iran, terutama di bawah komando Mohammad Ali Jafari.

Dalam pernyataannya sebelumnya, Araghchi mengatakan bahwa Iran telah menghabiskan hampir dua dekade untuk mempelajari cara-cara peperangan militer AS di kawasan timur dan barat dekat Iran, dan pelajaran dari studi itu kemudian dijadikan dasar strategi pertahanan negara.

“Kami telah menerapkan pelajaran tersebut. Serangan bom di ibu kota tidak memengaruhi kemampuan kami menjalankan perang. Doktrin Pertahanan Mozaik yang terdesentralisasi memungkinkan kami memutuskan kapan dan bagaimana perang akan berakhir,” katanya beberapa hari setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel.

Apa Itu Pertahanan Mozaik Iran?

Pertahanan Mozaik adalah konsep militer Iran untuk menyusun struktur pertahanan negara dalam beberapa lapisan regional dan semi-independen, alih-alih memusatkan kekuatan dalam satu rantai komando yang bisa lumpuh jika pemimpin puncak dibunuh.

Dalam model ini, IRGC, Basij, unit militer reguler, pasukan rudal, aset angkatan laut, dan struktur komando lokal menjadi bagian dari sistem terdistribusi. Jika satu bagian diserang, bagian lain tetap berfungsi, dan jika pemimpin senior tewas, rantai komando tidak runtuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sendiri dibagi ke dalam 31 komando provinsi, dan setiap komando provinsi berfungsi sebagai unit militer mandiri dengan persenjataan, intelijen, dan sistem komandonya sendiri. Jika komunikasi dengan pimpinan pusat terputus, doktrin ini memberikan kewenangan dan kemampuan kepada unit lokal untuk bertindak sendiri.

Dr. Michael Connall, pakar budaya militer Iran, mengatakan bahwa restrukturisasi ini dirancang untuk membuat setiap upaya melemahkan pertahanan Iran menjadi sangat sulit.