Serangan Israel di Teheran Menargetkan Pejabat Tinggi Iran Ali Larijani, Komandan Basij Iran Soleimani Tewas

Ali Larijani, Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran
Ali Larijani, Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran

 Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengkonfirmasi telah menewaskan komandan pasukan paramiliter Basij, Gholamreza Soleimani, dalam serangan di Iran pada Senin malam. Gelombang serangan besar Israel juga menargetkan pejabat keamanan paling senior Iran, Ali Larijani, dalam sebuah serangan udara di Teheran. 

Soleimani menjadi sasaran saat berada di sebuah kamp tenda yang baru-baru ini didirikan oleh Basij. Menurut IDF, Basij mendirikan kamp tersebut setelah militer menyerang banyak markas pasukan paramiliter tersebut. Selain itu, serangan tersebut juga menewaskan wakil komandan Basij dan pejabat tinggi lainnya di pasukan paramiliter tersebut, kata IDF.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Basij dikenal karena perannya dalam menekan protes anti-rezim secara brutal, dan diyakini bertanggung jawab atas kematian warga sipil Iran yang tak terhitung jumlahnya.

IDF juga mengkonfirmasi bahwa mereka menargetkan pejabat tinggi Iran, Ali Larijani, di Teheran semalam, meskipun mereka mengatakan masih menyelidiki hasil serangan tersebut, dan masih belum jelas apakah ia tewas dalam serangan tersebut, menurut sumber Israel yang dikutip CNN International.

Serangan Israel di Teheran, Senin malam (16/3)

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) masih melakukan penilaian dampak serangan (battle damage assessment) guna memastikan hasil operasi tersebut.

Di sisi lain, serangan udara terbaru Israel di Iran juga dilaporkan menyasar tokoh penting dari Jihad Islam Palestina yang berada di Iran, termasuk pemimpinnya Akram al-Ajouri, bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya dalam kelompok tersebut, menurut sumber pertahanan.

Militer meyakini al-Ajouri kemungkinan tewas dalam serangan itu, tetapi  masih berupaya untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengonfirmasi adanya operasi tersebut. Dalam evaluasi pada Selasa pagi, ia menyebut hasil serangan menunjukkan capaian signifikan.

"Pencapaian eliminasi yang signifikan juga tercatat semalam, dengan potensi untuk memengaruhi pencapaian kampanye dan misi IDF" — yang tampaknya merujuk pada serangan yang menargetkan Larijani.

"Ini sebagai tambahan dari eliminasi yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir di Iran terhadap elemen eksternal, yang juga terkait dengan arena Palestina," kata Zamir, merujuk pada para pejabat Jihad Islam.

Ia juga menyebut bahwa "para operator senior yang terlibat dalam aktivitas teroris dari Gaza dan dari Yudea dan Samaria (Tepi Barat)" berada di sebuah rumah persembunyian di Teheran saat serangan berlangsung.

Dalam operasi tersebut, IDF melancarkan serangan terkoordinasi di tiga kota utama Iran, yakni Teheran, Shiraz, dan Tabriz, dengan sasaran fasilitas produksi rudal serta pusat komando militer.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan udara di ketiga wilayah itu difokuskan pada infrastruktur dan instalasi militer Iran. Puluhan jet tempur dilaporkan menjatuhkan banyak bom dalam operasi tersebut.

Di Teheran, target mencakup sejumlah fasilitas keamanan, termasuk milik Kementerian Intelijen Iran dan pasukan paramiliter Basij, serta lokasi penyimpanan dan peluncuran drone, rudal balistik, dan sistem pertahanan udara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara di Shiraz, Angkatan Udara Israel menyerang markas pasukan keamanan internal serta gudang penyimpanan rudal balistik. Adapun di Tabriz, jet tempur Israel menghancurkan tambahan sistem pertahanan udara dengan tujuan memperluas keunggulan udara mereka.

IDF menyebut rangkaian serangan ini sebagai bagian dari "fase pendalaman pukulan terhadap sistem dan kemampuan inti rezim teror Iran."