Rapor Ganda Putra Indonesia Usai Tur Eropa, Alarm Jelang Piala Thomas

German Open, All England, Swiss Open, Orleans Masters, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Bagas Maulana, Rapor Ganda Putra Indonesia Usai Tur Eropa, Alarm Jelang Piala Thomas

Ganda putra Indonesia gagal membawa pulang gelar juara dari Tur Eropa yang berlangsung selama sebulan terakhir.

Tur Eropa dimulai dari German Open 2026 (24 Februari-1 Maret), kemudian berlanjut ke All England 2026 (3-8 Maret).

Bergeser lagi ke Swiss Open 2026 (10-15 Maret) dan berakhir di Orleans Masters 2026 (17-22 Maret). 

Khusus ganda putra, perjalanan berawal dari All England, di mana lima pasangan diterjunkan untuk bersaing, termasuk Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (unggulan ke-4).

Sayangnya, hasil undian All England mengharuskan sesama wakil Indonesia saling sikut di babak 16 besar. Fajar/Fikri disingkirkan juniornya, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Hasil mengecewakan lain dialami Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani yang berstatus unggulan ke-7. Mereka langsung kandas di babak pertama.

Begitu pula Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang berlabel finalis All England tahun lalu. Mereka tak bisa berbuat banyak dan tersingkir di babak pertama.

Mentok di Semifinal

Satu ganda putra lagi, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat melangkah sampai perempat final All England 2026.

Adapun pencapaian paling jauh ganda putra Indonesia di All England 2026 adalah semifinal atas nama debutan Raymond/Joaquin.

Pasangan muda jebolan PB Djarum ini menyajikan permainan memikat sebelum dikalahkan ganda putra nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, di semifinal.

Performa meyakinkan Raymond/Joaquin di All England yang notabene turnamen BWF World Tour level Super 1000 sempat melambungkan harapan merengkuh juara di turnamen berikutnya.

German Open, All England, Swiss Open, Orleans Masters, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Bagas Maulana, Rapor Ganda Putra Indonesia Usai Tur Eropa, Alarm Jelang Piala Thomas

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dalam laga kontra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dalam babak 16 besar All England 2026 di Utilita Arena, Birmingham.

Apa daya, langkah Raymond/Joaquin justru tersendat di Swiss Open 2026 dan Orleans Masters 2026 yang secara level turnamen berada di bawah All England.

Raymond/Joaquin kalah di babak pertama Swiss Open 2026 dan mentok di perempat final Orleans Masters 2026.

"Kami harus belajar kontrol emosi," kata Nikolaus Joaquin usai tersingkir di perempat final Orleans Masters 2026

"Tidak mudah menjalani Tur Eropa yang tiga turnamen ini terutama dari segi menjaga fokus pikirannya. Ini harus dikuatkan lagi," jelasnya. 

Sinyal Bahaya untuk Piala Thomas

Sementara itu, prestasi Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang juga melanjutkan perjalanan di Swiss Open dan Orleans Masters tak terlalu mentereng.

Kiprah di Swiss Open hanya sampai babak 16 besar, lalu di Orleans Masters mentok di semifinal dan kalah dari pasangan lapis kesekian China.

Padahal, Leo/Bagas sempat memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan saat menjuarai Thailand Masters 2026 dua bulan lalu.

"Kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Hasil yang belum maksimal pastinya, setelah ini kami akan evaluasi dengan pelatih," ujar Leo Rolly Carnando.

Situasi ini harus segera ditangani PBSI mengingat sektor ganda putra paling diandalkan dalam meraih gelar juara BWF World Tour.

Terlebih, Indonesia sedang bersiap menyambut ajang beregu paling bergengsi dan sarat tradisi, Piala Thomas 2026, bulan depan (24 April-3 Mei).

Drawing Piala Thomas 2026 menempatkan Indonesia segrup dengan Thailand, Perancis, dan Aljazair. Dua negara yang disebut pertama berpotensi menjadi ancaman besar.

Sebelum Piala Thomas 2024, atlet Indonesia punya satu kesempatan berbenah diri di Kejuaraan Asia 2026 yang berlangsung pada 7-12 April mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang