Pahami Cara Benar Membaca Label Gizi pada Kemasan
Informasi nilai gizi pada kemasan makanan dapat membantu masyarakat mengetahui jumlah kalori serta kandungan nutrisi yang dikonsumsi. Namun, manfaat tersebut hanya bisa diperoleh jika konsumen memahami cara membaca label pangan dengan benar.
Head of Strategic Marketing Nutrifood, Susana S.T.P., M.Sc., PD.Eng., mengatakan bahwa label gizi sebenarnya memberikan gambaran mengenai jumlah kalori serta kandungan nutrisi dalam suatu produk.
Dengan membaca label gizi, masyarakat dapat memperkirakan jumlah energi, lemak, gula, serta zat gizi lain yang masuk ke tubuh. Informasi ini penting agar konsumsi makanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas sehari-hari.
“Kalau kita membaca dan memahami label pangan, kita akan tahu kalori yang kita asup berapa, lemaknya berapa, dan gulanya seberapa banyak,” ujarnya saat Media Briefing “Cermat Memilih Pangan Olahan untuk Mencegah Obesitas” di Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).
Menurut Susana, kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda. Misalnya, seseorang yang rutin berlari jarak jauh tentu membutuhkan asupan energi lebih besar dibandingkan orang yang sebagian besar waktunya dihabiskan dengan duduk di kantor.
Maka dari itu, memahami label gizi dapat membantu masyarakat menyesuaikan konsumsi makanan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.
Perhatikan Takaran Saji
Hal pertama yang perlu diperhatikan saat membaca label gizi adalah takaran saji. Ini merupakan jumlah makanan atau minuman yang dijadikan dasar perhitungan informasi nilai gizi pada kemasan.
Sebagai contoh, pada kemasan minuman tertulis satu takaran saji adalah 125 mililiter. Artinya, seluruh informasi nilai gizi yang tercantum dihitung berdasarkan jumlah tersebut.
Namun, dalam beberapa produk, satu kemasan bisa terdiri dari lebih dari satu takaran saji. Artinya, jika konsumen menghabiskan satu kemasan yang berisi beberapa takaran saji, maka jumlah kalori dan zat gizi yang masuk ke tubuh harus dikalikan sesuai jumlah takaran tersebut.
Ilustrasi produk makanan dan minuman kemasan. Kemenkes RI menyusun Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) palabelan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) pada produk makanan dan minuman.
Misalnya, jika satu kemasan makanan ringan memiliki dua takaran saji dengan 140 kalori per sajian, maka menghabiskan seluruh kemasan berarti mengonsumsi sekitar 280 kalori.
Hal ini sering kali tidak disadari oleh konsumen sehingga jumlah kalori yang dikonsumsi menjadi lebih besar dari yang diperkirakan.
Cermati Energi dan Kandungan Gizi
Selain takaran saji, label gizi juga memuat informasi mengenai energi total atau jumlah kalori yang masuk ke tubuh ketika seseorang mengonsumsi satu takaran saji produk tersebut.
“Di label itu kita bisa melihat energi total, lemak, gula, dan berbagai zat gizi lainnya,” ujar Susana.
Di dalam label gizi juga biasanya terdapat rincian berbagai zat gizi, seperti lemak total, lemak jenuh, kolesterol, protein, serta natrium atau sodium.
Beberapa zat gizi tersebut memang memiliki fungsi bagi tubuh, tetapi konsumsinya perlu dibatasi jika berlebihan.
Sebaliknya, ada pula zat gizi yang dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah cukup, seperti serat, vitamin, dan kalsium.
Semua nutrisi pada dasarnya memiliki manfaat bagi tubuh. Namun, penting bagi konsumen untuk memperhatikan jumlah konsumsinya agar tetap seimbang dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Cek Informasi Penting Lain pada Kemasan
Selain informasi nilai gizi, label pangan juga memuat berbagai keterangan penting lainnya.
“Di luar informasi nilai gizi biasanya ada juga tanggal kedaluwarsa, komposisi bahan, hingga izin edar produk,” jelasnya.
Beberapa di antaranya meliputi tanggal kedaluwarsa, komposisi bahan, berat atau isi bersih produk, serta logo halal.
Pada produk pangan olahan, biasanya juga tercantum nomor izin edar yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sementara itu, produk pangan dari usaha kecil dapat menggunakan nomor PIRT yang diterbitkan oleh dinas kesehatan daerah.
Dengan memahami berbagai informasi pada label kemasan, masyarakat dapat memilih makanan dengan lebih bijak sekaligus menyesuaikan asupan kalori dengan kebutuhan tubuh sehari-hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang