Perdebatan Selebritis Pakai Ozempic di Oscar 2026, Tubuh Kurus Kembali Jadi Standar?

Ozempic, standar kecantikan, Oscar 2026, Perdebatan Selebritis Pakai Ozempic di Oscar 2026, Tubuh Kurus Kembali Jadi Standar?

Penampilan para selebritas di ajang Oscar 2026 memicu perdebatan baru di dunia hiburan. Bukan hanya soal gaun dan gaya, tetapi juga perubahan tubuh yang dinilai semakin kurus secara drastis.

Banyak pengamat menyoroti kemunculan tren tubuh sangat ramping di karpet merah, yang kemudian dikaitkan dengan penggunaan obat penurun berat badan seperti Ozempic. 

Fenomena ini pun memicu diskusi luas, mulai dari aspek kesehatan hingga standar kecantikan di industri hiburan.

Fenomena ozempic di Oscar 2026, tubuh semakin kurus jadi sorotan

Disadur Times Now News, Kamis (19/3/2026), pada Oscar 2026, sejumlah selebritas tampil dengan tubuh yang jauh lebih kurus dibandingkan sebelumnya. 

Tulang pipi yang menonjol, lengan yang sangat ramping, hingga bentuk tubuh yang tampak menyusut menjadi perhatian publik.

Fenomena ini disebut-sebut sebagai kembalinya tren tubuh kurus ekstrem ala era 1990-an. Dalam beberapa tahun terakhir, industri hiburan sempat mendorong body positivity, namun kini arah tersebut dinilai mulai bergeser.

Para ahli menilai, popularitas obat seperti Ozempic turut berperan dalam perubahan ini. Obat yang awalnya digunakan untuk penderita diabetes ini kini banyak digunakan secara off-label untuk menurunkan berat badan.

Lonjakan penggunaan ini juga dipicu oleh tekanan industri hiburan yang menuntut penampilan fisik ideal. Tak heran, perubahan tubuh selebritas menjadi sorotan publik sekaligus memicu spekulasi luas di media sosial.

Standar kecantikan bergeser, tubuh kurus kembali jadi tren?

Kembalinya tubuh kurus sebagai standar kecantikan memunculkan kekhawatiran tersendiri. Setelah bertahun-tahun kampanye penerimaan diri digaungkan, tren ini dinilai sebagai langkah mundur.

Beberapa kritikus menilai bahwa fenomena ini mencerminkan tekanan lama yang belum sepenuhnya hilang. 

Tubuh yang sangat kurus kembali dianggap sebagai simbol kecantikan dan kesuksesan, terutama di Hollywood.

Padahal, tren kecantikan yang terlalu ekstrem dapat berdampak pada kesehatan mental maupun fisik. Banyak orang merasa terdorong untuk mengikuti standar tersebut tanpa mempertimbangkan risiko kesehatan.

Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana industri hiburan memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik tentang tubuh ideal.

Manfaat ozempic untuk kesehatan dan pengelolaan berat badan

Ozempic dikenal sebagai obat yang efektif dalam membantu pengelolaan gula darah, khususnya pada penderita diabetes tipe 2. 

Selain itu, efek samping berupa penekanan nafsu makan membuat obat ini juga dimanfaatkan untuk membantu menurunkan berat badan.

“Ozempic adalah obat GLP-1 yang meniru hormon alami dalam tubuh untuk mengatur gula darah dan nafsu makan,” jelas ahli gizi Toby Amidor, dikutip Forbes.

Dengan mekanisme tersebut, ozempic membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga asupan kalori berkurang. 

Dalam beberapa penelitian, penggunaan semaglutide, zat aktif dalam ozempic, bahkan dapat membantu menurunkan berat badan secara signifikan.

Tak hanya itu, ozempic juga memiliki manfaat tambahan, seperti membantu menurunkan risiko penyakit jantung pada pasien dengan kondisi tertentu. 

Hal ini membuatnya menjadi salah satu terapi penting dalam dunia medis, terutama bagi pasien dengan obesitas dan diabetes.

Namun, para ahli menekankan bahwa manfaat tersebut hanya optimal jika penggunaan dilakukan sesuai indikasi medis dan di bawah pengawasan dokter.

Risiko dan efek samping ozempic yang perlu diwaspadai

Di balik manfaatnya, penggunaan ozempic juga memiliki sejumlah risiko yang tidak boleh diabaikan, terutama jika digunakan tanpa pengawasan medis.

“Obat ini tidak ditujukan untuk penurunan berat badan secara sembarangan,” ungkap Daniel Gould, M.D., Ph.D., seorang ahli bedah plastik dan rekonstruksi bersertifikasi.

Efek samping yang umum dilaporkan antara lain mual, muntah, diare, sembelit, hingga nyeri perut. Kondisi ini terjadi karena cara kerja obat yang memperlambat sistem pencernaan.

Dalam kasus tertentu, risiko yang lebih serius juga dapat muncul, seperti pankreatitis, gangguan ginjal, hingga masalah pada kantung empedu. 

Selain itu, penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat menyebabkan hilangnya massa otot.

Fenomena lain yang menjadi perhatian adalah ozempic face, yaitu kondisi wajah yang tampak lebih cekung akibat kehilangan lemak secara drastis.

Ahli juga mengingatkan bahwa penggunaan tanpa pengawasan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi.

Oleh karena itu, penggunaan ozempic harus disertai pola makan sehat dan pemantauan medis yang ketat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang