Destinasi Wisata Wonosobo Bersiap Sambut Libur Lebaran 2026
Menjelang meningkatnya mobilitas wisatawan pada libur Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo melakukan kegiatan pantauan dan monitoring terhadap berbagai usaha pariwisata di wilayahnya.
Kegiatan ini dilaksanakan sejak 11 Maret 2026 dan menyasar sejumlah sektor, mulai dari daya tarik wisata, akomodasi, hingga usaha makanan dan minuman.
17 Maret 2026, Disparbud Wonosobo bersama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah melakukan monitoring lanjutan di beberapa titik yang diproyeksikan ramai wisatawan, antara lain Telaga Menjer, Dieng, serta kawasan wisata lain termasuk Blembem.
Monitoring juga dilakukan di sektor akomodasi dan usaha kuliner, seperti Horison Resort Dieng dan Tambi Tea Resort.
Pastikan kesiapan sambut puncak kunjungan wisatawan
Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, menjelaskan bahwa monitoring ini merupakan langkah untuk memastikan kesiapan pengelola destinasi menghadapi potensi lonjakan wisatawan saat libur Lebaran.
Kegiatan ini sekaligus bagian dari sosialisasi dan implementasi Surat Edaran Bupati Wonosobo mengenai penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama periode liburan.
Telaga Menjer di Wonosobo, Jawa Tengah
“Libur Lebaran merupakan periode dengan tingkat mobilitas yang sangat tinggi, termasuk kunjungan wisatawan ke Wonosobo. Karena itu kami turun langsung ke lapangan agar destinasi dan pelaku usaha benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik,” ujar Fahmi.
Ia menegaskan bahwa pariwisata Wonosobo memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah. Sinergi pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat menjadi faktor penting untuk meningkatkan mutu layanan pariwisata.
Penerapan CHSE dan mitigasi risiko jadi fokus
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparbud Wonosobo, Hapipi, menambahkan bahwa tim monitoring memberikan sejumlah imbauan terkait penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE).
Beberapa aspek yang dipantau meliputi:
- kesiapan fasilitas dan wahana wisata,
- ketersediaan informasi bagi wisatawan,
- pengelolaan kebersihan lingkungan,
- kesiapan petugas pelayanan dan keamanan,
- serta kontrol kapasitas destinasi untuk menghindari kelebihan daya tampung.
Pengelola juga diminta memperkuat koordinasi dengan unsur keamanan, tenaga kesehatan, hingga lembaga penanggulangan bencana. Selain itu, fasilitas pendukung seperti area parkir, tempat istirahat pengemudi, serta ketersediaan tempat sampah turut menjadi perhatian utama.
Ajak wisatawan ikut jaga kenyamanan dan kebersihan
Disparbud Wonosobo juga mengajak masyarakat dan wisatawan berpartisipasi aktif menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban selama libur Lebaran.
Dengan monitoring yang dilakukan, pemerintah berharap seluruh destinasi dan usaha pariwisata dapat memberikan layanan optimal sehingga pengalaman wisata di Wonosobo tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.
Lokasi pantauan
Pantauan dilakukan secara sampling di beberapa destinasi dan sektor usaha yang diperkirakan akan mengalami lonjakan kunjungan, termasuk:
- Telaga Menjer
- Dieng
- Blembem
serta hotel, restoran, dan usaha kuliner di berbagai titik Kabupaten Wonosobo.
Dengan serangkaian pengawasan ini, Wonosobo menargetkan pelayanan wisata pada Lebaran 2026 tetap berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang