Top 5+ Tradisi Unik Sambut Lebaran di Berbagai Daerah Indonesia
Indonesia memiliki beragam tradisi unik dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Setiap daerah menghadirkan ritual khas yang sarat makna, mulai dari wujud syukur hingga simbol kebersamaan antar masyarakat.
Dilansir dari laman Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, berikut sejumlah tradisi unik yang masih dilestarikan di berbagai daerah di Indonesia menjelang Lebaran.
1. Yogyakarta
Warga masyarakat saat berebut gunungan yang terbuat dari hasil bumi di Masjid Gedhe
Salah satu tradisi yang cukup dikenal adalah Grebeg Syawal di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tradisi yang berasal dari Keraton Yogyakarta ini digelar setiap 1 Syawal sebagai wujud syukur setelah menjalani bulan Ramadan, dan telah berlangsung sejak abad ke-16.
Daya tarik utama Grebeg Syawal terletak pada tujuh gunungan yang terdiri dari tiga gunungan lanang atau kakung, serta masing-masing satu gunungan wadon atau estri, darat, gepak, dan pawuhan.
Gunungan tersebut dibawa oleh abdi dalem dan dikawal prajurit Bregodo dari Alun-Alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menuju Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman, dan Kantor Kepatihan, sebelum akhirnya diperebutkan masyarakat setelah didoakan.
2. Nusa Tenggara Barat
Atraksi gendang Belek menambah semarak suasana Perang Topat di Taman Lingsar Lombok Barat Minggu (15/12/2024)
Di Nusa Tenggara Barat, terdapat tradisi Perang Topat atau perang ketupat yang menjadi simbol kerukunan antara umat Hindu dan Islam di Lombok.
Sebelum tradisi dimulai, masyarakat melakukan doa dan ziarah di Makam Loang Baloq di kawasan Pantai Tanjung Karang serta Makam Bintaro di kawasan Pantai Bintaro.
Ketupat yang digunakan dalam tradisi ini kemudian diperebutkan kembali karena dipercaya membawa kesuburan dan hasil panen melimpah.
3. Bengkulu
Ilustrasi tradisi ronjok sayak.
Sementara itu, masyarakat di Bengkulu memiliki tradisi Ronjok Sayak, yakni membakar batok kelapa kering yang ditumpuk hingga setinggi sekitar satu meter.
Tradisi yang telah berlangsung ratusan tahun ini dipercaya sebagai sarana penghubung antara manusia dan leluhur, sehingga pelaksanaannya dilakukan secara khidmat dengan diiringi doa.
Biasanya, Ronjok Sayak digelar setelah salat Isya pada 1 Syawal.
4. Sulawesi Utara
Di Sulawesi Utara, masyarakat Motoboi Besar melestarikan tradisi Binarundak, yaitu memasak nasi jaha secara bersama-sama selama tiga hari setelah Idulfitri.
Nasi jaha merupakan makanan khas berbahan dasar beras yang dimasak dalam batang bambu, dengan cita rasa gurih dari santan dan jahe.
Tradisi ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus wujud rasa syukur.
5. Kalimantan Barat
Suasana festimal meriam karbit yang digelar Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tahun 2019 kemarin.
Adapun di Kalimantan Barat, terdapat Festival Meriam Karbit yang digelar meriah selama tiga hari, mulai sebelum, saat, hingga setelah Lebaran.
Festival ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi Lebaran, tetapi juga memiliki nilai historis yang berkaitan dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat.
Beragam tradisi tersebut menunjukkan kekayaan budaya Indonesia dalam menyambut Lebaran, yang tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan dan melestarikan warisan leluhur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang