Daftar 6 Tempat Wisata yang Tutup Selama Perayaan Nyepi

Sejumlah tempat wisata populer di Indonesia menutup kunjungan wisatawan karena adas s Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada pertengahan Maret 2026
Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang sedang menjalankan ibadah Catur Brata Penyepian.
Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menyampaikan bahwa kebijakan ini merujuk pada pengumuman resmi nomor PG.1/K.23/TU/KSA.01.04/B/03/2026. Menurutnya, Nyepi adalah momentum penting bagi alam untuk pulih.
"Momentum Nyepi juga menjadi kesempatan bagi alam untuk beristirahat sejenak dari aktivitas kunjungan wisata, sehingga ekosistem kawasan konservasi dapat pulih dan tetap terjaga kelestariannya," ujar Moko dikutip dari Antara News (11/3/26)
Wisatawan yang berencana melakukan perjalanan ke Bali maupun kawasan wisata tersebut diimbau untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan dan menghormati peraturan daerah yang berlaku demi kelancaran ibadah Hari Suci Nyepi.
Tak hanya di Pulau Dewata, penutupan operasional juga meluas hingga ke situs warisan dunia di Jawa Tengah dan kawasan konservasi di Jawa Timur.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah daftar 6 tempat wisata yang akan ditutup selama perayaan Nyepi:
1. Danau Buyan - Danau Tamblingan (Bali)
Danau Buyan, Bedugul, Bali
Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) ini menjadi salah satu dari empat titik yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali yang ditutup.Penutupan dilakukan agar suasana tenang di sekitar danau tetap terjaga. Pengunjung dilarang melakukan aktivitas berkemah maupun wisata air selama periode ini.
2. Panelokan, Kintamani (Bali)
Kawasan Panelokan yang terkenal dengan pemandangan kaldera Gunung Batur yang megah juga akan steril dari aktivitas pariwisata.
Penutupan di kawasan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada pergerakan kendaraan atau kerumunan wisatawan yang dapat mengganggu kekhusukan warga lokal dalam melaksanakan Amati Lelunganan (tidak bepergian).
3. Gunung Batur Bukit Payang (Bali)
Pemandangan Gunung Batur dari Restoran Kaki Gunung di Desa Oculus, Kintamani, Bali.
Bagi para pendaki, penting untuk mencatat bahwa jalur pendakian Gunung Batur di bawah naungan BKSDA Bali akan ditutup total.
Penutupan ini tidak hanya demi menghormati ritual keagamaan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi ekosistem gunung untuk beristirahat sejenak dari aktivitas manusia (recovery alam).
4. Sangeh Monkey Forest (Bali)
Sangeh Monkey Forest Bali. BKSDA Bali akan menutup sementara kunjungan di 4 kawasan Taman Wisata Alam (TWA) selama perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Hutan wisata yang menjadi rumah bagi ratusan kera abu-abu ini juga akan ditutup untuk umum.
Balai KSDA Bali menegaskan bahwa penutupan empat lokasi di atas (Buyan-Tamblingan, Panelokan, Gunung Batur, dan Sangeh) berlangsung selama tiga hari, mulai dari 18 hingga 20 Maret 2026, dan akan dibuka kembali pada Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 09.00 WITA.
5. Candi Prambanan (Jawa Tengah/Yogyakarta)
Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan menargetkan 170.000 pengunjung selama libur nataru.
Meskipun terletak di luar Bali, Candi Prambanan sebagai pusat perayaan Tawur Agung Kesanga juga akan menutup operasional wisatanya pada hari H Nyepi.
Penutupan ini merupakan agenda tahunan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney untuk menghormati umat Hindu yang melaksanakan ibadah di kawasan candi serta menjaga kesakralan situs tersebut.
6. Gunung Bromo (Jawa Timur)
Ilustrasi cuaca panas di Indonesia.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) secara rutin menutup akses masuk ke kawasan Gunung Bromo saat perayaan Nyepi.Hal ini dilakukan atas permintaan masyarakat adat Tengger yang merayakan Nyepi.
Penutupan biasanya mencakup empat pintu masuk utama, yakni melalui Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang, guna menciptakan suasana yang sunyi dan hening di kawasan pegunungan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang