Indonesia Nyaris Juara di Dua Turnamen Internasional! Bagas, Alwi, dan Putri KW Kompak Jadi Runner Up

Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan di Swiss Open 2026
Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan di Swiss Open 2026

Harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar dari rangkaian turnamen bulu tangkis internasional dalam beberapa pekan terakhir masih belum terwujud. Meski demikian, sektor tunggal Merah Putih mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah tiga wakilnya berhasil menembus partai final di dua turnamen berbeda.

Setelah nirgelar di German Open 2026 dan All England 2026, para pebulu tangkis tunggal Indonesia akhirnya mampu mencatatkan tiga posisi runner-up dalam dua turnamen yang berlangsung beruntun, yakni Ruichang China Masters 2026 dan Swiss Open 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prahdiska Bagas Shujiwo menjadi wakil pertama yang hampir membawa pulang gelar. Ia melaju hingga final Ruichang China Masters 2026, namun harus mengakui keunggulan tuan rumah Sun Chao.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Ruichang Sports Park Gym, China, Minggu 15 Maret 2026, Bagas kalah dua gim langsung dengan skor 14-21 dan 11-21.

Prahdiska Bagas

Pebulu tangkis kelahiran Pati, Jawa Tengah tersebut mengaku kesulitan keluar dari tekanan permainan agresif yang ditunjukkan lawannya sejak awal laga. Ia sempat mencoba menyesuaikan tempo permainan pada gim kedua. Namun beberapa pengembalian yang kurang maksimal justru dimanfaatkan Sun untuk menambah angka.

"Saya tidak bisa bermain seperti biasa. Ke depannya, mungkin, saya harus menambah power saya dan masih banyak lagi yang harus saya evaluasi," kata Bagas melalui keterangan yang dikutip PBSI.

Hasil serupa juga diraih dua wakil Indonesia lainnya di Swiss Open 2026 yang berlangsung di Basel, Swiss.

Putri Kusuma Wardani atau Putri KW yang menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia dalam turnamen tersebut berhasil melangkah hingga partai final. Namun ia harus mengakui keunggulan pemain Thailand, Supanida Katethong.

Dalam pertandingan puncak, Putri kalah dua gim dengan skor 11-21 dan 15-21.

Putri mengaku sepanjang pertandingan berada di bawah tekanan permainan Supanida yang tampil agresif dan mampu mengontrol ritme pertandingan.

"Sebenarnya tetap bersyukur bisa naik ke podium runner-up, tapi yang disayangkan permainan saya tidak keluar dan kurang puas dengan main hari ini," tutur atlet yang juga berprofesi sebagai polisi tersebut.

Meski gagal meraih gelar, Putri menilai dua pekan terakhir menjadi pengalaman berharga baginya karena harus menghadapi sejumlah pemain papan atas dunia dengan karakter permainan yang berbeda. Ia bahkan menyinggung perbedaan gaya permainan dari beberapa lawan tangguh yang dihadapinya, seperti ketangguhan An Se Young hingga kekuatan serangan Supanida.

Putri KW di Swiss Open 2026

Putri KW di Swiss Open 2026

"Kalau untuk keseluruhan saya harus lebih kuat lagi. Dari fisik, dari teknik juga, nonteknisnya juga. Apalagi kayak dari fokus dan kemampuan keluar dari tekanan setiap bermain," jelasnya.

Sementara itu, partai final terakhir yang melibatkan wakil Indonesia di Swiss Open 2026 mempertemukan Alwi Farhan dengan tunggal putra Jepang, Yushi Tanaka. Alwi harus mengakui keunggulan Tanaka setelah kalah dua gim dengan skor 18-21 dan 12-21.

Meski gagal menjadi juara, Alwi tetap bersyukur bisa menembus final dan menganggap perjalanan dua pekan terakhir sebagai pengalaman penting dalam kariernya.

"Pasti bersyukur, ini adalah minggu yang luar biasa. Tidak gampang juga, tantangannya ada yang harus saya lewati. Sayang sekali di partai final saya merasa antiklimaks. Tapi apa boleh buat, saya mengakui kalah dan Yushi bermain lebih baik," ujarnya.

Alwi juga mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih setelah pertandingan semifinal yang menguras tenaga. Ia mengakui tidak bisa melakukan pemulihan secara optimal sebelum turun di partai final. Meski begitu, pemain muda tersebut tetap berusaha memberikan yang terbaik sepanjang pertandingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua pekan terakhir, sambung Alwi, memberikan banyak pelajaran berharga, terutama menghadapi tingkat persaingan yang sangat ketat di level turnamen internasional.

Meski belum menghasilkan gelar juara, keberhasilan tiga wakil tunggal Indonesia menembus final di dua turnamen berbeda menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor tunggal Merah Putih di kalender BWF musim 2026.