Sosok David Handoko Seto, Anggota DPRD Jember Kejar Truk Bawa BBM Subsidi Ilegal hingga Dikeroyok

Sosok David Handoko Seto, Anggota DPRD Jember menyita perhatian publik setelah aksinya mengejar truk yang diduga mengangkut solar subsidi ilegal dari sebuah SPBU di Kecamatan Sumbersari pada Sabtu (14/3/2026) dini hari.
Usahanya itu belum membuahkan hasil. Sebab, upaya pengejaran berakhir dengan David dikeroyok oleh sekelompok orang.
Ia pun telah melaporkan kejadian itu ke Polres Jember dengan perkara pembelian BBM bersubsidi ilegal dan upaya pembunuhan.
Siapa David Handoko Seto?
David Handoko Seto merupakan anggota DPRD Jember periode 2024-2029 yang menduduki posisi sekaligus Ketua Fraksi Partai NasDem.
Pria kelahiran Banyuwangi berusia 50 tahun ini tercatat sebagai alumnus SMA 2 Genteng tahun 1994.
David sudah menduduki kursi DPRD Jember selama tiga periode, yakni 2014-2019, 2019-2024, dan 2024-2029.
Pada periode 2024-2029, David dipercaya menjadi Sekretaris Komisi C DPRD Jember yang membidangi soal keuangan dan Pembangunan.
Di sisi lain, David juga merupakan Ketua Barisan Reaksi Cepat (Baret) Rescue NasDem Jember, yang merupakan satuan tugas untuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Duduk Perkara Pengejaran Truk
David telah resmi melaporkan dugaan transaksi ilegal BBM jenis solar subsidi dan upaya ancaman pembunuhan ke Polres Jember pada Sabtu (14/3/2026).
Laporan ini buntut dari aksi pengejaran terhadap truk pengangkut solar yang melibatkan oknum di SPBU Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sumbersari.
David menyampaikan, kejadian bermula ketika ia mendapati laporan warga dan menindaklanjutinya dengan memergoki praktik pengisian solar subsidi secara mencurigakan di SPBU tersebut pada Sabtu dini hari.
“Ada dua macam persoalan. Yang pertama tentang temuan kami tadi malam ketika kami menangkap basah pembelian BBM bersubsidi yang ilegal oleh oknum-oknum yang bekerja sama dengan oknum mafia BBM bersubsidi dan juga oknum pengawas SPBU," ujar David di Mapolres Jember, dikutip dari Kompas.com.
David menceritakan, aksi pengejaran tersebut berlangsung dramatis selama sekitar 49 menit dengan jarak tempuh mencapai 40 kilometer.
Saat mencoba membuntuti truk yang diduga membawa 4.000 liter solar modifikasi itu, ia mengaku dipepet berkali-kali hingga kendaraannya hampir masuk ke sungai di kawasan Jembatan Desa Pontang, Kecamatan Ambulu.
“Si sopir ini kemungkinan atas perintah juragannya berani memepet mobil saya sampai terakhir di daerah Ambulu saya hampir saja masuk ke sungai setelah dipepet dan mobil saya tertancap di pagar jembatan,” jelasnya.
Menurut David, sopir truk bahkan sempat menabrak dan mendorong mobilnya beberapa meter saat ia mencoba melakukan penghadangan di kawasan Pasar Ambulu.
Di lokasi jembatan Pontang, ia juga mengaku diserang oleh sekelompok pemuda yang diduga kuat rekan dari pengangkut BBM ilegal tersebut.
Polres Jember Akan Proses Laporan David
Wakil Kapolres Jember, Komisaris Ferry Dharmawan, menegaskan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan segera melakukan koordinasi dengan David serta para saksi di lapangan.
“Terkait dugaan penyelundupan BBM ilegal yang ditemukan, kami dari Polres Jember langsung berkoordinasi dengan beliau dan para saksi. Kami akan tindak tegas siapa pun yang berada di balik itu,” kata Ferry.
Ferry menyatakan bahwa praktik penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi tidak dapat ditoleransi karena berpotensi menyebabkan kelangkaan BBM bagi masyarakat luas.
Pihaknya berjanji akan mengusut tuntas perkara ini dan memperketat pengawasan melalui koordinasi dengan Hiswana Migas serta Pertamina.
“Kami akan bekerja sama dengan Hiswana Migas dan juga Pertamina serta pengelola SPBU supaya tidak ada lagi oknum yang bermain,” tegasnya.
Sebagian tulisan di artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul "Rekam Jejak David Handoko Anggota DPRD Jember yang Dikeroyok saat Kejar Truk BBM, Ini Perkaranya" dan Kompas.com dengan judul "Temukan Transaksi Ilegal Solar Subsidi, Anggota DPRD Jember Dikejar dan Diancam Pembunuhan"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang