Indonesia Bisa Alami Peningkatan Suhu pada April 2026, Apa Penyebabnya?

peningkatan suhu, peningkatan suhu udara, Gelombang panas, peningkatan suhu udara di Indonesia, Indonesia Bisa Alami Peningkatan Suhu pada April 2026, Apa Penyebabnya?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Indonesia memiliki potensi untuk mengalami peningkatan suhu pada April 2026 mendatang.

Prakirawan Cuaca BMKG Agita Vivi Wijayanti mengatakan, wilayah Indonesia dapat mengalami kondisi cuaca yang lebih panas hingga Mei 2026.

“Pada periode Maret, April, dan Mei (2026), wilayah Indonesia tetap dapat mengalami peningkatan suhu udara di atas normal atau kondisi cuaca terasa lebih panas,” kata Agita kepada Kompas.com, Kamis (12/3/2026).

Kondisi tersebut, menurut dia, dipengaruhi oleh gerak semu matahari dan faktor regional lain.

Hal ini sejalan dengan prakiraan musiman yang diterbitkan oleh Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) untuk wilayah Asia Tenggara pada 6 Maret 2026, dilansir Bangkok Post, Senin (9/3).

ASMC memprakirakan suhu di sebagian besar wilayah maritim dan daratan Asia Tenggara akan berada di atas rata-rata untuk periode Maret, April, dan Mei 2026.

Berdasarkan proyeksi tersebut, ada kemungkinan 80-100 persen suhu di atas normal akan melanda wilayah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Apa faktor yang menyebabkan suhu udara meningkat?

Agita menjelaskan, peningkatan suhu udara bukan hal baru terjadi di Indonesia. Ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer tropis.

“(Peningkatan suhu) dipengaruhi oleh gerak semu matahari dan faktor regional lain, seperti berkurangnya tutupan awan serta kondisi atmosfer yang relatif lebih kering seiring dengan datangnya periode pancaroba,” jelas dia.

Gerak semu tahunan matahari menyebabkan matahari seolah berada di atas wilayah Indonesia.

Faktor lain yang menyebabkan adanya peningkatan suhu, tambah Agita, adalah berkurangnya kelembapan udara.

“Selain itu, berkurangnya kelembapan udara serta pembentukan awan dan curah hujan menyebabkan pemanasan permukaan menjadi lebih maksimal,” ujarnya.

Apakah peningkatan suhu sama dengan gelombang panas?

Gelombang panas atau heatwave berbeda dengan kondisi peningkatan suhu udara di Indonesia.

“Gelombang panas biasanya terjadi karena adanya pusat tekanan tinggi yang berperan sebagai kubah panas dan menyebabkan peningkatan suhu udara di permukaan,” ungkap Agita

Dia menyebut, wilayah Indonesia umumnya tidak mengalami heatwave, karena sistem pembentuknya tidak terjadi di wilayah tropis.

“Indonesia pada umumnya tidak mengalami gelombang panas (heatwave) seperti yang terjadi di wilayah subtropis yang ditandai dengan suhu maksimum jauh di atas normal selama beberapa hari berturut-turut,” jelas Agita.

“Hal ini disebabkan karena sistem pembentuk heatwave umumnya tidak terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia, yang memiliki variasi suhu udara relatif kecil sepanjang tahun,” sambungnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang