Rayakan Satu Dekade Cantik Saat Lebaran, ZAP Gandeng Plan Indonesia Hadirkan Aksi Sosial di NTT

Ramadhan sering menjadi momen refleksi untuk memperluas makna kepedulian, yang diwujudkan dalam aksi nyata.
Semangat ini pula yang melatarbelakangi kolaborasi antara ZAP Clinic, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), dan LEE Management melalui kampanye sosial bertajuk “Ramadan for A Brighter Change: Aksi Kebaikan untuk Indonesia Timur.”
Program ini mempertemukan organisasi sosial, industri kecantikan, serta sejumlah figur publik untuk mendukung peningkatan akses pendidikan dan sanitasi di wilayah Indonesia Timur.
CEO dan Founder ZAP Clinic, Fadly Shahab mengatakan, pihaknya telah sejak lama menjalankan program charity, di mana sebagian dari revenue dialokasikan untuk aksi sosial.
“Jadi dari awal ZAP berdiri memang dari setiap treatment yang dibayar oleh klien, kita memang menyisihkan ebberapa persen untuk charity. Namun,kami memang ingin sesuatu yang bisa involve, jadi CSR nya enggak cuma sekadar kasih uang,” jelasnya dalam acara Ramadan Media Moment, Ramadan for A Brighter Change: Aksi Kebaikan untuk Indonesia Timur di Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3).
Renovasi Sekolah dan Akses Air Bersih di Manggarai
Program ini berangkat dari kondisi infrastruktur pendidikan yang masih memprihatinkan di beberapa daerah.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki persentase sekolah rusak tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 29,93 persen.
Di sejumlah wilayah, ruang belajar masih berdinding kayu sederhana dengan atap bocor dan lantai tanah. Kondisi tersebut dinilai belum memenuhi standar minimal untuk menunjang proses belajar yang aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Sebagai bentuk kontribusi, ZAP Clinic bersama Plan Indonesia dan LEE Management mengadakan kegiatan voluntrip di Kabupaten Manggarai, NTT, pada 3–4 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan sejumlah figur publik, di antaranya Joe Taslim, Wulan Guritno, Winky Wiryawan, Kenes Andari, Shalom Razade, Gerin Nathanael, serta Ida Rhijnsberger.
Selama kegiatan berlangsung, para relawan terlibat dalam renovasi ruang kelas di dua sekolah, pembangunan fasilitas sanitasi yang ramah anak perempuan, serta edukasi mengenai kesehatan dan akses air bersih bagi siswa, guru, dan orangtua.
Cerita Pengalaman Para Figur Publik di Lapangan
Bagi Wulan Guritno, kunjungan tersebut memberikan pengalaman yang berkesan. Ia melihat secara langsung bagaimana keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk belajar.
Ia juga mengingat momen ketika menyadari, bahwa sebagian besar siswa tidak membawa botol minum ke sekolah karena keterbatasan akses air bersih.
“Tempatnya kemarin seperti tidak layak, tetapi mereka tetap semangat belajar. Kami sampai menyadari bahwa hampir tidak ada anak yang membawa botol minum, jadi anak-anak ini hanya minum sebelum berangkat sekolah dan setelah pulang sekolah,” cerita Wulan.
Bukan hanya itu, keterbatasan akses air bersih juga berdampak lebih besar pada anak-anak perempuan. Di mana, setiap mereka datang bulan, mereka tidak bisa pergi ke sekolah, karena tterbatasnya air untuk membersihkan diri.
Menurutnya, penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan akses sanitasi yang memadai diharapkan dapat membantu anak-anak tumbuh dan belajar dengan lebih baik.
“Mudah-mudahan anak-anak ini bisa terus semangat dan tumbuh kembangnya jauh lebih baik lagi,” harapnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Joe Taslim yang telah beberapa kali terlibat dalam kegiatan sosial bersama Plan Indonesia. Ia menilai, pembangunan fasilitas dasar seperti sumber air bersih memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa dampak kegiatan sosial tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang menerima bantuan, tetapi juga oleh para relawan yang terlibat.
“Impact itu sebenarnya untuk mereka akan nyata, tapi untuk kita sekalian yang terlibat juga sangat-sangat kita rasakan,” ujarnya.
Menurut Joe, pembangunan fasilitas air bersih di wilayah seperti Flores bukanlah pekerjaan mudah, karena kondisi geografis yang membuat sumber air berada jauh di bawah permukaan tanah.
“Tempat pengambilan air bersih itu harus dibor sangat dalam, karena Flores dataran tinggi dan airnya berada jauh di bawah tanah. Jadi saat itu berhasil dilakukan, semua bersyukur dan bersukacita,” katanya.
Dalam program ini, keterlibatan ZAP tidak hanya berupa donasi, tetapi juga melibatkan langsung jaringan klinik dan tim yang ada di berbagai daerah agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Dengan lebih dari seratus cabang di berbagai kota di Indonesia, keterlibatan langsung dari setiap cabang diharapkan dapat memperluas dampak program sosial yang dijalankan.
Satu Dekade Program Cantik Saat Lebaran
Chief Marketing Officer ZAP, Feriani dan Chief Clinical Officer ZAP, dr. Dara Ayuningtyas.
Selain kegiatan sosial, tahun 2026 juga menandai satu dekade program Ramadhan yang rutin diadakan ZAP, yakni program Cantik Saat Lebaran.
Program tersebut menjadi bagian dari tradisi ZAP dalam menyambut Lebaran sekaligus mengajak masyarakat memperhatikan perawatan diri secara lebih sadar, dengan menghadirkan berbagai promo dan kombinasi perawatan yang telah dikurasi.
Chief Marketing Officer ZAP, Feriani, menyebut bahwa program tersebut berkembang menjadi semacam ritual tahunan bagi banyak perempuan.
“Selama sepuluh tahun, Cantik Saat Lebaran bukan hanya tentang perawatan. Ini tentang ritual. Tentang bagaimana perempuan Indonesia mempersiapkan diri dengan lebih sadar secara fisik, emosional, dan spiritual, sebelum kembali ke momen kebersamaan di hari raya,” ujarnya.
Facial dan Cangi
Berdasarkan data ZAP Beauty Index 2023, facial masih menjadi salah satu tren perawatan kulit yang paling diminati perempuan Indonesia.
Sebanyak 64,4 persen responden memilih facial untuk membuat wajah tampak lebih cerah, sementara 59,7 persen menggunakannya untuk membantu mengatasi jerawat.
Chief Clinical Officer ZAP, dr. Dara Ayuningtyas, menjelaskan bahwa prosedur facial yang dilakukan oleh tenaga medis terlatih dengan alat steril, umumnya aman dilakukan.
“Prosedur facial yang dilakukan oleh dokter dan tenaga medis terlatih dengan alat steril justru aman dan minim efek samping,” kata dr. Dara.
ZAP menghadirkan pilihan facial berbasis medis yang juga mengedepankan relaksasi, mulai dari ZAP Essential Facial, Essential Hydro Facial, Hydro Firming, Hydro Facial Revitalift, hingga Facial Express yang menjadi solusi Cepat untuk Ramadan 2026 dengan berdurasi 30 menit tanpa downtime, yang dirancang untuk memberikan hasil optimal dalam waktusingkat.
Melengkapi perayaan satu dekade ini, ZAP juga menghadirkan kolaborasi sesama brand lokal yaitu HMNS melalui kampanye bertajuk CANGI (Cantik & Wangi).
Jika Cantik Saat Lebaran menghadirkan promo klinik kecantikan terbaik dari sisi treatment dan teknologi, maka CANGI memperluas narasinya ke dimensi karakter dan spiritualitas.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui podcast Youtube Habib with The Beauty Season 2 bersama Habib Husein Ja’far, yang membahas kecantikan, keseimbangan diri, dan makna self-care dalam perspektif yang lebih reflektif.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang