Kronologi Gendam Berkedok Tokoh Agama di Banyumas, Korban Diminta Serahkan Perhiasan Rp 19,8 Juta
Polisi mengungkap kronologi penipuan yang dilakukan seorang pria berinisial RSD (56) dengan modus mengaku sebagai tokoh agama di Banyumas, Jawa Tengah.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 09.30 WIB di pinggir Jalan Raya Desa Jompo Kulon, Kecamatan Sokaraja.
Lantas, bagaimana kronologi kasus gendam berkedok kyai ini?
Pelaku menghampiri korban
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi menjelaskan, saat itu korban berinisial PW (57) sedang berjalan kaki ketika pelaku menghampirinya.
"Korban yang sedang berjalan kaki dihampiri pelaku yang mengendarai mobil Toyota Avanza berwarna silver," ujar Petrus, dikutip dari Tribun Banyumas, Jumat (13/3/2026).
Petrus mengatakan, pelaku saat itu mengenakan peci putih, baju koko putih, sorban kotak-kotak, serta sarung, sehingga terlihat seperti tokoh agama.
Pelaku kemudian mengajak korban masuk ke dalam mobil dan mulai berbincang dengannya.
Di dalam mobil, pelaku menawarkan pengobatan spiritual kepada korban.
Korban diminta menyerahkan perhiasan
Setelah berbincang beberapa saat, pelaku meminta korban melepas gelang emas dan cincin miliknya.
"Korban kemudian diminta melepas perhiasan untuk didoakan dengan cara direndam dalam air," kata Petrus.
Namun setelah korban menyerahkan perhiasan tersebut, pelaku justru menyuruh korban turun dari mobil.
Pelaku kemudian langsung meninggalkan lokasi dan membawa kabur perhiasan milik korban.
Akibat kejadian itu, korban kehilangan gelang emas sekitar 50 gram dan cincin batu merah sekitar 3 gram dengan nilai kerugian sekitar Rp 19,8 juta.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian hingga akhirnya petugas Resmob Polresta Banyumas berhasil menangkap pelaku di wilayah Sragen.
Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Berpenampilan Kiai dan Ngaku Murid Gusdur, Penipu Gondol Perhiasan Wanita di Banyumas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang