Mobil Buatan Indonesia Semakin Digemari di Luar Negeri
Ekspor kendaraan buatan Indonesia menunjukkan tren positif pada awal 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia mencatat pengiriman mobil utuh atau completely built up (CBU) ke berbagai negara mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dari data Gaikindo yang dilihat VIVA Otomotif Jumat 13 Maret 2026, pada Februari tahun ini ekspor mobil CBU dari Indonesia tercatat mencapai 46.585 unit. Angka tersebut meningkat dibanding Februari 2025 yang berada di kisaran 36.789 unit.
Jika dibandingkan dengan Januari 2026, ekspor juga mengalami kenaikan. Pada bulan pertama tahun ini pengiriman mobil CBU tercatat sebanyak 40.003 unit.
Artinya dalam satu bulan terjadi peningkatan sekitar 6.582 unit. Secara persentase, pertumbuhan tersebut mencapai sekitar 16,5 persen dibanding Januari.
Secara akumulasi dua bulan pertama tahun ini, ekspor mobil buatan Indonesia juga menunjukkan kenaikan yang cukup kuat. Total ekspor CBU pada Januari hingga Februari 2026 mencapai 86.588 unit.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sekitar 70.212 unit. Dengan demikian ekspor mobil Indonesia tumbuh sekitar 23,3 persen secara tahunan.
Toyota masih menjadi produsen dengan kontribusi ekspor kendaraan utuh terbesar dari Indonesia. Pada Februari 2026, pabrikan otomotif asal Jepang itu mengekspor sekitar 16.859 unit mobil ke berbagai negara.
Jika digabung dengan Januari, total ekspor Toyota sepanjang dua bulan pertama tahun ini mencapai sekitar 28.440 unit. Pangsa ekspor Toyota dari Indonesia juga tercatat sekitar 32,8 persen.
Di posisi kedua terdapat Daihatsu yang mencatatkan ekspor sebanyak 11.844 unit pada Februari 2026. Secara akumulasi dua bulan pertama tahun ini, ekspor Daihatsu mencapai sekitar 22.637 unit.
Mitsubishi Motors berada di posisi berikutnya dengan ekspor 8.710 unit kendaraan pada Februari. Total ekspor perusahaan berlogo tiga berlian tersebut sepanjang Januari hingga Februari mencapai sekitar 18.146 unit.
Selain kendaraan utuh, Indonesia juga mengekspor kendaraan dalam bentuk completely knock down atau CKD. Pengiriman kendaraan dalam bentuk ini biasanya dilakukan untuk perakitan di negara tujuan.
Pada Februari 2026, ekspor CKD dari Indonesia tercatat sebanyak 7.898 set. Angka ini meningkat dibanding Januari yang berada di kisaran 6.036 set.
Secara akumulasi dua bulan pertama tahun ini, ekspor CKD mencapai sekitar 13.934 set. Angka tersebut naik cukup tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
Mitsubishi Motors menjadi produsen dengan ekspor CKD terbesar dari Indonesia. Pada Februari 2026 saja, Mitsubishi Motors mengekspor sekitar 6.172 set kendaraan dalam bentuk CKD.
Jika digabung dengan Januari, total ekspor CKD Mitsubishi Motors sepanjang dua bulan pertama tahun ini mencapai sekitar 9.816 set. Angka tersebut menjadikan Mitsubishi sebagai eksportir CKD terbesar dari Indonesia.
Di posisi berikutnya terdapat Hyundai yang mencatatkan ekspor CKD sekitar 870 set pada Februari 2026. Secara akumulasi dua bulan pertama tahun ini, ekspor CKD Hyundai mencapai sekitar 2.070 set.
Suzuki juga tercatat mengekspor kendaraan dalam bentuk CKD sebanyak 792 set pada Februari. Total ekspor CKD Suzuki sepanjang Januari hingga Februari mencapai sekitar 1.704 set.
Selain kendaraan utuh dan CKD, industri otomotif Indonesia juga aktif mengekspor berbagai komponen kendaraan. Pada Februari 2026 ekspor komponen otomotif tercatat mencapai sekitar 16,59 juta unit.
Jika digabung dengan Januari, total ekspor komponen otomotif dari Indonesia mencapai sekitar 29 juta unit sepanjang dua bulan pertama tahun ini. Angka tersebut meningkat cukup besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.