Harga BBM Naik! Negara-Negara Ini Terapkan WFH dan 4 Hari Kerja Seminggu, Akankah Indonesia Menyusul?

Ilustrasi minyak mentah.
Ilustrasi minyak mentah.

Lonjakan harga minyak global mulai berdampak langsung pada berbagai negara, khususnya di kawasan Asia yang sangat bergantung pada impor energi. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Iran dan Israel-Amerika Serikat (AS), memicu gangguan pasokan minyak dunia dan membuat harga bahan bakar melonjak dalam waktu singkat.

Kondisi tersebut memaksa banyak pemerintah mengambil langkah cepat untuk menekan konsumsi energi. Salah satu kebijakan yang mulai diterapkan adalah mendorong kerja dari rumah atau work from home (WFH), serta mengurangi aktivitas yang membutuhkan mobilitas tinggi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini dinilai dapat menekan penggunaan bahan bakar transportasi sekaligus menghemat energi secara nasional. Beberapa negara bahkan tidak hanya mendorong WFH, tetapi juga menerapkan pekan kerja empat hari, pembatasan kendaraan dinas, hingga penutupan sementara sekolah. 

Berikut sejumlah negara yang mulai menerapkan kebijakan tersebut, sebagaimana dihimpun Viva pada Kamis, 12 Maret 2026.

1. Pakistan

Pemerintah Pakistan mengambil langkah penghematan energi dengan menerapkan kebijakan kerja dari rumah bagi sebagian pegawai pemerintah. Kehadiran fisik di kantor untuk layanan non-esensial dikurangi secara signifikan, sementara pekerjaan administratif didorong dilakukan secara jarak jauh.

Selain kebijakan WFH, pemerintah juga memperkenalkan pekan kerja empat hari untuk sebagian instansi. Langkah ini bertujuan mengurangi penggunaan listrik dan bahan bakar transportasi yang meningkat akibat kenaikan harga minyak global.

2. Vietnam

Vietnam juga termasuk negara yang mulai mendorong perusahaan dan instansi pemerintah untuk menerapkan kerja dari rumah. Pemerintah meminta sektor bisnis mempertimbangkan sistem kerja fleksibel agar perjalanan harian karyawan dapat dikurangi.

Kebijakan ini diambil setelah harga bahan bakar di negara tersebut melonjak tajam dalam waktu singkat. Kenaikan harga bensin dan diesel membuat pemerintah khawatir terhadap dampak ekonomi dan daya beli masyarakat.

Selain itu, pemerintah Vietnam juga mengimbau masyarakat agar tidak menimbun bahan bakar dan menggunakan energi secara lebih efisien.

3. Thailand

Thailand turut mendorong penerapan kerja jarak jauh sebagai bagian dari strategi penghematan energi nasional. Pemerintah meminta instansi pemerintah serta perusahaan swasta mempertimbangkan skema kerja fleksibel untuk mengurangi mobilitas pekerja.

Langkah ini dianggap efektif untuk menekan konsumsi bahan bakar transportasi, terutama di kota-kota besar yang memiliki tingkat perjalanan komuter tinggi setiap hari. Selain mendorong WFH, pemerintah juga memperkuat kampanye penghematan energi bagi masyarakat.

4. Filipina

Di Filipina, pemerintah mengambil pendekatan yang sedikit berbeda dengan menerapkan kebijakan pekan kerja empat hari bagi sebagian pegawai pemerintah. Kebijakan ini dirancang untuk mengurangi penggunaan energi di kantor serta menekan biaya operasional. Dengan hari kerja yang lebih sedikit, perjalanan harian pegawai juga berkurang sehingga konsumsi bahan bakar transportasi dapat ditekan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui, lonjakan harga minyak global tidak hanya memengaruhi harga BBM di dalam negeri, tetapi juga berdampak pada biaya transportasi, logistik, hingga inflasi. Negara-negara yang bergantung pada impor energi menjadi yang paling rentan terhadap gejolak harga tersebut.

Karena itu, kebijakan seperti WFH, pekan kerja empat hari, dan penghematan energi mulai dilihat sebagai solusi jangka pendek untuk menjaga stabilitas ekonomi. Jika ketegangan geopolitik terus berlangsung dan pasokan minyak global tetap terganggu, tidak menutup kemungkinan lebih banyak negara akan menerapkan kebijakan serupa dalam waktu dekat.