Daftar 9 Lokasi Pemantauan Hilal di Jawa Timur untuk Penentuan Awal Ramadhan 2026

Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan lokasi pemantauan hilal (rukyatul hilal) awal Ramadhan 1447 H yang akan digelar pada 17 Februari 2026.
Sebanyak 96 titik di Indonesia telah ditetapkan sebagai lokasi rukyatul hilal awal Puasa 2026. Lokasinya tersebar di berbagai provinsi.
Pengamatan ini dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan Kantor Kemenag kabupaten/kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, serta instansi terkait lainnya.
Dari jumlah tersebut, sembilan lokasi pemantauan hilal di antaranya berada di Provinsi Jawa timur.
Daftar 9 Lokasi Pemantauan Hilal di Jatim
Dilansir dari laman Kemenag, lokasi pemantauan hilal di Jatim tersebar di delapan kabupaten/kota.
Berikut daftar lokasi rukyatul hilal awal Ramadhan 2026 di Jatim:
- Lantai 9 Hotel Santika Kota Blitar
- Puncak Bukit Banjarsari Wonotirto, Kab. Blitar
- Pantai Srau Desa Candi Kecamatan Pringkuku Kab. Pacitan
- Menara Mercusuar Kecamatan Puger, Kabupaten Jember
- Pantai Pancur Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi
- Pantai Duta Kab. Probolinggo
- Ds. Banyuurip Kec. Senori, Kab. Tuban
- Pondok Pesantren Al Basyariyyah Kec. Pilangkenceng Kab. Madiun
- Aula dan Rooftop PT. BPR Bank Jombang
Hasil Pemantauan Hilal Jadi Pembahasan Sidang Isbat
Pada waktu yang bersamaan, hasil pemantauan hilal di 96 lokasi nantinya akan dibahas dalam sidang isbat awal Ramadhan 1447 H.
Sidang isbat akan digelar pada hari yang sama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.
Acara ini dihadiri antara lain Duta Besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, pakar falak dari berbagai ormas Islam, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pondok pesantren, dan Tim Hisab Rukyat Kemenag.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengungkapkan, sidang isbat merupakan forum penting yang mengedepankan kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan umat.
“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad dilansir dari laman Kemenag.
Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadhan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.01 WIB.
Posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar -2° 24 menit 42 detik hingga -0° 58 menit 47 detik, serta sudut elongasi 0° 56 menit 23 detik hingga 1° 53 menit 36 detik.
Data ini sesuai dengan kriteria visibilitas yang digunakan (seperti MABIMS), sehingga hilal belum memenuhi syarat terlihat secara teoritis.
Untuk melengkapi data hisab, Kemenag melaksanakan rukyatul hilal di 96 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pengamatan ini dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan Kantor Kemenag kabupaten/kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam, serta instansi terkait lainnya.
Kemudian, hasil rukyatul hilal dari seluruh titik tersebut menjadi bahan utama pembahasan dalam sidang isbat.
Abu Rokhmad menambahkan, keputusan akhir penetapan 1 Ramadan 1447 H akan diumumkan secara resmi usai sidang selesai, melalui konferensi pers.
“Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia,” tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang