Lokasi Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 2026 di Jawa Barat, Mana Saja?

awal Ramadhan 2026, lokasi pemantauan hilal, Ramadhan 2026, Jawa Barat, Bandung, Lokasi Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 2026 di Jawa Barat, Mana Saja?

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pemantauan hilal awal Ramadhan pada Selasa (17/2/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari yang sama dengan Sidang Isbat yang menjadi penentu awal Ramadhan 2026.

Sidang Isbat akan dihelat di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin Nomor 6, Jakarta.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa penetapan awal puasa akan menggunakan metode hisab dan rukyatulhilal.

"Kementerian Agama menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyat. Ini penting untuk merangkul seluruh pendekatan yang berkembang di masyarakat, sekaligus menjaga persatuan umat," ujar Abu Rokhmad, dikutip dari laman Ditjen Bimas Islam, Kamis (29/1/2026).

Lantas, di mana lokasi pemantauan hilal awal Ramadhan 2026 di wilayah Jawa Barat?

Daftar Lokasi Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 2026 di Jawa Barat

Kemenag akan menggelar pemantauan hilal awal Ramadhan 2026 di 90 lokasi di seluruh Indonesia.

Hasil pemantauan akan dibahas dalam Sidang Isbat sebelum penetapan awal Ramadhan diumumkan ke publik.

Di wilayah Jabar, lokasi pemantauan hilal berada di Yayasan Pusat Observasi Bulan Astha Hannas Subang.

Jumlah lokasi pemantauan hilal di Jawa Barat lebih sedikit daripada wilayah lain, seperti Jakarta enam lokasi, Jawa Tengah 15 lokasi, DIY empat lokasi, dan Jawa Timur sembilan lokasi.

Sementara itu, Kemenag Jawa Barat sudah menetapkan beberapa titik untuk melakukan pemantauan hilal.

Dilansir dari TribunJabar, Sabtu (7/2/2026), berikut daftar selengkapnya:

  • Kota Bandung: Observatorium Kampus Unisba.
  • Kabupaten Pangandaran: Pantai Keusik Luhur.
  • Kabupaten Sukabumi: Pusat Observasi Bulan (POB) Cibeas.
  • Kabupaten Tasikmalaya: Pantai Cipatujah.
  • Wilayah Lain: Tersebar di titik strategis pesisir utara dan selatan Jawa Barat.

Posisi Hilal Awal Ramadhan 2026

Abu Rokhmad memaparkan, berdasarkan hasil perhitungan hisab, posisi hilal saat Matahari terbenam pada Selasa (17/2/2026) berada di -2 derajat 24.71 menit hingga 0 derajat 58.08 menit di seluruh wilayah Indonesia. 

Sementara itu, sudut elongasi tercatat antara 0 derajat 56.39 menit sampai 1 derajat 53.60 menit.

“Secara perhitungan, posisi ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,” jelas Abu Rokhmad.

Arsad menambahkan, peristiwa ijtimak diperkirakan terjadi pada Selasa (17/2/2026) pukul 19.01 WIB. 

Informasi tersebut menjadi landasan awal untuk memprediksi peluang terlihatnya hilal yang selanjutnya akan diverifikasi melalui rukyatulhilal di sejumlah titik pemantauan.

“Seluruh data hisab dan hasil rukyat nantinya akan dibahas dalam Sidang Isbat sebelum ditetapkan secara resmi oleh Menteri Agama,” katanya.

Menurut Arsad, Sidang Isbat akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Agenda dimulai dengan seminar pemaparan posisi hilal, kemudian dilanjutkan dengan penerimaan laporan hasil rukyat dari daerah, pelaksanaan sidang penetapan, hingga pengumuman keputusan melalui konferensi pers.

“Alur ini memastikan proses penetapan berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Sidang Isbat akan dihadiri oleh Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tim Hisab Rukyat Kemenag, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta duta besar negara sahabat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah. Sidang isbat adalah mekanisme resmi penetapan awal Ramadhan di Indonesia,” pungkas Arsad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang