Hujan Lebat Masih Mengintai, BMKG Minta Daerah Pesisir Barat Sumatera Siaga pada 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir barat Pulau Sumatera, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi pada 2026.
Peringatan ini disampaikan meskipun secara umum kondisi curah hujan nasional diprakirakan berada dalam kategori normal.
Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa prakiraan iklim 2026 menunjukkan tidak adanya anomali ekstrem secara nasional.
Namun, karakteristik geografis dan dinamika atmosfer di beberapa wilayah tetap membuka peluang terjadinya hujan lebat secara lokal.
Bagaimana Gambaran Curah Hujan Nasional pada 2026?
Dalam konferensi pers bertajuk Climate Outlook 2026 di Jakarta, Selasa, Ardhasena menyampaikan bahwa curah hujan tahunan di Indonesia pada 2026 diperkirakan berada pada kisaran 1.500 hingga 4.000 milimeter per tahun.
Rentang tersebut masih sesuai dengan pola klimatologi yang lazim terjadi di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir.
“Kondisi ini masih tergolong normal dan tidak menunjukkan adanya anomali ekstrem secara nasional,” kata Ardhasena dikutip dari Antara.
BMKG menilai stabilnya curah hujan nasional ini berkaitan dengan kondisi iklim global yang relatif netral, tanpa dominasi kuat fenomena pemicu cuaca ekstrem seperti El Nino maupun La Nina.
Mengapa Pesisir Barat Sumatera Tetap Perlu Waspada?
Meski gambaran nasional relatif stabil, BMKG menegaskan bahwa wilayah pesisir barat Pulau Sumatera memiliki potensi hujan dengan intensitas tinggi.
Ardhasena menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh suhu permukaan laut Samudra Hindia yang relatif hangat serta faktor orografis Pegunungan Bukit Barisan.
Interaksi antara aliran udara lembap dari laut dan topografi pegunungan memicu pembentukan awan hujan yang lebih intens.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Aceh, Sumatera Barat, hingga Bengkulu.
BMKG memaparkan hujan dengan intensitas tinggi berpeluang terjadi pada dua periode utama, yakni Januari–Februari dan November–Desember 2026. Periode tersebut bertepatan dengan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Wilayah Mana Lagi yang Berpotensi Mengalami Hujan Tinggi?
Selain pesisir barat Sumatera, BMKG juga memprakirakan potensi hujan tinggi dapat terjadi di beberapa wilayah lain, antara lain:
- Sebagian wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah
- Beberapa daerah di Kalimantan
- Sulawesi Tengah
- Papua.
Sementara itu, pada periode Mei hingga September 2026, Indonesia diperkirakan memasuki fase kemarau basah.
Pada fase ini, curah hujan memang menurun dibandingkan puncak musim hujan, namun hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Ardhasena menegaskan bahwa informasi kalender iklim 2026 perlu dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, data prakiraan iklim jangka menengah dan panjang sangat penting untuk perencanaan sektor strategis.
“Rekomendasi kami pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi bencana dengan memanfaatkan prakiraan iklim jangka menengah sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pengurangan risiko bencana,” ucapnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang