Manfaat Latihan SoulBarre Cegah Cedera Olahraga Ekstrem
Olahraga intensitas tinggi sering kali menguras tenaga dan membebani otot besar. Tanpa fondasi penyangga yang kuat, aktivitas fisik yang ekstrem justru memperbesar risiko terjadinya cedera berulang bagi para pegiat kebugaran.
Sebagai penyeimbang, SoulBarre hadir menjadi opsi olahraga yang memadukan kekuatan fisik dengan kendali gerakan secara penuh. Latihan yang berakar dari rehabilitasi penari balet ini dirancang khusus untuk menstabilkan otot-otot tubuh secara menyeluruh.
"Di SoulBarre ini sangat amat menekankan pada core strength, core stability. Jadi, kita memang lebih pada kontrol (otot)," jelas SoulBarre Coach di Soulbox Jakarta, Miyane Soemitro, saat ditemui di lokasi pada Minggu (8/3/2026).
SoulBarre fokus pada kesadaran dan kendali tubuh
Secara sederhana, SoulBarre adalah salah satu dari beragam aliran olahraga barre yang berfokus pada kesadaran dan kendali tubuh kita sendiri.
Menggunakan tiang balet horizontal (ballet bar) sebagai alat bantu utama, latihan ini bertujuan untuk melatih kekuatan, kelenturan, dan membiasakan tubuh bergerak dengan postur yang benar.
Pendekatan ini sangat mengutamakan kualitas gerakan daripada kuantitas repetisi, sehingga setiap tarikan otot terasa lebih mendalam bagi tubuh.
Tujuan utamanya bukan untuk sekadar membentuk badan yang bagus, melainkan membuat tubuh terasa bugar dan nyaman saat dipakai beraktivitas sehari-hari.
Menariknya, sesi olahraga ini sengaja dilakukan tanpa alas kaki alias "nyeker", atau menggunakan kaus kaki khusus, agar pijakan telapak kaki ke lantai terasa lebih mantap dan stabil. Pilihan kelasnya pun sangat dinamis dan bisa disesuaikan dengan kemampuan.
Ilustrasi olahraga SoulBarre, barre.
Ada sesi yang berfokus pada penguatan dan peregangan dasar, ada kelas di ruangan bersuhu hangat untuk melatih kesadaran postur tubuh agar terhindar dari cedera, hingga kelas aerobik yang lebih intens untuk memacu detak jantung.
Pada akhirnya, semua gerakan di SoulBarre benar-benar melatih fokus dan otot secara spesifik. Latihan yang mengutamakan kendali inilah yang secara langsung menargetkan otot-otot kecil yang sering kali tidak sadar diabaikan oleh para penggiat olahraga ekstrem.
"Di sini tuh kita menstabilkan kembali otot kita. Jadi, untuk mendukung otot-otot besar, otot-otot kecil ini harus stabil supaya kita enggak cedera, dan jauh dari cedera," ungkap Miyane.
Ketika otot-otot penyangga ini kuat, postur tubuh akan tetap terjaga meski sedang melakukan gerakan yang sangat menantang.
Penyeimbang rutinitas ekstrem
Otot-otot kecil yang terlatih akan membuat rutinitas olahraga jenis lain menjadi efisien karena setiap bagian tubuh saling menopang dengan baik.
Bagi mereka yang gemar memacu adrenalin lewat olahraga ekstrem, menjaga keseimbangan lewat kontrol postur adalah sebuah keharusan agar tubuh kembali ke titik netral.
"Pas aku lagi getol-getolnya aerial, kerjaannya ke fisioterapi. Karena kan aerial tuh rasanya kayak ada adrenaline rush, jadi kita suka enggak sadar bahwa sudah capek core-nya, sudah enggak engage, jadinya cedera," kata Miyane.
Ia juga menekankan bahaya memulai olahraga berat tanpa pemanasan otot inti yang memadai, yang mana bisa dicapai dengan 30 menit sesi Soul Barre.
"Bayangin itu (otot) enggak dipanasin terus tiba-tiba orang langsung pull up gitu. Ya bisa cedera sudah pasti kan," tutur Miyane.
Olahraga yang bisa dilakukan di rumah
Selain mencegah cedera, keunggulan utama SoulBarre adalah sifatnya yang sangat inklusif. Karena mengutamakan kesadaran tubuh, olahraga ini bisa diadaptasi untuk orang dengan kondisi fisik tertentu, seperti skoliosis atau telapak kaki datar (flat foot).
Latihan ini sangat adaptif karena tidak menggunakan beban tambahan yang berat, melainkan memaksimalkan berat tubuh sendiri untuk membangun kekuatan secara alami. Kuncinya adalah mendengarkan instruksi lisan (cueing) dari pelatih.
Jika menggunakan beban, kamu bisa memilihnya sesuka hati tanpa ada ketetuan baku. Beban 0,5 kilogram pun boleh digunakan, selama kamu nyaman. Kuncinya adalah mendengarkan instruksi lisan (cueing) dari pelatih.
"Bisa istirahat kapan saja, bisa minum kapan saja. Yang penting jangan dipaksa tubuhnya," papar Miyane.
Menariknya lagi, gerakan dasar olahraga ini bisa dipraktikkan sendiri di rumah bermodalkan perabot yang ada, seperti kursi, pegangan tangga, meja, atau sofa, selama tingginya separuh tinggi tubuh atau lebih tinggi.
Dengan rutin melatih otot-otot kecil ini secara mandiri, kamu tidak hanya mendapatkan tubuh yang lebih kencang, tetapi juga perasaan segar dan penuh energi setelah sesi berakhir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang