Garuda Calling Dinilai Kurang Lirik Performa Pemain di Liga Indonesia
PSSI resmi mengumumkan pemanggilan pemain atau yang akrab dikenal dengan Garuda Calling ke Timnas Indonesia untuk menghadapi ajang FIFA Series 2026 yang akan berlangsung Maret mendatang.
Pelatih John Herdman memanggil 41 pemain dalam squad sementara. Daftar tersebut berisi kombinasi pemain langganan timnas, pemain muda, serta beberapa nama yang kembali dipanggil setelah lama absen.
Salah satu nama yang kembali masuk skuad adalah bek Elkan Baggott dari Ipswich Town. Pemanggilan yang sebelumnya juga telah dikonfirmasi oleh Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji.
Selain itu, penyerang Ezra Walian yang tampil cukup konsisten di Super League 2025-2026 bersama Persik Kediri juga masuk dalam daftar.
Kesempatan untuk Pemain Muda
Pelatih asal Inggris itu turut memberikan ruang bagi sejumlah pemain muda tentu dengan setengah mata melihat ke ASEAN Cup atau Piala AFF yang akan bergulir pada pertengahan tahun.
Antara lain ada nama dua pemain Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas dan Fajar Fathur Rahman.
Lalu penjaga gawang Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta, gelandang Arkhan Fikri dari Arema FC, serta winger Victor Dethan yang bermain untuk PSM Makassar.
Selain itu nama pemain diaspora juga muncul dalam daftar, salah satunya Tim Geypens yang kini membela FC Emmen.
Sedangkan sejumlah pemain yang selama ini menjadi tulang punggung timnas kembali dipanggil yaitu Emil Audero, Maarten Paes, Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Rizky Ridho, hingga Joey Pelupessy.
Pengamat Soroti Minimnya Pemain Liga Domestik
Daftar pemain yang dipanggil John Herdman mendapat tanggapan dari pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo.
Menurutnya, pemilihan pemain tidak mengejutkan karena terlihat masih mengacu pada daftar lama dibandingkan performa terbaru di kompetisi domestik.
“Kalau memang profesional, seharusnya pemanggilan pemain lebih mengacu pada performa terkini di kompetisi. Kesan yang muncul justru masih menggunakan daftar pemain sebelumnya,” ujar mantan jurnalis olahraga senior itu kepada KOMPAS.com.
"Tim Geypens pertama kali dipanggil, tidak jelas patokannya. Apa hanya karena diaspora, Jens Raven juga pertama kali dipanggil ke timnas senior bukan karena kompetisi juga tapi karena pemain diaspora, belum terlihat juga permainannya," imbuhnya.
Ia menilai sejumlah keputusan tidak terlalu mengejutkan karena nama-nama yang dipanggil sebagian besar sudah sering masuk komposisi timnas Indonesia.
"Itu-itu saja. Missnya hanya Teja Paku Alam kalau menurut saya," ujarnya lagi.
Penjaga gawang Persib Bandung Teja Paku Alam tentang harapan kembali memperkuat Timnas Indonesia di usia kepala tiga.
Teja Paku Alam Dinilai Layak Dipanggil
Menurut pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu mempertanyakan terhadap tidak masuknya nama penjaga gawang Persib Bandung, Teja Paku Alam.
Mengingat performanya di kompetisi kasta tertinggi sepak bola musim ini layak mendapat perhatian dari tim pelatih timnas Indonesia.
“Dia salah satu kiper terbaik di liga saat ini. Faktor usia juga masih ideal, jadi seharusnya bisa dipertimbangkan,” kata gita Suwondo.
Meskipun di sisi lain, ia menilai beberapa pemain yang masuk daftar masih perlu dipantau kondisinya, terutama yang sedang mengalami cedera seperti Milano Jonathan dan Ole Romeny.
"Miliano Jonathan yang cedera ligamen tidak tahu sampai kapan. Lalu Ole Romeny juga masih cedera sedangkan ini kurang beberapa minggu lagi untuk FIfA Series jadi tidak mungkin mereka," sambungnya.
Agenda FIFA Series di Jakarta
Ddalam waktu dekat, Timnas Indonesia dijadwalkan akan menjalani dua laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.
Pada laga pertama, Indonesia akan menghadapi timnas Saint Kitts and Nevis, Jumat (27/3/2026) malam.
Skuad Garuda akan kembali bertanding melawan pemenang atau tim yang kalah dari duel antara timnas Bulgaria melawan timnas Kepulauan Solomon.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang