Main Lego Jadi Cara Ringgo Agus Rahman Menghidupkan Inner Child
Aktor Ringgo Agus Rahman mengaku memiliki kedekatan emosional dengan mainan Lego.
Bagi Ringgo, Lego bukan sekadar permainan, tetapi juga menjadi cara untuk menghidupkan kembali keinginan masa kecil yang dulu belum sempat ia rasakan.
Ringgo bercerita bahwa sejak kecil ia sudah sangat tertarik dengan Lego. Namun, saat itu ia belum memiliki kesempatan untuk memiliki mainan tersebut.
“Jujur aja waktu kecil itu gua enggak punya, tapi selalu pengin. Dari gua kecil, Lego bricks itu suatu mainan yang selalu kebayang,” ujar Ringgo dalam acara media gathering #MainBarengBangunSilaturahmi di Bintaro Jaya Xchange Mall 1, Jumat (6/3/2026).
Ia mengatakan bahwa keinginannya memiliki Lego muncul ketika melihat mainan tersebut dimiliki oleh sepupu maupun teman-temannya.
Menurut Ringgo, keinginan tersebut bahkan menjadi bagian dari apa yang ia sebut sebagai inner child yang ingin suatu hari bisa terwujud.
Mimpi masa kecil yang akhirnya terwujud
Ringgo mengatakan bahwa sejak kecil ia sering membayangkan suatu hari nanti dapat membeli Lego dengan uang hasil kerjanya sendiri.
“Dari kecil itu selalu inner child gua tuh segala macam mainan, tapi buat Lego bricks itu one day gua harus punya, one day gua harus beli,” ujarnya.
Keinginan tersebut akhirnya terwujud ketika ia sudah mulai bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Saat itu, Ringgo langsung membeli Lego yang selama ini ia impikan.
“Sampai akhirnya gua udah punya pekerjaan, bisa menghasilkan uang sendiri, gua beli dari toko. Itu rasanya gua enggak sabar banget,” kata Ringgo.
Menurut dia, momen tersebut menjadi pengalaman yang cukup emosional karena akhirnya ia dapat memenuhi keinginan yang sudah lama ada sejak masa kecil.
Berbagi pengalaman dengan anak
Selain ingin memiliki Lego sendiri, Ringgo juga mengaku sejak dulu memiliki keinginan lain.
Ia selalu membayangkan bahwa suatu hari nanti ia ingin membelikan Lego untuk anaknya.
“Selalu berangan-angan, one day kalau gua punya anak, gua mau beliin Lego bricks buat anak gua,” ujarnya.
Menurut Ringgo, Lego memiliki daya tarik tersendiri karena bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga melibatkan proses kreatif saat menyusunnya.
Keinginan tersebut akhirnya terwujud setelah ia memiliki anak. Kini, anaknya bahkan dapat memilih sendiri seri Lego yang ingin dikoleksi.
“Buat gua tuh dulu artistik sekali ya mainan ini. Ada prosesnya dulu, terus ketika jadi bisa dipajang dan kita lihat setiap hari,” katanya.
Bukan sekadar mainan
Di sisi lain, Ringgo mengaku ada momen emosional tersendiri ketika akhirnya ia dapat membelikan Lego untuk anaknya.
Bagi pria berusia 43 tahun ini , momen tersebut terasa seperti bagian dari masa kecilnya yang akhirnya bisa terpenuhi.
“Ada momen emosional, sangat emosional buat gua ketika akhirnya gua sanggup beli Lego buat anak gua,” kata Ringgo.
Bagi Ringgo, Lego bukan hanya sekadar mainan yang disusun menjadi bentuk tertentu.
Lebih dari itu, mainan tersebut memiliki makna pribadi yang mengingatkannya pada mimpi masa kecil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang