1 Wakil Tunggal Indonesia Tersingkir, Putri KW Tumbang dari An Se Young di All England 2026
Langkah tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani harus terhenti di babak perempat final All England Open 2026. Ia kembali tak mampu membendung permainan pemain nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se Young.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Jumat 6 Maret 2026, Putri menyerah dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 14-21. Hasil tersebut memperpanjang catatan buruknya saat menghadapi An Se Young, yang kini sudah sembilan kali mengalahkannya.
Putri mengakui dirinya masih kesulitan menemukan cara untuk menembus pertahanan pemain yang juga peraih emas Olimpiade Paris 2024 tersebut.
"Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki kalau untuk melawan top empat karena menurut saya benar-benar yang masih belum bisa dilewati adalah mereka di empat besar," kata Putri dalam keterangan seusai laga.
Pertandingan sebenarnya sempat berjalan cukup ketat di awal gim pertama. Kedua pemain saling mengejar poin hingga kedudukan imbang 6-6. Namun setelah itu, An mulai mengambil alih permainan.
Pebulu tangkis Korea Selatan tersebut mempercepat tempo dan memaksa Putri terus bertahan. Ia unggul 11-6 saat interval, lalu terus menjauh hingga mencatat keunggulan 16-6. Gim pertama akhirnya ditutup An dengan skor 21-11 setelah pukulan menyilang Putri keluar lapangan.
Situasi tak banyak berubah di gim kedua. An Se Young kembali tampil konsisten sejak awal dan langsung membuka jarak. Ia memimpin 11-5 saat interval sebelum terus menjaga ritme permainan.
Putri sebenarnya sempat mencoba mengejar, namun konsistensi lawannya membuat jarak poin tetap terjaga. An akhirnya mengamankan kemenangan setelah mengantongi tujuh match point dan menutup gim kedua dengan skor 21-14.
Putri menilai salah satu masalah utama yang ia hadapi saat melawan An adalah menjaga konsistensi selama pertandingan.
"Tadi benar-benar dari konsistensi sama berpikir di lapangannya harus benar-benar kuat dan saya belum berhasil melakukan itu. Jadi bisa kayak dua-tiga poin, lalu hilangnya banyak banget," ungkapnya.
Ia juga merasa performanya dalam dua pertemuan terakhir melawan An belum sebaik saat keduanya bertemu di BWF World Tour Finals 2025.
"Di dua pertemuan terakhir, perlawanan saya belum seperti saat di World Tour Finals 2025. Kami sudah sering bertemu dan pasti belajar kebagusan, kelemahan masing-masing. An Se Young pasti belajar dan begitu juga saya. Tapi cara mematikan dia yang saya belum menemukan lagi caranya," jelas Putri.
Meski gagal melangkah lebih jauh di All England tahun ini, Putri mengaku tetap mendapatkan pelajaran penting dari laga tersebut. Ia menilai permainan An Se Young tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga mampu memengaruhi mental lawan di lapangan.
"Cara bermainnya tidak hanya mematikan lawan tapi juga bisa membuat lawan mati sendiri," pungkasnya.
Kekalahan ini membuat Indonesia kehilangan satu wakil tunggal putri di babak semifinal turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut. Namun pengalaman menghadapi pemain terbaik dunia di panggung besar seperti All England diyakini akan menjadi bekal berharga bagi Putri untuk menghadapi turnamen berikutnya.