Cerita ke Media Belanda, Maarten Paes: Orang Indonesia Gila Sepak Bola
Kiper Ajax Amsterdam, Maarten Paes membagikan pengalamannya usai memutuskan membela Timnas Indonesia.
Maarten Paes mengatakan jika bermain untuk Timnas Indonesia selalu menjadi cerita yang sangat istimewa sepanjang kariernya.
Sejak dinaturalisasi pada 2024 lalu, Maarten Paes telah mengoleksi sepuluh pertandingan bersama skuad Garuda.
Debutnya dilakukan justru di laga tandang saat menghadapi Arab Saudi di Jeddah. Kala itu tim asuhan Shin Tae-yong secara mengejutkan menahan imbang dengan skor 1-1.
Salah satu momen yang tak akan dilupakan oleh para fans Garuda tentu saat ia menepis tendangan penalti Salem Al-Dawsari sekaligus memastikan Garuda pulang dengan membawa satu poin.
Selain itu, Paes juga menunjukkan performa yang solid bersama FC Dallas, yang diyakini turut membantu kontribusinya bagi skuad Garuda.
Membela Timnas Indonesia adalah Kehormatan
Maarten Paes yang baru saja hengkang ke Ajax Amsterdam pada awal musim ini mengatakan jika membela Timnas Indonesia adalah sebuah kehormatan.
Menurutnya, selama membela Garuda, ia memiliki banyak kenangan indah meski gagal membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
"Itu sebuah kehormatan besar (bisa membela Timnas Indonesia)."
"Sudah sekitar 18 bulan...sejak debut saya melawan Arab Saudi."
"Sejak saat itu saya bisa membuat banyak kenangan indah," ungkapnya dalam wawancara dengan kanal YouTube Ajax Amsterdam.
Lebih lanjut, kiper berusia 27 tahun juga menyoroti pandangan dunia bahwa sepak bola Indonesia masih sering dianggap sebelah mata.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa gairah sepak bola di Indonesia terutama saat skuad Garuda berlaga di kandang tidak bisa diremehkan.
Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, berhasil menepis tendangan penalti pemain Arab Saudi, Salem Al-Dawsari, dalam pertandingan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (5/9/2024).
Orang Indonesia Gila Sepak Bola
Melihat suasana di pertandingan Timnas Indonesia saat tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBLA), ia berharap akan ada banyak orang yang bisa menyaksikan secara langsung.
"Juga banyak jam penerbangan dari Amerika. Jakarta selalu menyenangkan. (Namun) budaya sepak bola mereka sangat diremehkan."
"Saya mengajak semua orang untuk datang melihatnya, karena luar biasa," kata Paes.
Paes bahkan menyandingkan gairah sepak bola di Indonesia seperti yang terjadi di Argentina.
"Sedikit seperti orang Argentina, dalam hal kegilaan mereka terhadap sepak bola," tambahnya.
Bermain di Stadion Gelora Bung Karno dengan puluhan ribu penonton menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan ketika tampil bersama klub.
Sorakan serta dukungan dari para suporter memberikan dorongan semangat tersendiri bagi para pemain yang sedang berjuang di atas lapangan. Hal tersebut menjadi tambahan motivasi untuk tampil maksimal.
Ia juga percaya bahwa siapa pun yang baru pertama kali datang ke stadion akan merasakan pengalaman yang sangat berkesan dan sulit dilupakan.
"Sangat luar biasa. Pertandingan kandang dengan 80.000 penonton."
"Mereka membuat lebih banyak suara daripada yang bisa kamu bayangkan. Gila," tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang