Turun Peringkat Skytrax, Garuda Indonesia Benahi Kualitas Layanan hingga Keuangan

Skytrax, Garuda Indonesia, Turun Peringkat Skytrax, Garuda Indonesia Benahi Kualitas Layanan hingga Keuangan

Maskapai nasional Garuda Indonesia memproyeksikan tahun 2026 sebagai momentum percepatan transformasi pada lini usaha dan operasional.

Langkah ini dilakukan seiring upaya perusahaan memperkuat kualitas layanan kepada penumpang sekaligus meningkatkan kinerja keuangan secara berkelanjutan.

Transformasi tersebut juga menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap dinamika industri penerbangan global, termasuk pembaruan klasifikasi rating layanan yang dirilis oleh lembaga pemeringkatan maskapai dunia, Skytrax.

Pihak manajemen Garuda Indonesia dalam rilis resmi (6/3/2026), menyatakan bahwa perubahan peringkat tersebut menjadi refleksi atas fase transformasi yang saat ini tengah dijalankan perusahaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, maskapai pelat merah ini memang fokus pada pemulihan serta penguatan fundamental kinerja, khususnya pada aspek keuangan dan keberlanjutan usaha.

Seiring proses tersebut, berbagai langkah perbaikan pada layanan dan operasional juga mulai dilakukan sebagai bagian dari konsolidasi menuju fondasi bisnis yang lebih sehat, adaptif, dan berkelanjutan.

Turun dari maskapai bintang lima di Skytrax

Sebelumnya, Garuda Indonesia tidak lagi menyandang predikat maskapai bintang lima versi Skytrax. Dalam pembaruan yang dirilis pada awal Maret 2026, peringkat maskapai ini diturunkan menjadi maskapai bintang empat.

Dalam keterangannya, Skytrax menyebut penurunan peringkat terjadi karena sejumlah produk dan fasilitas dinilai sudah tertinggal serta membutuhkan pembaruan.

“Garuda Indonesia, yang dulunya merupakan maskapai bintang 5, sedang menjalani masa restrukturisasi. Dengan banyaknya produk di dalam pesawat dan fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar yang kini sudah sangat ketinggalan zaman dan perlu ditingkatkan atau dimodernisasi, peringkat Garuda Indonesia telah diturunkan menjadi maskapai bintang 4,” tulis Skytrax.

Menurut Skytrax, meskipun standar layanan dari staf kabin dan staf darat Garuda Indonesia masih dinilai baik, kualitas produk yang ditawarkan kepada penumpang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Penilaian produk tersebut mencakup berbagai aspek pengalaman penumpang selama penerbangan, antara lain kenyamanan kursi, fasilitas kabin, kualitas makanan dan minuman, sistem hiburan dalam pesawat (in-flight entertainment/IFE), hingga kebersihan kabin.

Siapkan pembenahan layanan

Menanggapi hal tersebut, Garuda Indonesia tengah menjalankan berbagai pembenahan mendasar melalui penyusunan roadmap peningkatan layanan secara menyeluruh.

Program ini mencakup perbaikan dan penyegaran berbagai titik pengalaman perjalanan penumpang (touch points), mulai dari layanan di bandara hingga di dalam pesawat.

Skytrax, Garuda Indonesia, Turun Peringkat Skytrax, Garuda Indonesia Benahi Kualitas Layanan hingga Keuangan

Ilustrasi Garuda Indonesia.

Beberapa langkah yang disiapkan antara lain peningkatan kualitas layanan kabin dan pengalaman penerbangan, penyegaran layanan ground service di bandara, pembaruan lounge, pengembangan layanan digital dan inflight service, serta penyempurnaan berbagai elemen layanan lainnya.

Seluruh pengembangan tersebut tetap mengacu pada konsep pengalaman “5 senses” khas Garuda Indonesia yang mencakup aspek sight, sound, scent, taste, dan touch.

Perusahaan menyadari bahwa transformasi layanan memerlukan waktu dan akan dilakukan secara bertahap serta terukur. Namun Garuda Indonesia optimistis berbagai inisiatif pembenahan yang dijalankan dapat menghadirkan peningkatan nyata pada kualitas layanan.

Melalui implementasi transformasi tersebut, Garuda Indonesia berharap dapat semakin memperkuat posisinya sebagai maskapai nasional yang adaptif dan kompetitif di tingkat global.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang