Kapan Tekanan Emosional Perlu Ditangani Profesional? Ini Tanda-tandanya

Kapan Tekanan Emosional Perlu Ditangani Profesional? Ini Tanda-tandanya

Setiap orang dapat mengalami tekanan emosional dalam kehidupan sehari-hari, baik karena pekerjaan, hubungan sosial, maupun masalah pribadi.

Namun, ketika tekanan tersebut berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi itu tidak boleh diabaikan.

Psikolog klinis Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog mengatakan bahwa tekanan emosional yang menetap dan semakin berat dapat menjadi tanda bahwa seseorang memerlukan bantuan profesional.

“Bantuan profesional perlu dipertimbangkan ketika seseorang merasa tekanan emosionalnya menetap, bahkan semakin berat, sampai membuat dirinya kewalahan dan mulai mengganggu fungsi sehari-hari,” kata Ratih dikutip dari ANTARA, Kamis (6/3/2026).

Menurut Ratih, tekanan emosional yang tidak tertangani dapat membuat seseorang kesulitan menjalankan fungsi dasar dalam kehidupan.

Misalnya, mengalami gangguan tidur, kesulitan bekerja secara optimal, atau kesulitan menjaga hubungan dengan orang di sekitarnya.

Kapan Tekanan Emosional Perlu Ditangani Profesional? Ini Tanda-tandanya

Stres kerja sering dianggap wajar hingga tak disadari. Psikolog mengingatkan, tekanan yang menumpuk bisa berujung burnout pada pekerja.

Tanda tekanan emosional perlu bantuan profesional

Ratih menjelaskan bahwa ada beberapa tanda peringatan yang perlu diperhatikan ketika tekanan emosional mulai membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Salah satu tanda yang sering muncul adalah perasaan putus asa yang berlangsung dalam waktu lama.

Perasaan ini dapat membuat seseorang kehilangan motivasi dan merasa tidak memiliki harapan terhadap masa depan.

Selain itu, seseorang juga bisa mengalami ledakan emosi yang sulit dikendalikan.

Kondisi ini dapat terlihat dari kemarahan yang muncul secara tiba-tiba, tangisan berlebihan, atau reaksi emosional yang tidak sebanding dengan situasi yang dihadapi.

Tanda lainnya adalah kecenderungan menarik diri secara ekstrem dari lingkungan sosial.

Seseorang mungkin mulai menghindari keluarga, teman, atau aktivitas yang sebelumnya disukai.

Dalam kondisi yang lebih serius, tekanan emosional juga dapat memunculkan pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Menurut Ratih, kondisi ini merupakan tanda penting bahwa seseorang membutuhkan dukungan yang lebih terarah dari tenaga profesional.

tanda tersebut menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan dukungan yang lebih terarah dari tenaga profesional,” ujarnya.

Bantuan profesional dapat membantu memahami kondisi diri

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog mengatakan bahwa mencari bantuan profesional merupakan langkah yang baik bagi seseorang yang merasa kesulitan memahami kondisi emosinya.

“Kalau seseorang merasa perlu ada yang membantu dan memutuskan pergi ke bantuan profesional, itu tentu langkah yang baik,” kata Novi.

Ia menjelaskan bahwa saat ini layanan kesehatan mental semakin mudah diakses masyarakat. Selain klinik psikologi, layanan psikolog juga tersedia di fasilitas kesehatan seperti puskesmas.

Meski demikian, proses pemulihan tidak selalu harus dimulai dari layanan profesional.

Menurut Novi, seseorang juga dapat memulai dengan membangun kesadaran diri terhadap kondisi emosinya.

Kesadaran diri dapat dikembangkan melalui berbagai cara, seperti membaca buku tentang pengembangan diri, mempelajari filsafat, atau melakukan refleksi pribadi untuk memahami pengalaman hidup yang telah dilalui.

Dengan refleksi tersebut, seseorang dapat lebih memahami alasan di balik reaksi emosional yang muncul serta menemukan cara yang lebih sehat untuk menghadapi tekanan hidup.

Menurut Novi, kemampuan untuk mengenali diri sendiri menjadi langkah awal yang penting dalam proses pemulihan mental.

“Kuncinya adalah kesadaran diri. Ketika seseorang mulai mengenali dirinya, itu sudah menjadi langkah awal untuk memulihkan kondisi mental,” ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang