Top 5+ Fakta Kecelakaan Tol Cipularang: Truk Alami Masalah Rem, 3 Orang Tewas

kecelakaan, Tol Cipularang KM 93, 5 Fakta Kecelakaan Tol Cipularang: Truk Alami Masalah Rem, 3 Orang Tewas, 1. Truk Kontainer Diduga Alami Masalah Pengereman, 2. Korban Meninggal Bertambah Jadi Tiga Orang, 3. Truk hingga Minibus Terlibat Kecelakaan, 4. Kesaksian Korban Selamat, 5. Sejumlah Kendaraan Rusak Parah

Kecelakaan beruntun terjadi di KM 93 ruas Tol Cipularang arah Jakarta pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 20.18 WIB. 

Peristiwa ini melibatkan sedikitnya 10 kendaraan dan sempat membuat seluruh lajur tidak dapat dilalui kendaraan.

Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Plaza Tol Pasteur Bandung, Agni Mayvinna, menyampaikan bahwa laporan awal mencatat dua orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka berat.

"Seluruh korban yang telah dievakuasi dilarikan ke rumah sakit Radjak Purwakarta untuk perawatan lebih lanjut," ujar Agni dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis.

Berikut lima fakta kecelakaan Tol Cipularang.

1. Truk Kontainer Diduga Alami Masalah Pengereman

Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono menjelaskan kronologi kecelakaan beruntun yang terjadi di Tol Cipularang KM 93 B. 

Menurut dia, insiden tersebut diduga dipicu masalah pada sistem pengereman truk kontainer.

"Diduga kendaraan kontainer nopol B-9367-UEL mengalami masalah pengereman," kata Joko dikutip dari Antara, Kamis.

Ia menjelaskan, kendaraan kontainer itu melaju dari arah Bandung menuju Jakarta melalui lajur satu. 

Ketika mendekati lokasi kejadian, pengemudi mendapati kondisi lalu lintas yang padat akibat sebuah dump truck yang mengalami gangguan di jalan.

Saat mencoba mengurangi kecepatan, kendaraan tersebut diduga mengalami masalah pada rem sehingga tidak dapat berhenti dengan baik.

"Kemudian kontainer itu mencoba melakukan pengereman, namun terjadi gangguan dan selanjutnya menabrak kendaraan pikap dan kemudian terjadi kecelakaan beruntun," ujarnya.

2. Korban Meninggal Bertambah Jadi Tiga Orang

Data awal menyebutkan dua korban meninggal dunia. Namun, laporan terbaru pada Jumat (6/3/2026) pagi menunjukkan, jumlah korban tewas bertambah menjadi tiga orang.

Ketiga korban diketahui merupakan penumpang mobil Suzuki pikap bernomor polisi B 9718 VAF yang ikut terlibat dalam kecelakaan tersebut. 

Kendaraan itu mengalami kerusakan berat setelah terjepit di antara dua truk.

Korban meninggal dunia adalah pengemudi Eman Wahyudi (36), warga Cikeas Udik, Gunungputri, Kabupaten Bogor. 

Korban meninggal lainnya, yakni Muhammad Reza (29), warga Duren Mekar, Bojongsari, Kota Depok, dan Wisnu Nugroho (31), warga Bojongsari Baru, Kota Depok.

Sopir truk kontainer yang diduga menjadi pemicu kecelakaan, Cahya, mengatakan kendaraannya mengalami gangguan pengereman saat melintas di lokasi kejadian.

“Kemungkinan remnya blong,” ujar Cahya, dikutip dari TribunPriangan, Jumat (6/3/2026).

3. Truk hingga Minibus Terlibat Kecelakaan

Berdasarkan laporan Antara, Kamis, total terdapat 10 kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. 

Kendaraan yang terlibat, antara lain truk kontainer bernopol B 9367 UEL, pikap B 9718 VAF, truk BL 8752 NP, Toyota Rush F 1308 AZ, serta Daihatsu Sigra T 1394 BJ.

Selain itu, terdapat mobil tronton boks D 9481 AF, Toyota Hiace E 7666 AA, Toyota Raize T 1518 HO, Mazda Biante, dan Toyota Agya.

Setelah penanganan awal di lokasi kejadian, satu lajur tol kembali dapat dilalui kendaraan pada pukul 20.59 WIB. 

Kemudian pada pukul 21.43 WIB, dua lajur sudah kembali dibuka untuk lalu lintas.

4. Kesaksian Korban Selamat

Salah satu korban selamat, Soleh Muslim, menceritakan kondisi saat kecelakaan terjadi. 

Ia mengatakan arus lalu lintas di tol tiba-tiba melambat hingga berhenti.

Namun, dari arah belakang datang truk kontainer dengan kecepatan tinggi yang kemudian menabrak kendaraan di depannya hingga memicu tabrakan beruntun.

"Saat itu kondisi perjalanan awalnya lancar. Pas sudah masuk tol tiba-tiba macet dan semua kendaraan berhenti," ujar Soleh dikutip dari TribunPriangan, Kamis.

"Mobil saya juga sudah berhenti, tapi tiba-tiba dari belakang ada mobil yang menabrak," sambungnya.

Benturan keras membuat mobil yang ia tumpangi terpental beberapa kali.

"Mobil saya ditabrak sampai tiga kali. Sekali ketabrak saya terpental, lalu ditabrak lagi sampai terpental lagi. Waktu itu saya sudah pasrah," katanya.

Saat kejadian, Soleh berada di dalam mobil bersama dua anggota keluarganya. Ketiganya selamat meski kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kerusakan.

5. Sejumlah Kendaraan Rusak Parah

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan cukup berat akibat benturan beruntun, terutama di bagian depan dan belakang.

Serpihan bodi kendaraan terlihat berserakan di sepanjang jalur tol. Petugas juga menutup tumpahan oli di badan jalan menggunakan pasir untuk mencegah kendaraan tergelincir.

Proses evakuasi kendaraan sempat menyebabkan kemacetan panjang dari arah Bandung menuju Jakarta. 

Bahkan seluruh lajur di sekitar lokasi kejadian sempat tidak dapat dilintasi kendaraan.

Petugas kepolisian bersama pengelola tol serta tim derek kemudian melakukan evakuasi kendaraan secara bertahap dan mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang