Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang Gegara Truk Rem Blong, Kenapa Terulang Lagi?

Array,Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang Gegara Truk Rem Blong, Kenapa Terulang Lagi?

Truk rem blong diduga menjadi pemicu kecelakaan beruntun di KM 93 Tol Cipularang. Kenapa kecelakaan truk rem blong di Tol Cipularang terus berulang?

Kecelakaan beruntun terjadi di KM 93 Tol Cipularang. Dalam kecelakaan itu, ada 10 kendaraan yang terlibat yaitu truk kontainer B 9367 UEL, mobil Pikap bernopol B 9718 VAF, mobil truk nopol BL 8752 NP, Toyota Rush nopol F 1308 AZ, Daihatsu Sigra nopol T 1394 BJ, dan mobil tronton boks nopol D 9481 AF. Toyota Hiace dengan nopol E 7666 AA, Toyota Raize nopol T 1518 HO, Mazda Biante dan Toyota Agya juga ikut jadi korbannya.

Akibat kecelakaan, dua orang yang merupakan sopir dan kondektur mobil pick up dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Dikutip Antara, Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono mengungkap, kecelakaan itu dipicu masalah pengereman pada truk. Truk diduga mengalami rem blong hingga menghantam kendaraan di depannya.

Joko mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, kendaraan kontainer itu melaju dari arah Bandung menuju Jakarta di lajur satu. Setibanya di tempat kejadian perkara, kata Joko, pengemudi mendapati jalan yang padat akibat kendaraan dump truck yang mengalami gangguan.

"Kemudian kontainer itu mencoba melakukan pengereman namun terjadi gangguan dan selanjutnya menabrak kendaraan pikup dan kemudian terjadi kecelakaan beruntun," ujar Joko.

Kecelakaan di Tol Cipularang akibat truk rem blong bukan kali ini terjadi. Khususnya KM 100 sampai KM 90, kecelakaan kerap berulang. Kontur di sepanjang jalan itu diketahui menurun. Tidak jarang kecelakaan di rentang KM tersebut menimbulkan korban jiwa. Penyelidik Senior Komite KNKT Ahmad Wildan mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kendaraan mengalami rem blong.

Menurut Wildan, yang pertama kecelakaan rem blong terjadi pada jalan menurun dan memiliki pola yang sama yaitu pengemudi menggunakan gigi tinggi saat melalui jalan menurun, melakukan pengereman berulang, sehingga mengakibatkan rem tidak berfungsi, memindahkan gigi di jalan menurun saat rem tidak berfungsi sehingga menyebabkan gigi masuk ke posisi netral dan berakhir dengan tabrakan hebat karena kecepatan kendaraan bisa mencapai 100 km/jam bahkan lebih karena melaju pada jalan menurun dalam posisi gigi netral.

"kecelakaan rem blong yang dipicu rem tidak berfungsi karena mengalami malfunction pada sistem rem. Hal ini disebabkan karena pengemudi tidak melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi (pre-trip inspection)," ujar Wildan.