Perang AS vs Iran Bisa Bikin Warga Indonesia Batal Mudik Lebaran

harga BBM, geopolitik, Timur Tengah, industri otomotif, mobil listrik, mudik, Perang AS vs Iran Bisa Bikin Warga Indonesia Batal Mudik Lebaran

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dinilai berpotensi memberi dampak luas terhadap berbagai sektor, termasuk industri otomotif di Indonesia.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dikhawatirkan memengaruhi stabilitas energi global, terutama harga bahan bakar minyak (BBM).

Dampak tersebut bukan hanya dirasakan pada sektor energi, tetapi juga dapat memengaruhi perilaku konsumen dalam membeli kendaraan.

Ketika harga BBM berpotensi naik, masyarakat cenderung mempertimbangkan ulang keputusan pembelian mobil, khususnya yang masih menggunakan mesin konvensional.

Pengamat transportasi sekaligus Ketua Institut Studi Transportasi (Instran), Ki Darmaningtyas, mengatakan kondisi geopolitik di Timur Tengah memiliki keterkaitan dengan industri otomotif nasional.

harga BBM, geopolitik, Timur Tengah, industri otomotif, mobil listrik, mudik, Perang AS vs Iran Bisa Bikin Warga Indonesia Batal Mudik Lebaran

ilustrasi mudik

"Yang pasti, bagi yang akan beli mobil BBM agar berpikir ulang atau menunda pembelian. Berpikir ulangnya adalah beli mobil BBM atau mobil listrik. Kalau mereka ingin mobil BBM, ya mereka memilih menunda beli mobil," ujar Darmaningtyas, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Menurut dia, perbandingan antara mobil berbahan bakar minyak dan kendaraan listrik juga akan semakin sering dipertimbangkan oleh konsumen. Namun, kendaraan listrik dinilai belum sepenuhnya menjadi pilihan semua kalangan.

Darmaningtyas menambahkan, mobil listrik hanya cocok untuk konsumen dengan kemampuan finansial yang cukup baik. Pasalnya, komponen utama seperti baterai memiliki masa pakai tertentu dan biaya penggantian yang tidak murah.

harga BBM, geopolitik, Timur Tengah, industri otomotif, mobil listrik, mudik, Perang AS vs Iran Bisa Bikin Warga Indonesia Batal Mudik Lebaran

Ilustrasi mudik Lebaran 2026

Pada sisi lain, konflik yang melibatkan negara-negara besar tersebut berpotensi menekan stabilitas harga energi dunia. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada harga BBM di dalam negeri serta biaya transportasi masyarakat.

"Ikutan dari harga BBM yang naik itu adalah nilai rupiah yang akan jeblok, karena pemerintah sendiri memerlukan banyak dolar AS, salah satunya untuk impor BBM," ujar Darmaningtyas.

Kenaikan harga BBM, lanjut dia, akan memengaruhi biaya perjalanan masyarakat, terutama menjelang periode mudik ketika mobilitas meningkat secara signifikan.

harga BBM, geopolitik, Timur Tengah, industri otomotif, mobil listrik, mudik, Perang AS vs Iran Bisa Bikin Warga Indonesia Batal Mudik Lebaran

SPKLU Center Signature berkapasitas 400 kW di Scientia Garden, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Fasilitas ultra fast charging yang mengusung teknologi split charger dengan liquid cooling system yang memungkinkan proses pengisian daya kendaraan listrik berlangsung lebih cepat dan efisien.

"Kenaikan harga BBM yang signifikan akan berpengaruh terhadap besaran biaya transportasi, terutama bagi pemudik dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat," ujar Darmaningtyas.

Ia juga menilai dampak lanjutan dari kenaikan biaya transportasi dapat memengaruhi keputusan masyarakat untuk melakukan perjalanan jauh. Beban biaya yang meningkat bisa membuat sebagian orang mempertimbangkan kembali rencana mudik.

"Besaran biaya transportasi yang yang signifikan akan dirasakan oleh pengguna mobil pribadi ketika dipadukan dengan tarif tol yang tinggi pula. Ketika ongkos transportasi mahal, maka warga akan berpikir ulang untuk mudik, karena dampak kenaikan harga BBM itu cukup luas, termasuk kenaikan harga semua barang," kata Darmaningtyas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang