Terpopuler: Tim Geypens Kembali jadi Warga Negara Belanda?, Rumor Cesc Fabregas Masuk Radar MU
Kegagalan Timnas Futsal Indonesia untuk meraih takhta juara ASEAN di tangan Thailand menjadi kabar pilu yang menutup akhir pekan ini. Namun, sorotan publik tak berhenti di situ, drama penyesalan Alejandro Garnacho setelah meninggalkan Old Trafford hingga munculnya nama Cesc Fabregas dalam bursa manajer Manchester United turut memanaskan tensi pemberitaan.
Dari kancah domestik, polemik "passportgate" Tim Geypens dan sengitnya sikut-sikutan di papan atas BRI Super League menjadi menu lengkap yang paling banyak diburu pembaca VIVA Bola sepanjang Minggu 12 April 2026.
5. Timnas Futsal Indonesia Gagal Juara ASEAN 2026 Usai Dibungkam Thailand di Final
Timnas Futsal Indonesia Gagal Juara ASEAN 2026 Usai Dibungkam Thailand di Final
Ambisi Timnas Futsal Indonesia untuk mempertahankan mahkota juara ASEAN Futsal harus kandas di partai puncak. Skuad Merah Putih takluk 1-2 dari rival abadi, Thailand, dalam final ASEAN Futsal Championship 2026 yang digelar di Nonthaburi Hall, Bangkok, Minggu 12 April 2026.
Indonesia sejatinya sempat berada di atas angin setelah membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Andres Dwi Persada Putra. Namun, Thailand menunjukkan mental juara mereka dengan membalikkan keadaan melalui gol Itticha Praphaphan dan Panut Kittipanuwong.
Kekalahan ini membuat Indonesia gagal mempertahankan status juara bertahan setelah sebelumnya keluar sebagai kampiun pada edisi 2024 usai menundukkan Vietnam di final.
Sementara bagi Thailand, kemenangan tersebut menegaskan dominasi mereka di Asia Tenggara. Gelar ini menjadi trofi ke-17 Thailand di ajang ASEAN Futsal Championship.
Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia tampil agresif dan langsung mengambil inisiatif serangan. Beberapa peluang sempat diciptakan, termasuk lewat sepakan Guntur Ariwibowo, tetapi belum mampu menembus pertahanan rapat Thailand.
4. Cesc Fabregas Masuk Radar Manchester United? Sosok Ini Bongkar Ketertarikan Eks Arsenal ke Old Trafford
Cesc Fabregas resmi bergabung dengan Como 1907
Nama Cesc Fabregas mulai ramai dikaitkan dengan kursi manajer Manchester United untuk musim depan di tengah belum pastinya keputusan klub soal pelatih permanen.
Pelatih muda asal Spanyol itu disebut terbuka terhadap peluang melatih Setan Merah apabila mendapat tawaran resmi dari manajemen Old Trafford. Namun hingga saat ini, belum ada pendekatan formal dari Manchester United kepada Fabregas.
Spekulasi tersebut muncul setelah mantan bek Timnas Italia, Marco Materazzi, mengungkap bahwa Fabregas akan mempertimbangkan tawaran dari klub sebesar Manchester United jika kesempatan itu datang.
“Jika Manchester United meminta Cesc Fabregas, dia akan memikirkannya,” ujar Materazzi dalam wawancara yang kemudian dikutip sejumlah media Eropa.
Nama Fabregas memang tengah naik daun dalam dunia kepelatihan. Bersama Como 1907, pria berusia 38 tahun itu sukses mencuri perhatian lewat performa impresif klub Italia tersebut di musim 2025-2026.
3. Garnacho Akui Menyesal Tinggalkan Manchester United
Alejandro Garnacho di Chelsea
Alejandro Garnacho mengakui penyesalannya meninggalkan Manchester United pada musim panas lalu, setelah bergabung dengan Chelsea dengan nilai transfer sekitar 40 juta poundsterling.
Garnacho meninggalkan Old Trafford setelah berselisih dengan Ruben Amorim, termasuk kritik terbuka yang ia sampaikan usai tidak dimainkan sebagai starter dalam kekalahan final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur.
Pemain asal Argentina itu mengaku memiliki ikatan emosional kuat dengan Manchester United, yang telah memberinya kesempatan sejak level akademi hingga tim utama. Ia menyebut mendapat dukungan besar dari klub dan suporter selama kurang lebih empat hingga lima tahun kebersamaannya.
“Mungkin ya, saya menyesal, karena saya mencintai klub itu. Mereka memberi saya kepercayaan sejak awal,” ujar Garnacho dalam wawancara dengan Premier League Productions, dikutip VIVA.co.id dari Manchester Evening News, Minggu 12 April 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam enam bulan terakhir sebelum hengkang, dirinya lebih sering berada di bangku cadangan. Menurutnya, situasi tersebut memengaruhi sikap dan keputusannya saat itu, mengingat keinginannya untuk selalu bermain di setiap pertandingan.
2. Klasemen Super League Memanas! Persija Menggigit, Borneo FC Tempel Ketat Persib di Puncak
Borneo FC vs PSBS Biak
Memasuki pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026, persaingan di papan atas semakin sulit diprediksi. Selisih poin yang kian tipis membuat perebutan gelar berubah menjadi pertarungan terbuka, di mana setiap laga bisa langsung menggeser posisi klasemen.
Persib Bandung memang masih berdiri di puncak dengan koleksi 61 poin dari 26 pertandingan. Namun, posisi Maung Bandung belum sepenuhnya aman. Mereka kini dibayangi ketat oleh Borneo FC yang mengoleksi 60 poin dari 27 laga.
Tekanan semakin terasa setelah Borneo FC tampil menggila saat menghancurkan PSBS Biak dengan skor 5-1 di Stadion Segiri, Samarinda. Hasil tersebut bukan hanya menegaskan konsistensi Pesut Etam, tetapi juga menjadi pesan serius bagi Persib bahwa perebutan gelar masih jauh dari selesai.
Di bawah mereka, Persija Jakarta juga tak tinggal diam. Kemenangan telak 3-0 atas Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno membuat Macan Kemayoran kini mengoleksi 55 poin dari 27 laga.
Dua gol dari Eksel Runtukahu serta satu gol penalti Allano Lima menjadi bukti efektivitas lini depan Persija. Lebih dari itu, kemenangan ini memangkas jarak dengan puncak klasemen menjadi hanya enam poin.
1. Usai Jadi WNI, Tim Geypens: Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?
Pemain FC Emmen, Tim Geypens
Bek FC Emmen, Tim Geypens mempertanyakan peluang untuk kembali menjadi warga negara Belanda setelah kehilangan status tersebut akibat proses naturalisasi menjadi WNI.
Hal itu disampaikan Geypens usai dipastikan bisa kembali bermain untuk FC Emmen, menyusul polemik “passportgate” yang sempat membuatnya berstatus ilegal di Belanda, negara tempat ia lahir dan dibesarkan.
Dalam wawancara dengan media Belanda, Dagblad van het Noorden, Geypens mengaku kini menyerahkan persoalan kewarganegaraan sepenuhnya kepada agen dan tim hukumnya. Ia ingin mengetahui apakah ada kemungkinan untuk mendapatkan kembali status sebagai warga negara Belanda serta dampaknya terhadap status WNI yang kini disandangnya.
“Saya hanya ingin tahu apakah saya bisa kembali menjadi warga negara Belanda dan apa dampaknya terhadap kewarganegaraan Indonesia saya,” ujar Geypens.
Polemik ini bermula setelah Geypens resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 8 Februari 2025 melalui proses naturalisasi di KBRI London. Keputusan tersebut otomatis menghapus kewarganegaraan Belandanya, karena kedua negara sama-sama tidak menganut sistem kewarganegaraan ganda.