Driver Ojol UEA Tetap Antar Makanan di Tengah Ancaman Rudal

mitra pengemudi, Driver Ojol UEA Tetap Antar Makanan di Tengah Ancaman Rudal

Konflik bersenjata dan serangan rudal yang melanda kawasan Teluk tidak lantas melumpuhkan layanan aplikasi pesan-antar.

Para mitra pengemudi dilaporkan tetap beroperasi di jalanan Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengantarkan pesanan warga di tengah bunyi sirene dan ancaman jatuhnya puing-puing rudal.

Kementerian Pertahanan UEA mencatat bahwa rentetan serangan udara yang dimulai sejak 28 Februari lalu ini telah memakan korban 3 orang tewas dan 58 orang luka-luka.

Kementerian Sumber Daya Manusia UEA bahkan telah mengeluarkan rekomendasi kerja dari rumah pada 1 hingga 3 Maret untuk sektor swasta, kecuali bagi pekerjaan esensial yang membutuhkan kehadiran fisik.

Meski sebagian besar rudal dan drone berhasil dihentikan oleh sistem pertahanan udara, proses pencegatan ini tetap menyimpan bahaya berupa puing-puing yang berjatuhan ke daratan.

Keputusan platform untuk tetap beroperasi memicu perdebatan sengit. Sebagian pihak mengkritik bahwa aplikasi secara tidak langsung menumbalkan nyawa para "ojol driver" yang mayoritas merupakan pekerja migran.

Namun, di sisi lain, tidak memesan makanan justru bisa membuat kurir berada di luar ruangan lebih lama demi memenuhi target harian mereka.

Dihimpun KompasTekno dari Wired, seorang pengemudi anonim dari platform Deliveroo mengungkap bahwa ia bekerja di bawah naungan agensi logistik pihak ketiga.

Jika ia menolak bekerja atau gagal memenuhi kuota pengiriman harian, agensi tersebut akan menjatuhkan denda kepadanya.

Ironisnya, mitra ini mengaku belum menerima panduan keselamatan apa pun dari pihak perusahaan terkait serangan udara yang sedang berlangsung.

Sistem pengupahan aplikasi pada umumnya memang sangat bergantung pada performa.

Layanan pesan-antar Uber, misalnya, membayar mitra berdasarkan setiap penjemputan, pengantaran, jarak tempuh, dan tip dari pelanggan. Menolak pesanan akan berdampak langsung pada merosotnya pendapatan mereka secara drastis.

Respons aplikator

Sejumlah platform pesan-antar sempat mengalami gangguan layanan di UEA pada hari Sabtu sesaat setelah serangan pertama pecah, namun sistem dengan cepat kembali pulih.

Dalam pernyataan resminya, perusahaan layanan on-demand Careem mengeklaim terus mengevaluasi keamanan wilayah operasional mereka secara real-time.

Pihak perusahaan mengaku telah memberikan pembaruan dan panduan keselamatan instan kepada para mitranya (yang mereka sebut Captains) melalui grup WhatsApp dan SMS.

Careem juga menegaskan bahwa para mitranya tidak diwajibkan untuk online jika mereka merasa khawatir dengan keselamatannya.

Di tengah situasi krisis ini, Careem mencatat adanya lonjakan tajam untuk pesanan bahan pokok seperti air mineral, beras, pasta, dan produk segar.

Sementara itu, juru bicara Uber mengonfirmasi bahwa layanan mereka, termasuk UberEats, tetap beroperasi penuh di wilayah tersebut.

Mereka mengeklaim keselamatan mitra pengemudi adalah prioritas utama dan operasional mereka berjalan sejalan dengan rekomendasi pemerintah setempat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang