Orang Indonesia Disebut Mulai Memandang Positif Hadirnya EV

 Konsumen di Indonesia dinilai mulai mempunyai pandangan positif terhadap kehadiran mobil listrik di dalam negeri.

Berdasarkan studi Drivers of Change yang dilakukan oleh Inchcape, tujuh negara di Asia-Pasifik termasuk Indonesia menunjukkan optimismenya terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Secara regional, sebanyak 88 persen responden Indonesia melihat kendaraan elektrifikasi secara positif. Persentase itu melampaui rata-rata negara lain.

Meskipun angka kepemilikannya masih rendah yakni 18 persen, capaian tersebut jadi awal positif dan penanda fase awal elektrifikasi di dalam negeri yang terus berkembang.

IIMS

Kemudian pangsa pasar Electric Vehicle (EV) terus mengalami peningkatan secara perlahan. Di sisi lain, mobil hybrid dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) turut menunjukkan tren positif.

“Tingkat sentimen positif sebesar 88 persen mencerminkan kepercayaan publik terhadap arah elektrifikasi,” kata Bagus Susanto, Interim Managing Director Inchcape Indonesia dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (03/03).

Meskipun begitu, disebutkan masih ada beberapa faktor yang jadi pertimbangan utama sebelum membeli mobil listrik.

Sebanyak 58 persen memilih faktor harga, 40 persen daya tahan baterai sementara 34 persen di antaranya melihat ketersediaan infrastruktur pengisian daya baterai.

Namun data ini menunjukkan pergeseran minat ke mobil listrik terjadi secara bertahap didukung mekanisme pasar.

Tingginya persepsi positif juga didukung oleh keberagaman pilihan kendaraan ramah lingkungan terkhusus di Indonesia.

Sebab bukan hanya mobil listrik, mobil hybrid dan PHEV kian populer dengan rentang harga dan model yang bervariasi.

Dari ketiga jenis itu, mayoritas responden studi Drivers of Change masih menilai mobil hybrid pilihan paling optimal yang seimbang antara keberlanjutan dan efisiensi biaya.

Oleh karena itu, strategi multi pathway dinilai paling cocok untuk terus menumbuhkan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan. Hal tersebut kemudian turut dilakukan oleh Inchcape yang mendistribusikan GWM di Indonesia.

GWM

“Strategi kami berfokus pada penyediaan berbagai opsi teknologi, bukan menetapkan satu jalur tunggal. Pendekatan terdiversifikasi memungkinkan elektrifikasi berkembang selaras dengan kesiapan infrastruktur dan preferensi konsumen,” tegas Bagus.

Penjualan EV GWM

Meskipun disampaikan dalam studi, masyarakat Indonesia mulai melihat positif terhadap EV. Namun penerimaan produk elektrifikasi GWM tampak tidak selaras.

GWM justru lebih banyak menerima pemesanan unit diesel. sedangkan lini EV dan HEV mereka meredup.

Penjualan mobil hybrid mereka misalnya, GWM Haval H6 Hybrid hanya 34 unit sementara Haval Jolion 180 unit di periode Januari-Desember 2025.

Lalu mobil listrik GWM Ora 03 tersalurkan 383 unit di periode yang sama. Bisa dibilang cukup tertinggal dari para kompetitornya.

Tak lama berselang GWM kemudian menghadirkan varian baru dari GWM Tank 500 dan Tank 300 yang bermesin diesel.

Padahal sebelumnya kedua model itu dibekali teknologi hybrid. Hal tersebut jadi satu indikator bahwa minat konsumen GWM masih tetap mengarah ke mesin konvensional.