Pameran Kopi Indonesia Coffee Expo 2026 Hadir di 3 Kota, Ada Apa Saja?

Indonesia Coffee Expo 2026, Pameran Kopi Indonesia Coffee Expo 2026 Hadir di 3 Kota, Ada Apa Saja?

Pameran kopi Indonesia Coffee Expo (ICX) bakal digelar pertama kalinya pada tahun ini. ICX 2026 hadir di tiga kota besar meliputi Surabaya, Medan, dan Jakarta.

Indonesia Coffee Expo 2026 mengusung tema "Brewing Business, Shaping Lifestyle and Coffee Excellence" yang diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo dan SCAI.

"ICX lahir dari satu pemahaman sederhana bahwa kisah tentang kopi selalu berkaitan dengan koneksi. Jadi, ICX ini kami buat bukan hanya untuk menampilkan sebuah tren, tapi juga panggung kolaboratif di mana semua pihak bisa berinteraksi," kata Sekjen SCAI, Gusti Laksamana di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

SCAI atau Specialty Coffee Association of Indonesia merupakan asosiasi kopi specialty di Indonesia yang aktif menggarap potensi pasar kopi di Indonesia.

Ketua SCAI Daryanto Witarsa mengatakan bahwa pameran kopi nasional ini digelar menyusul tingginya antusiasme pencinta kopi di Indonesia dalam ajang World of Coffee Jakarta 2025.

Tahun lalu, Jakarta terpilih sebagai tuan rumah pameran kopi terbesar di dunia tersebut. Lebih dari 10.000 tiket ludes terjual selama tiga hari berturut-turut.

"Jadi opportunity dari hulu ke hilir, bahkan dari Jakarta sampai ke London, banyak diaspora yang mencari peluang membuka coffee shop dan ekspor," ujar Daryanto dalam kesempatan yang sama.

Lantas, kapan Indonesia Coffee Expo 2026 digelar, di mana lokasinya, dan apa saja agenda di dalamnya? Simak panduan lengkap berikut ini.

Panduan lengkap Indonesia Coffee Expo 2026

Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa, saat membuat kopi usai konferensi pers Indonesia Coffee Expo (ICX), Kamis (26/2/2026).Jadwal dan lokasinya

Indonesia Coffee Expo 2026 akan digelar di Grand City Surabaya Convention Hall pada 29-31 Mei 2026, Tiara Convention Center Medan pada 31 Juli 2026 hingga 2 Agustus 2026.

Serta di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Hall 10-11 Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 pada 4-6 September 2026. 

Surabaya dipilih sebagai gerbang perdagangan Indonesia Timur, Medan merepresentasikan kekuatan kopi Sumatra, dan Jakarta menjadi episentrum pertemuan industri, investor, serta konsumen urban, seperti disampaikan Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung.

Gusti menyampaikan, ICX 2026 di Surabaya dan Medan menargetkan masing-masing 7.500 pengunjung, lebih dari 100 exhibitors, serta transaksi hingga Rp 3 miliar selama tiga hari berturut-turut.

Adapun di Jakarta, pameran kopi ini menargetkan lebih dari 25.000 pengunjung, lebih dari 150 exhibitors, serta transaksi hingga Rp 16 miliar.

Saat ini, harga tiket masuk Indonesia Coffee Expo 2026 diperkirakan gratis untuk penyelenggaraan di Medan, serta berbayar Rp 25.000 untuk Surabaya, dan Rp 65.000 per orang di Jakarta.

Agenda pameran

Indonesia Coffee Expo akan diisi dengan empat program utama, yakni Experience Area: Origin Trip, Indonesia Brewers Cup Championship, Roaster Alley, dan The Coffee Lab SCAI Lecture.


  • Experience Area merupakan zona khusus yang memungkinkan pencinta kopi mengeksplorasi kopi mulai dari hulu ke hilir selama satu sesi berdurasi 45 menit.

Area ini dilengkapi dengan pakar kopi meliputi petani, barista, dan roaster.

Para petani dari sejumlah daerah di Indonesia turut hadir dan berbagi informasi seputar komditas tanam unggulan Indonesia ini.

Begitu pula dengan roaster dan barista ternama Indonesia yang akan berbagi pengalamannya seputar kopi di acara ini.

"Di pameran ini kami taruh tempat-tempat penjemuran kopi, supaya orang yang datang ke Indonesia, yang datang ke pameran bisa tahu, oh kebun kopi di Indonesia itu kayak begini," jmelas Daryanto.

"akanya ada dari bibit kopinya, dari bijinya, sampai nanti petani-petani kopi di sana tuh bisa menyajikan kopinya tuh gimana. Jadi, tujuannya adalah bisa membawa kebun kopi ke dalam pameran supaya yang datang ke pameran itu bisa tahu, oh kebun kopi Indonesia itu kayak begini," lanjut dia.

  • Indonesia Brewers Cup Championship merupakan kompetisi yang berfokus pada cara menyeduh kopi secara manual.

Kompetisi ini menantang barista-barista paling berbakat di Indonesia untuk menunjukkan keterampilan teknis, akurasi sensorik, dan konsistensi mereka dalam menghasilkan kopi berkualitas tinggi yang diseduh tanpa mesin espreso.

Kejuaraan ini diselenggarakan melalui format kompetisi multi-tahap, dimulai dengan kualifikasi regional yang diadakan di dua kota terpilih di Indonesia.

Babak kualifikasi ini bertujuan untuk menilai peserta berdasarkan kriteria penilaian standar dan menentukan peserta dengan skor tertinggi.

  • Roaster Alley merupakan zona pilihan bagi para roaster kopi lokal terbaik dunia untuk mempresentasikan kreasi khas mereka, menawarkan pengunjung melewati perjalanan mendalam melalui beragam profil rasa, teknik pemanggangan, dan kisah merek.

Melalui pameran, sesi cupping, dan keterlibatan langsung dengan para pemanggang kopi, ruang ini berfungsi sebagai platform untuk kolaborasi dan perluasan pasar, merayakan kreativitas, keahlian, dan inovasi dari kancah kopi dunia yang dinamis.

  • The Coffee Lab SCAI Lecture merupakan lokakarya interaktif dan edukatif yang dirancang untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan peserta terkait dengan dunia kopi.

Dalam lokakarya ini, peserta tidak hanya mempelajari teori dan ditujukan untuk pemula yang ingin tahu tentang kopi, serta para profesional yang ingin meningkatkan keahlian mereka.

Perkembangan kopi di Indonesia

Indonesia memiliki peran strategis dalam peta industri kopi global sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia.

Kekayaan karakter dan cita rasa kopi lokal dari berbagai daerah menjadi daya tariknya, seperti Aceh Gayo, Flores Bajawa, Toraja, dan Kintamani.

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar kopi di Indonesia mengalami perkembangan pesat.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi kopi Indonesia pada 2026 diproyeksikan mencapai 789.260 ton. Kopi pun semakin populer sebagai bagian dari gaya hidup dan pertumbuhan industri kuliner.

Daswar mengatakan, pihaknya berkomitmen membantu pemerintah memajukan industri kopi nasional agar mampu bersaing di pasar global.


Kehadiran ICX 2026 disebut menjadi wadah yang tepat bagi para pemangku kepentingan, produsen, dan pecinta kopi untuk bertemu, berdiskusi, serta melakukan transaksi bisnis di tengah transformasi industri kopi yang terus bertumbuh.

Indonesia Coffee Expo 2026, Pameran Kopi Indonesia Coffee Expo 2026 Hadir di 3 Kota, Ada Apa Saja?

Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung, Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa, dan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu dalam usai konferensi pers Indonesia Coffee Expo (ICX), Kamis (26/2/2026).

“Kami menyakini bahwa Indonesia Coffee Expo 2026 bukan sekadar agenda pameran tahunan, melainkan katalisator pertumbuhan industri kopi nasional yang terus berkembang pesat dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern masyarakat Indonesia," kata Daswar.

"Karena itu, kami menyelenggarakan pameran ini tiga kali di tiga kota untuk menjangkau lebih banyak pelaku industri dari hulu hingga hilir,” sambungnya.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu mengatakan bahwa budaya minum kopi di Indonesia bukan fenomena baru.

Sejak ratusan tahun lalu, kopi telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun dalam satu dekade terakhir, geliatnya semakin terasa dan mengalami transformasi besar.

Pertumbuhan kedai kopi modern meningkat signifikan di berbagai kota besar. Generasi muda kini menjadikan coffee shop bukan sekadar tempat minum kopi. Tetapi juga ruang produktif dan sosial.

“Sekarang kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle). Ada pergeseran dari sekadar konsumsi menjadi experience,” ujarnya.

Konsumsi kopi domestik terus meningkat setiap tahun. Hal ini menunjukkan pasar dalam negeri sangat kuat dan berkembang. Artinya, kopi bukan lagi semata komoditas ekspor, melainkan menjadi bagian penting dari budaya dan ekonomi kreatif nasional.

Indonesia secara konsisten masuk lima besar produsen kopi dunia. Produksi nasional mencapai ratusan ribu ton per tahun, dengan jutaan petani menggantungkan hidup pada sektor ini.

nama seperti Kopi Gayo, Toraja, Flores, Kintamani, hingga Mandailing sudah dikenal luas di pasar global. Tak hanya unggul dari sisi volume, specialty coffee Indonesia juga memiliki reputasi sangat baik karena kualitas dan cerita asal-usulnya,” ujar Nixon.

Industri kopi melibatkan jutaan tenaga kerja dari hulu ke hilir. Ekosistemnya mencakup petani, pengolah, roaster, distributor, kedai kopi, barista, event, komunitas, dan platform digital. Rantai nilai ini panjang dan saling terhubung.

“Ketika satu bagian tumbuh, seluruh ekosistem ikut bergerak. Pertumbuhan sektor ini harus didukung oleh sistem keuangan yang terintegrasi,” terang Nixon.

Dukungan tersebut mencakup kemudahan transaksi digital melalui QRIS dan EDC, integrasi pembayaran lewat Bale Super Apps, program promosi dan engagement, solusi pembiayaan usaha, pengelolaan arus kas, hingga dukungan kepemilikan ruang usaha dan properti komersial.

“Kami ingin pelaku usaha kopi tidak hanya kreatif, tetapi juga kuat secara finansial dan berkelanjutan,” tegas Nixon.

Pada ajang Indonesia Coffee Expo, BTN menyediakan EDC dan QRIS di seluruh area transaksi serta mengintegrasikan pembayaran digital melalui Bale by BTN.

Selain itu, BTN menghadirkan program cashback dan most spender, serta kampanye promosi untuk meningkatkan partisipasi dan transaksi selama pameran berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang