Ramadhan dalam Analogi Tuan Syekh Abdul Qadir al-Jailani
(Artikel ini ditulis oleh Mukti Ali Qusyairi, Pengasuh Majelis Pengajian Hadharatul 'Ulum)
Analogi atau qiyas merupakan satu dari sekian banyak metodologi yang digunakan ulama Islam klasik dalam membangun argumentasi dan narasi keagamaan. Semula dipelopori oleh Imam as-Syafii sebagai metode penggalian hukum syariat Islam dalam kitab usul fikihnya yaitu al-Risalah. Lalu analogi digunakan oleh para ulama ilmu kalam atau ilmu tauhid, filsafat, dan tasawuf. Di antara ulama sufi yang menggunakan analogi adalah Tuan Syekh Abdul Qadir al-Jailani (AQJ) dalam menjelaskan bulan Ramadhan.

Dalam kitab al-Ghunyah li-Thaliba Thariq al-Haq 'Azza wa Jalla, Tuan Syekh AQJ menyatakan bahwa, bulan suci Ramadhan di dalam dua belas bulan bagaikan hati di dalam dada manusia, bagaimana para Nabi bagi para manusia lain di mana para Nabi adalah para manusia agung yang akan memberi syafaat (pertolongan) kepada para pendosa dan bulan Ramadhan adalah bulan yang memberi pertolongan bagi orang-orang yang melaksanakannya, bagaikan tanah Haram/Suci (Mekah-Madinah) di mana Dajjal yang terlaknat tidak bisa masuk ke dalam tanah Haram/Suci dan setan dibelenggu pada saat bulan suci Ramadhan.
Ibadah dan amal saleh ketika dilakukan di Tanah Suci Mekah dan Madinah akan dilipatgandakan pahalanya sebagaimana ibadah dan amal shaleh yang dilakukan di bulan Ramadhan juga dilipatgandakan pahalanya.
Hati dihiasi dengan cahaya makrifat dan iman dan bulan ramadhan dihiasi dengan membaca Al-Quran.
Tuan Syekh AQJ menggambarkan bahwa Ramadhan adalah hati bagi bulan-bulan yang lain dalam satu tahun. Dalam pandangan sufisme bahwa hati adalah raja, akal adalah panglima, dan anggota tubuh yang lain adalah punggawa dan anggotanya. Hati diposisikan sebagai penentu lantaran sebagai raja setelah kordinasi dan mendapatkan laporan dari analisa panglima akal, menurunkan tidah kepada akal sebagai panglima untuk menggerakkan anggota-anggota tubuh yang lain. Ramadhan sebagai hati adalah raja bagi bulan-bulan lain dalam setahun.
Karena itu, Tuan Syekh AQJ menyatakan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan istimewa sembari berkata, barang siapa yang tidak mendapatkan ampunan di bulan ramadhan, maka di bulan apa lagi ia bisa mendapatkan ampunan? Maka segeralah seorang hamba bertaubat kepada Allah sebelum pintu-pintu taubat ditutup. Bertaubatlah kepada Allah sebelum waktunya kembali kepada Allah terputus. Menangislah untuk menyesali dosa dan kesalahan sebelum habis waktu untuk menangis dan rahmat.
Lalu Tuan Syekh AQJ melanjutkan dengan analoginya, bahwa pemimpin umat manusia adalah Adam As., pemimpin bangsa Arab adalah Nabi Muhammad SAW., pemimpin bangsa Persia adalah Salman, pemimpin bangsa Romawi adalah Suhaib, pemimpin Habasyah adalah Bilal, pemimpin desa adalah Mekah, pemimpin jurang-jurang adalah jurang Baitullah Maqdis, pemimpin hari adalah hari Jumat, pemimpin malam adalah malam Lailatul Qadar, pemimpin kitab-kitab suci adalah Al-Quran, pemimpin Al-Quran adalah al-Baqarah, pemimpin al-Baqarah adalah ayat kursy, pemimpin bebatuan adalah batu Hajar Aswad, pemimpin sumur adalah sumur zamzam, pemimpin tongkat adalah tongkat Nabi Musa As., pemimpin ikan adalah ikan loh yang Nabi Yunus berada di dalam perutnya, pemimpin onta adalah onta Nabi Sholeh As., pemimpin kuda adalah Buraq, pemimpin cincin adalah cincin Nabi Sulaiman As., pemimpin bulan adalah bulan Ramadhan.
Setelah selesai menyampaikan point kedua dalam kajian saya tentang Ramadhan dalam analogi Tuan Syekh AQJ di Masjid al-Amal Setia Budi Kuningan Jakarta Selatan. Saya berbincang dengan ketua DKM Kiyai Agus Khudhori, imam shalat rawatib Kiyai Abdul Karim dan Ustadz Ahmad Subhan tentang seputar fenomena Ramadhan dan tarawih yang cukup beragam di nusantara ini.
Saya juga menjelaskan bahwa batu akik Sulaiman yang terkenal di Indonesia bukanlah yang dimaksudkan dengan cincin Sulaiman dalam narasi Tuan Syekh AQJ. Karena yang dimaksud pemimpin cincin itu adalah cincin Nabi Sulaiman As. (*)
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.