Persiapkan 9 Amalan Sunnah Ini saat Idul Fitri, Jadikan Momen Lebaran Semakin Bermakna
Hari Raya Idul Fitri merupakan momen istimewa bagi umat Islam. Hari yang penuh kebahagiaan ini menjadi saat yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga, saling memaafkan, dan mensyukuri keberhasilan menunaikan ibadah puasa Ramadhan.
Tidak hanya sebagai waktu perayaan, Idul Fitri juga mengingatkan kita akan kemenangan spiritual melawan hawa nafsu, sekaligus menguatkan tali silaturahim.
Di momen kemenangan ini, ada beberapa amalan sunnah yang bisa dilakukan umat Muslim. Mengamalkan ibadah-ibadah ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga menegaskan rasa syukur dan meningkatkan kualitas ibadah.
Berikut adalah 9 amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan saat Idul Fitri, sebagaimana dirangkum dari NU Online, Jumat, 20 Maret 2026.
1. Shalat Idul Fitri
Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah dan sebagian ulama berpendapat fardlu kifayah. Dalil kesunnahannya terdapat dalam Surat al-Kautsar:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya: "Maka shalatlah kepada Tuhanmu dan berkurbanlah" (QS. Al-Kautsar ayat 2).
Nabi Muhammad SAW mendirikan shalat Idul Fitri setiap tahun, pertama kali pada tahun kedua hijrah (Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, juz 3, hal. 39). Disunnahkan bagi laki-laki dan perempuan, berjamaah di masjid atau lapangan jika masjid sempit.
Syekh Kamaluddin al-Damiri menegaskan:
وَفِعْلُهَا بِالْمَسْجِدِ أَفْضَلُ ... إِلَّا .. فَالصَّحْرَاءُ أَفْضَلُ
Artinya: "Melakukan shalat hari raya di masjid lebih utama, bila tidak memungkinkan, tanah lapang lebih baik."
2. Mandi Sunnah
Mandi disunnahkan bagi semua, termasuk wanita haid/nifas atau yang sakit. Waktu terbaik adalah setelah fajar hingga matahari tenggelam. Bacaan niat:
نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Artinya: "Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah." (Syekh Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib ‘Ala Syarh al-Khathib, juz 1, hal. 252).
3. Menghidupkan Malam Hari Raya
Disunnahkan menghidupi malam Idul Fitri dengan shalat, membaca Al-Qur’an, shalawat, dan doa. Hadits Nabi:
مَنْ أَحْيَا لَيْلَتَيْ الْعِيدِ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ
Artinya: "Barangsiapa menghidupi dua malam hari raya, hatinya tidak mati pada hari matinya hati" (HR al-Daruquthni).
4. Memperbanyak Takbir
Takbir Idul Fitri dianjurkan untuk muqayyad (setelah shalat) dan mursal (bebas).
Dalil:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ
Artinya: "Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah" (QS. Al-Baqarah: 185). Contoh takbir utama:
اللهُ أَكْبَرُ ... وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
5. Makan Sebelum Shalat
Disunnahkan makan sebelum shalat Idul Fitri, terutama kurma ganjil (1, 3, dst.), berbeda dengan Idul Adha (makan setelah shalat) (Syekh Khathib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 1, hal. 592).
6. Berjalan Kaki Menuju Shalat
Nabi bersabda:
مِنْ السُّنَّةِ أَنْ يَخْرُجَ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا
Artinya: "Termasuk sunnah Nabi adalah keluar menuju tempat shalat Id dengan berjalan kaki" (HR al-Tirmidzi, hadits Hasan).
7. Membedakan Rute Pergi dan Pulang dari Shalat Ied
Disunnahkan rute pergi lebih panjang dari pulang agar pahala perjalanan bertambah (HR al-Bukhari, Riyadl al-Shalihin, Syekh Khathib al-Syarbini, juz 1, hal. 591).
8. Berhias dan Berpenampilan Baik
Membersihkan badan, memakai pakaian terbaik, dan wewangian. Lebih utama putih atau pakaian baru, sesuai sunnah (Syekh Zakariyya al-Anshari, Asna al-Mathalib, juz 1, hal. 281).
9. Memberi Ucapan Selamat
Hari raya identik dengan saling memberi ucapan selamat. Hadits lemah dari al-Baihaqi dan praktik sahabat dapat dijadikan pijakan. Contoh ucapan: "taqabbala allâhu minnâ wa minkum", "minal aidin wal-faizin", "selamat hari raya Idul Fitri", atau saling bersalam-salaman (Syekh Ali Syibramalisi; Syekh Abdul Hamid al-Syarwani, Hasyiyah al-Syarwani, juz 3, hal. 56).
Itu dia sembilan amalan sunnah yang dapat memperkaya ibadah serta syiar kebahagiaan pada hari raya Idul Fitri.