Airlangga: THR-BHR Buat 850.000 Mitra Ojol Cair Paling Lambat H-7 Lebaran
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengumumkan, setelah melalui komunikasi intensif dengan pihak aplikator, dipastikan bahwa para mitra pengemudi ojek online (ojol) bakal ikut menerima Bonus Hari Raya (BHR) atau Tunjangan Hari Raya (THR) di Lebaran 2026 ini.
Dia menambahkan, total jumlah pengemudi ojol yang bakal mendapatkan BHR mencapai sekitar 850.000 orang, dengan anggaran yang mencapai hingga Rp 220 miliar.
"Total jumlah mitra penerima atau pengemudi (ojol) yang akan diberikan BHR di tahun 2026 ini mencakup hingga sekitar 850.000 mitra, dengan nilai mencapai Rp 220 miliar," kata Airlangga dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Dia memastikan, total jumlah anggaran sebesar Rp 220 miliar itu, lebih tinggi dibandingkan dengan alokasi tahun lalu. Selain itu, Airlangga juga menegaskan bahwa jumlah 850.000 mitra ojol penerima BHR/THR di tahun ini, juga lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"(Anggarannya) meningkat dua kali dan penerimanya juga menerima masing-masing Rp 400.000," ujar Airlangga.
Meski demikian, Airlangga menekankan bahwa proses penyaluran BHR/THR itu ditargetkan supaya bisa dilakukan lebih awal, yakni mulai H-14 hingga selambat-lambatnya pada H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Kami mendorong penyaluran dilakukan lebih awal, H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri," ujarnya.
Diketahui, sebelumnua Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi memastikan, pihaknya telah menyiapkan anggaran hingga Rp 100 miliar lebih untuk program kesejahteraan mitra driver ojek online (ojol).
Di dalamnya termasuk alokasi untuk pemberian Bonus Hari Raya (BHR) bagi para mitra (driver) ojol tersebut, yang bakal dicairkan sebelum Lebaran Idul Fitri 2026. Neneng mengaku, hal ini merupakan realisasi dari komitmen pihaknya yang telah diumumkan pada Januari 2026 lalu.
Namun, Dia mengatakan bahwa detilnya belum bisa disampaikan saat ini, karena pihaknya masih melakukan perhitungan atas alokasi pasti dan jumlah driver yang bakal jadi penerima BHR.
"Jadi stay tune ya for the update. Karena kita masih diskusi dan sebagainya," kata Neneng konfrensi pers di kawasan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Februari 2026.