H-7 Lebaran, 16 Ribu Kendaraan Padati Jalur Nagreg Menuju Garut dan Tasikmalaya

Jalur Limbangan-Malangbong dari arah Nagreg
Jalur Limbangan-Malangbong dari arah Nagreg

Arus kendaraan pemudik yang melintasi kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, mulai mengalami peningkatan pada H-7 Lebaran 2026. Hingga pukul 15.00 WIB, tercatat sekitar 16 ribu kendaraan melintas menuju arah Garut dan Tasikmalaya.

Sebagian besar kendaraan yang melintas di jalur tersebut didominasi oleh sepeda motor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolrestabes Bandung, Aldi Subartono, mengatakan pihak kepolisian telah mendirikan pos terpadu di kawasan Nagreg sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan arus mudik tahun ini.

Menurutnya, pendirian pos terpadu tersebut merupakan hasil evaluasi dari pengamanan arus mudik pada tahun sebelumnya.

“Berdasarkan analisa dan evaluasi tahun sebelumnya, kami bersama Bapak Kapolda menyimpulkan bahwa pos terpadu lebih efektif didirikan di Nagreg karena jalur ini merupakan sentral arus kendaraan yang menuju Garut dan Tasikmalaya,” kata Aldi, Sabtu (14/3/2026).

86 Personel Gabungan Disiagakan

Di pos terpadu Nagreg, sebanyak 86 personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas selama masa mudik Lebaran 2026.

Personel tersebut berasal dari unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, serta dinas terkait lainnya.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 15.00 WIB, jumlah kendaraan yang mengarah ke Garut dan Tasikmalaya mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sekitar 9 ribu kendaraan.

“Artinya sudah mulai ada peningkatan kendaraan yang mengarah ke Garut dan Tasikmalaya dibandingkan kemarin. Tanda-tanda arus mudik juga mulai terlihat, terutama kendaraan roda dua,” katanya.

Puncak Mudik Diprediksi H-3 Lebaran

Kepolisian memperkirakan puncak arus mudik di jalur tersebut akan terjadi pada H-3 hingga H-2 Lebaran.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, polisi telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, salah satunya dengan penerapan sistem one way secara situasional di jalur arteri Nagreg.

Rekayasa lalu lintas tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan kepolisian di wilayah Garut dan Tasikmalaya serta mendapat persetujuan dari Polda Jawa Barat.

"Jika volume kendaraan dari arah Jakarta meningkat tajam, kendaraan dari arah sebaliknya akan dilakukan penundaan sementara guna mengurai kemacetan," katanya.

Titik Rawan Kepadatan

Selain itu, pos terpadu Nagreg juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti ambulans, mobil derek, serta personel siaga untuk penanganan cepat apabila terjadi kecelakaan atau gangguan lalu lintas.

Petugas juga memberikan perhatian khusus pada sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan di sepanjang jalur dari Cileunyi hingga Nagreg.

Beberapa titik tersebut antara lain Gerbang Tol Cileunyi, wilayah Cimanggung, tanjakan Cikaledong, serta kawasan Limbangan.

Di lokasi tersebut, polisi telah menempatkan pos pengamanan dan personel pengatur lalu lintas untuk mencegah penumpukan kendaraan, termasuk kendaraan angkutan umum yang kerap berhenti di pinggir jalan untuk menaikkan penumpang.

Polisi juga mengingatkan pengendara untuk tetap berhati-hati, terutama saat hujan deras yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang maupun kecelakaan di jalur turunan.

23 Kendaraan Sumbu Tiga Ditindak

Dalam operasi pengamanan hari ini, petugas juga melakukan penindakan terhadap kendaraan sumbu tiga yang masih nekat melintas meskipun telah diberlakukan pembatasan selama arus mudik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Total ada 23 kendaraan sumbu tiga yang kami tindak, terdiri dari 14 kendaraan menuju Cileunyi dan 9 kendaraan menuju Garut,” kata Aldi.

Ia mengimbau para pelaku usaha agar mematuhi kebijakan pemerintah terkait pembatasan kendaraan sumbu tiga selama masa mudik Lebaran karena kendaraan jenis tersebut berpotensi memperparah kemacetan di jalur mudik. (Laporan Cepi Kurnia, tvOne, Bandung)