Harga Pertamax Melejit, Ojol Diklaim Nggak Terlalu Terdampak

Asosiasi ojek online (ojol) Garda Indonesia mengklaim, kenaikan harga BBM Pertamax yang gila-gilaan tak terlalu berdampak ke mitra driver di lapangan. Sebab, menurut mereka, 'pasukan hijau' rata-rata menggunakan BBM Pertalite.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono mengklaim, ada 95 persen lebih ojol di Tanah Air yang menggunakan BBM Pertalite untuk mendukung mobilitas harian. Hanya sedikit sekali mitra driver yang membeli BBM nonsubsidi.

"Untuk saat ini fluktuasi harga BBM nonsubsidi tidak berpengaruh signifikan pada operasional ojol, karena 95% pengemudi ojol adalah pengguna BBM subsidi sehingga relatif stabil biaya operasionalnya," ujar Raden Igun Wicaksono kepada detikOto, Kamis (11/6).

Array,Harga Pertamax Melejit, Ojol Diklaim Nggak Terlalu Terdampak

Driver ojol di Jakarta Foto: Muhammad Firman Maulana/detikfoto

Bukan hanya Pertamax, kenaikan harga suku cadang motor seperti oli dan ban juga menjadi tantang tersendiri untuk ojol di Indonesia. Ketika kebutuhan bertambah, penghasilan mereka justru segitu-gitu saja.

"Sedangkan pendapatan pengemudi ojol belum mengalami peningkatan, bahkan cenderung stagnan atau malah menurun," kata dia.

Per 10 Juni 2026, harga BBM nonsubsidi Pertamina tiba-tiba meroket. Pertamax saat ini dibanderol Rp 16.250/liter. Nominal tersebut naik nyaris Rp 4 ribu dibandingkan harga sebelumnya yang hanya Rp 12.300/liter.

Selain Pertamax, Pertamina juga melakukan penyesuian harga untuk Pertamax Green di Indonesia. Jika sebelumnya bahan bakar tersebut dibanderol Rp 12.900/liter, sekarang harganya tembus Rp 17.000/liter. Kenaikannya mencapai Rp 4.100/liter!

Di saat bersamaan, harga-harga suku cadang seperti oli dan ban juga mengalami kenaikan besar-besaran. Belum lama ini, kami mengunjungi bengkel umum untuk mencari tahu sejauh apa koreksi harganya. Tak main-main, kenaikannya bisa mencapai 20 persen!