Misteri Penculikan Anak Geng Kriminal Ukraina di Bali, Muncul Video Tebusan 10 Juta Dollar AS

Igor Komarov, Ukraina, Misteri Penculikan Anak Geng Kriminal Ukraina di Bali, Muncul Video Tebusan 10 Juta Dollar AS, Video Tebusan dan Kondisi Korban, Temuan Potongan Tubuh di Ketewel, Kronologi dan Jejak Digital Influencer, Enam WNA Ditetapkan Tersangka, Tanggapan Soal Isu Intelijen Asing

Kasus penculikan warga negara (WN) Ukraina, Igor Komarov (28), di Bali memasuki babak baru yang mencekam. Polisi kini tengah menyelidiki temuan potongan tubuh manusia yang diduga kuat merupakan korban, di tengah munculnya video permintaan tebusan bernilai fantastis.

Igor Komarov, yang disebut-sebut sebagai putra dari bos geng kriminal asal Kramatorsk, Ukraina, Sergei "Komar" Komarov, dilaporkan hilang sejak 15 Februari 2026 malam di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

Video Tebusan dan Kondisi Korban

Beberapa hari pasca-hilangnya Igor, sebuah video permintaan tebusan beredar luas. Dalam rekaman tersebut, Igor tampak dalam kondisi babak belur dengan luka memar di sekujur wajah.

Sambil membaca pernyataan, ia memohon kepada ibunya untuk menyerahkan uang tebusan sebesar 10 juta dollar AS atau sekitar Rp 168 miliar.

“Bu, Bu aku mohon, tolonglah aku. Kami mencuri uang 10 juta dolar yang mereka minta dari Ibu. Kembalikan uang 10 juta dolar itu. Kumohon,” ujar Igor dalam video tersebut.

Igor juga mengaku telah mendapatkan siksaan fisik yang berat dari para penculik.

“Mereka sudah memotong beberapa anggota tubuh saya. Kaki saya sudah patah, tulang rusuk saya patah, tulang rusuk saya tertusuk,” tambahnya dalam rekaman memilukan itu.

Temuan Potongan Tubuh di Ketewel

Pada 26 Februari 2026, warga Banjar Keden, Pantai Ketewel, Sukawati, digegerkan dengan penemuan potongan kepala dan tubuh manusia di muara Sungai Wos. Muncul dugaan kuat bahwa jasad yang dimutilasi tersebut adalah Igor Komarov.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium forensik untuk memastikan identitas jasad tersebut.

"Kita masih dalam proses identifikasi potongan tubuh ini milik siapa dengan mencocokkan DNA. Salah satunya dengan mencocokkan DNA orang tua korban IK," ujar Ariasandy kepada awak media, Minggu (1/3/2026).

Kronologi dan Jejak Digital Influencer

Penculikan ini terjadi saat Igor sedang berlibur bersama kekasihnya, Yeva Mishalova (25), seorang lifestyle influencer ternama asal Ukraina. Polisi menduga para pelaku memantau lokasi korban melalui unggahan di media sosial selama perjalanan mereka di Bali.

Informasi awal penyerangan didapat dari rekan korban, Alexander “Yermak” Petrovsky, yang berhasil melarikan diri saat insiden terjadi. Alexander sendiri diketahui merupakan putra dari bos kriminal asal Dnipro yang dikenal dengan julukan “Narik”.

Penyelidikan melalui rekaman CCTV dan data GPS mobil sewaan mengarahkan tim gabungan ke sebuah vila di Kabupaten Tabanan. Di lokasi tersebut, polisi menemukan bercak darah yang identik dengan sampel darah yang ditemukan di mobil operasional para pelaku.

Enam WNA Ditetapkan Tersangka

Hingga saat ini, Polda Bali telah menetapkan tujuh orang tersangka. Tersangka pertama berinisial CH, seorang WNA yang ditangkap di Nusa Tenggara Barat pada 23 Februari 2026.

“Awalnya, kami mengamankan seorang warga negara asing dengan inisial CH, yang menyewa kendaraan menggunakan paspor palsu,” jelas Ariasandy.

Setelah pengembangan, enam tersangka lainnya ditetapkan berinisial RM, BK, AS, VN, SM, dan DH. Mereka diduga kuat merupakan bagian dari jaringan kriminal transnasional yang mencakup unit dari wilayah Chechnya, Rusia.

Data kepolisian menunjukkan bahwa empat dari enam tersangka tersebut telah melarikan diri ke luar negeri melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sementara dua lainnya diduga masih bersembunyi di Indonesia.

Polisi tengah berkoordinasi dengan Interpol untuk menerbitkan Red Notice.

Tanggapan Soal Isu Intelijen Asing

Polda Bali juga mengklarifikasi isu yang disebarkan oleh influencer "Mr. Terimakasih" terkait keterlibatan badan intelijen Ukraina dan Rusia dalam kasus ini. Kabar yang viral di Instagram itu menyebut adanya nota protes dari Administrasi Presiden Ukraina kepada Presiden RI.

Namun, Kombes Pol Ariasandy menegaskan bahwa hingga saat ini penanganan kasus masih sepenuhnya di bawah kendali Polda Bali dan Polresta Denpasar.

"Polda Bali belum dapat informasi demikian (terkait kedatangan badan intelijen Ukraina dan Rusia)," tegasnya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi lebih jauh dan menunggu hasil penyidikan resmi terkait motif utama penculikan dan status hukum para pelaku.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologi Anak Bos Kriminal Ukraina Diculik di Bali, Dimintai Tebusan Rp 168 Miliar

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang